Dilema Masyarakat Terhadap Pinjaman Online

92

Medan, KoverMagz – Tren Pinjaman Online masih saja marak terjadi ditengah masyarakat. Meskipun sudah banyak kasus penipuan yang terjadi hal tersebut tetap tidak menjadi efek jera para penggunanya bahkan pengguna baru pun semakin bertambah

Baca : Ayo kenali Pinjaman Online lebih dalam lagi untuk menghindari kasus penipuan yang lebih meluas. https://kovermagz.com/kebijakan-hukum-terhadap-pinjaman-online/

Dimotori oleh perusahaan fintech pinjaman ini biasa digunakan sebagai pinjaman untuk belanja barang konsumsi di tengah masyarakat. Pinjaman Online dengan bahasa awam biasa disebut dengan Pinjaman Kredit. Tanpa menghiraukan apakah platform pinjaman tersebut  terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak faktor memburuknya keadaan ekonomi ditengah masyarakat menjadikan hal ini sebagai jalan keluar dikarenakan proses peminjaman yang tidak sulit seperti dibawah ini :

  • Proses Pengajuan Mudah dan Praktis

Satu hal yang menjadi alasan utama pinjol begitu cepat populer di kalangan masyarakat adalah proses pengajuan yang mudah dan praktis. Berbeda dengan pinjaman di Bank yang meminta banyak dokumen sejak awal. Seluruh proses pengajuan pinjaman online dilakukan secara daring tanpa melalui proses survei atau wawancara dengan mendatangi kantor cabang yang berbelit. Cukup dengan memanfaatkan smartphone dan koneksi internet, foto KTP dan foto selfie. Anda dapat mengajukan pinjaman online dan dana bisa langsung ditransfer ke nomor rekening yang dituju.

  • Plafon Pinjaman Terbatas

Mudahnya proses pengajuan pinjaman online ternyata berimbas pada plafon atau limit kredit terbatas yang bisa didapatkan oleh penggunanya. Tak seperti kredit konvensional yang limitnya bisa menyentuh angka puluhan, bahkan ratusan juta Rupiah, pengguna pinjaman online mungkin hanya bisa mengajukan pinjaman hingga belasan juta Rupiah saja. Hal ini dilakukan pihak fintech atau penyedia pinjol guna meminimalisir risiko kerugian saat nasabah tak mampu melunasi cicilan.

  • Tenor Pelunasan Lebih Singkat

Selain plafon yang terbatas, tenor pelunasan pinjaman online juga relatif lebih singkat. Kebanyakan layanan pinjaman online hanya membolehkan kreditur melunasi tagihan dalam kurun waktu tak lebih dari 6 bulan.

Tetapi banyak sekali masyarakat yang menjadi korbanpenipuan dari aplikasi tersebut ialah dikarenakan tidak terdaftarnya platform tersebut di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan hanya tergiur oleh kemudahan persyaratan di atas tanpa memikirkan/menyelidiki terlebih dahulu sebelum melakukan peminjaman.

Baca Juga:  7 Fakta Seputaran Squid Game

Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal :

1. Sebaiknya Anda hanya meminjam dari perusahaan fintech yang legal dan aman. Fintech seperti ini sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selalu cek fintech yang Anda mau sebelum mengunduh aplikasinya.

2. Cari fintech dengan pinjaman bunga rendah. Meski umumnya pinjaman online punya bunga yang tergolong tinggi, namun Anda bisa mencari yang paling rendah di antara lainnya. Sebagai catatan, sebaiknya memilih pinjaman dengan bunga tidak lebih dari 1% per hari. Umumnya, penyedia pinjaman online yang legal tidak lebih dari ini.

3. Selalu catat jumlah pinjaman dan tanggal jatuh tempo. Walaupun sudah tertera di aplikasi, Anda sebaiknya mencatat di tempat lain untuk memudahkan mengingat atau mengurus jika ada masalah.

4. Tidak ada pungutan biaya sebelum dana pinjaman dicairkan. Pinjaman online yang sah tidak memberatkan peminjam dengan keharusan membayar biaya administrasi dan lainnya sebelum dana pinjaman cair.

Contoh kasus menjerat sang peminjam, pelaku pinjol ilegal melakukan penagihan yang tidak sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

5. Pinjaman online yang sudah berizin dan terdaftar di OJK tidak akan memaksa Anda untuk meminjam. Biasanya yang membujuk bahkan memaksa untuk meminjam adalah rentenir online. Jadi jauhi jika merasa dipaksa.

Berikut beberapa daftar perusahaan legal yang sudah terdaftar dan berizin di OJK per 28 Desember 2020:

  • Danamas
  • Investree
  • Kredivo
  • Dompet Kilat
  • Kimo
  • Rupiah Cepat
  • Uang Teman
  • Modalku
  • KTA Kilat
  • Kredit Pintar
  • Maucash
  • Finmas
  • KlikACC
  • Akseleran
  • Ammana.id
  • PinjamanGO
  • KoinP2P
  • Pohondana
  • Mekar
  • AdaKami

6. Pertimbangkan cicilan atau tanggungan lain. Sebelum mengajukan pinjaman online, pastikan kamu tidak mempunyai cicilan dalam jumlah yang besar. Di sisi lain, perhatikan juga tanggunganmu yang lain, seperti uang kos bulanan, biaya makan, uang listrik dan air, dan lain-lain.

Penulis : Annette Thresia Ginting

Berbagai sumber