Ini 7 Bahaya Membawa Beban Tas Berat Menurut Para Ahli

130

Medan, Kovermagz – Pernahkah anda memikul berat beban berlebihan pada tas ransel yang anda gunakan? Entah saat berangkat ke sekolah, kuliah, bekerja atau apapun itu.

Tanpa kita sadari, beban berat pada tas ransel yang berlebihan memiliki efek tidak baik untuk kesehatan diri kita. Sebuah penelitian tahun 2013 dalam Journal of Applied Physiology mengungkapkan bahwa membawa tas berat secara terus-menerus bisa mengakibatkan kerusakan saraf, otot, hingga tulang.

Berikut 7 bahaya efek memakai tas ransel dalam jangka panjang dengan beban berlebihan. Simak selengkapnya:

  1. Muncul masalah nyeri sendi (Arthritis)

Prof. Dr. Charles Y. Kim, Ph.D, dokter spesialis rehabilitasi muskuloskeletal dan radiologi, mengatakan masalah arthtitis berhubungan langsung dengan kebiasaan gaya hidup seseorang.

Seringnya membawa beban berat di area punggung dan pundak adalah salah satunya. Ini dapat menimbulkan masalah peradangan sendi yang cukup serius.

2. Menghambat Pertumbuhan Tinggi

Ahli medis dan pakar kesehatan tulang membenarkan bahwa membawa beban yang terlalu berat secara terus menerus akan secara langsung menghambat tumbuh tinggi seseorang, khususnya pada masa pertumbuhan.

3. Terjadinya Miring Tulang Belakang (Skoliosis)

Skoliosis bisa terjadi apabila sering membawa tas hanya pada salah satu sisi bahu saja. Beban yang hanya ditumpu pada salah satu sisi sangat berbahaya bagi perubahan struktur bentuk tulang punggung kita.

Tulang belakang akan mengalami perubahan bentuk yaitu pergeseran (lebih miring ke kiri atau kanan). Gejala ini biasa disebut dengan skoliosis.

Baca Juga:  India at the Centre of Fight Against COVID-19

4. Tulang Belakang Membungkuk

Seringnya membawa beban yang terlalu berat juga memberikan dampak buruk pada kesehatan tulang belakang. Ini biasa terjadi pada masa pertumbuhan seseorang.

Pada masa pertumbuhan, beban berat yang menimpa bahu dan punggung akan dengan mudah memicu bungkuknya tulang belakang

5. Merusak Struktur Jaringan Tulang

Prof. Edmund Edelma M.D, ketua German Rheumatologists Association, mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab utama rusaknya struktur jaringan tulang secara menyeluruh adalah kebiasaan membawa tas yang terlalu berat.

Rusaknya struktur jaringan tulang ini akan menghambat sistem motorik seseorang, bahkan risiko stroke bisa saja terjadi.

6. Menyebabkan Osteoporosis

Terkikisnya kepadatan tulang akibat terlalu sering membawa beban berat akan semakin memudahkan terjadinya osteoporosis. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, kamu akan dapat mengalami osteoporosis lebih cepat dari usia normal terjangkitnya penyakit tersebut.

7. Mudah Stress

Stres adalah dampak buruk dari membawa tas berat yang jarang disadari. Beban berat yang dibawa setiap hari akan menimbulkan tekanan pada otot-otot tulang belakang karena mereka harus menyeimbangkan berat badan saat membawanya.

Jika proporsinya tidak seimbang, tubuh mengalami asimetris pada bagian tulang belakang dan mengakibatkan stres.

Bahaya-bahaya di atas tidak patut untuk kamu sepelekan. Mulai saat ini sebaiknya hindari kebiasaan membawa tas yang terlalu berat. Apapun alasannya, sering membawa tas berat memang tidak baik bagi kesehatan.

Reporter: Vicky Siregar
Foto: Istimewa