“Masyarakat Medan ini penduduknya beragam suku, ada Jawa, Batak, Tionghoa, Minangkabau, Melayu, Aceh dan keturunan India. Kesemua lima agama pun berkembang dengan cukup seimbang proporsional dengan jumlah penganutnya. Namun situasi belakangan ini memang sedikit memanas. Melalui kegiatan ini kami berharap bisa menyampaikan pesan: Jangan terpecah-belah. Berhenti berburuk-sangka. Hindarkan perselisihan karna perbedaan”, ucap Boydo Panjaitan, SH selaku CEO Kover Magazine.

Agenda yang awalnya dimulai dibuat oleh komunitas Indonesia.id ini sudah berlangsung dikota besar seperti, Jakarta dan Bandung. Di Jakarta lewat ‘ Tari Cokek’ berhasil mengundang 300-an orang partisipan, disusul Bandung dengan ‘Tarian Ketuk Tilu’ partisipan yang hadir sekitar 700-an orang. Elsa Silitonga selaku Editor in Chief Kover Magazine juga angkat bicara terkait kegiatan ini.

“Saya sangat antusias dengan kegiatan ini. Mengumpulkan 2019 orang masyarakat Medan dalam waktu semingguan akan sangat sulit jika tanpa keterlibatan dan support rekan-rekan di pemerintahan maupun di komunitas-komunitas lokal. Kegiatan ini bukan proyek siapa-siapa, melainkan aksi swadaya masyarakat kota Medan”,ujar Elsa
Tidak ada partisipan yang dipungut bayaran maupun yang dibayarin. Semua bergabung atas hati yang sama yakni hati yang bangga akan kota Medan. Namun partisipasi masyarakat masih sangat dibutuhkan. Selain menjadi partisipan penari, kami menerima bantuan produk, tenaga sukarela, maupun dana yang bisa ditransfer ke rekening Danamon 003618283513 (Kover Media Nusantara) atau menghubungi nomor kontak 082276304674,” tutup Elsa.


