Gereja Katolik ala India, Graha Velangkanni Cocok Bagi para Traveller

177

Penulis & Fotografer: Vicky SiregarKonstruksi bangunan yang unik dan perpaduan warna yang indah dari Graha Maria Annai Velangkanni ini berhasil membius masyarakat kota Medan untuk berbondong-bondong menyusuri setiap sudut ruangannya. Tak heran Graha Maria ini acap kali dijadikan destinasi pariwisata kota Medan.Gereja Katolik Bergaya IndiaGereja Katolik ini diresmikan pada 1 Oktober 2005 oleh Rudolf Pardede, Wakil Gubernur Sumatera Utara kala itu, ternyata menarik minat wisatawan dari luar kota Medan, seperti Aceh, Jakarta, Bandung, Makassar dan lainnya.Turis mancanegara dari Malaysia, Singapura, Australia, dan Jerman juga ikut memadati Graha Maria ini.Graha Maria Annai Velangkanni yang terletak di Jalan Sakura III No. 7-10, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan ini merupakan sebuah harta karun rohani bagi setiap pengunjung.Bukan hanya sebagai tempat ibadah umat Katolik, Graha Maria Annai Velangkanni juga dibuka untuk umum terutama sebagai objek wisata yang nyaman bagi para pengunjung.Berkonsep arsitektur Indo-Mughal, sekilas Graha Maria Annai Velangkanni ini terlihat seperti perpaduan gereja, kuil dan masjid. Sesuai dengan visi pembangunannya yaitu sebagai tempat kedamaian untuk semua orang dari berbagai latar belakang.Makna Tujuh Warna PelangiTak hanya desain arsitekturnya saja yang kaya akan makna, perpaduan berbagai warna juga menjadi khazanah yang menarik untuk diulik. Tujuh warna pelangi yang mendominasi Graha Maria memiliki arti tersendiri, yaitu hitam, abu-abu, putih, merah, hijau, biru dan kuning emas.Warna hitam melambangkan kegelapan dan keberdosaan. Jika diperhatikan jalan beraspal mulai dari pintu masuk Graha Maria ini, terlihat seperti sosok manusia telungkup bersujud dengan tangannya keluar menggeliat seakan mencari kemuliaan Tuhan.Abu-abu memiliki makna bahwa warna tersebut dianggap sebagai simbol pertobatan dalam Alkitab.Warna dominan Graha Maria ini adalah abu-abu dengan maksud untuk meminta ampunan kepada-Nya.Warna putih yang berarti kesucian dan kemurnian, mengingatkan manusia agar mencari kemuliaan Tuhan.Orang berdosa bersujud memohon belas kasihan Tuhan untuk menjadi murni dan suci kembali.Warna merah maknanya adalah pengorbanan.Setelah manusia menjadi kudus (putih) melalui pertobatan dan juga ingin tetap dalam kekudusan, seterusnya ia harus senantiasa mengorbankan dirinya dan menjauhkan diri dari dosa-dosa.Warna hijau mewakili kehidupan.Ketika seorang manusia kehilangan hidupnya melalui pengorbanan dirinya demi Tuhan dan demi orang lain, maka ia akan memiliki hidup Yang Maha Kuasa dalam dirinya sendiri.Warna biru ibarat warna surga yang diartikan bahwa hak masuk ke dalam surga dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai kehidupan Tuhan di dalam dirinya, sudah barang tentu pintu surga terbuka untuknya.Yang terakhir adalah warna kuning, warna tersebut adalah warna kemuliaan, maksudnya ketika manusia masuk surga, Tuhan akan memberikan kemuliaan-Nya yang kekal seperti yang terlihat di atas tiga kubah menara Graha Maria berwarna kuning emas.Pastor James Bharataputra SJ selaku perancang arsitektur Graha Maria Annai Velangkanni, butuh waktu tujuh tahun untuk dapat menemukan makna yang mendalam dari warna-warna yang digunakan pada Graha ini.Awalnya penggunaan multi-warna tersebut hanya untuk membuat indah bangunan agar tampilan Graha Maria menarik perhatian orang yang lewat di sekitarnya, tetapi siapa sangka, menurutnya Tuhan yang telah merencanakan tujuh warna pelangi tersebut.Keajaiban Senilai 4 MiliarKonsep Graha Maria Annai Velangkanni terinspirasi dari refleksi misteri inkarnasi seperti pada buku Latihan Rohani tentang pengalaman spiritual St. Ignatius dari Loyola pendiri Ordo Jesuit saat memimpin para pencari Tuhan ke dalam pengalaman Tuhan melalui retret.Pastor James menggambarkan bentuk utuh dari perenungan pokoknya sebagai Jesuit.Pembangunan Graha Maria Annai Velangkanni menghabiskan biaya empat miliar rupiah dengan hanya mengandalkan dana dari donator dan dikelola oleh amatiran. Hal ini terlihat tidak masuk akal dan aneh bagi kebanyakan orang, tetapi di sinilah keajaiban Tuhan seakan turut serta.Menurut Pastor James kelahiran 3 Juli 1938 ini, ia memimpikan sebuah tempat yang mana surga dan bumi bertemu dan menjadi tempat manusia saling berpelukan terlepas dari ras, kepercayaan dan bahasa.Tidak ada batasan untuk agama apapun berkunjung ke Graha ini, selagi memiliki niat yang baik, berlaku sopan dan tidak mengganggu orang-orang yang beribadah di dalamnya, maka pintu masuk Graha Maria Annai Velangkanni selalu terbuka lebar. Tak salah rasanya, jika pihak pemerintah kota Medan ikut mempromosikan Graha Maria ini sebagai salah satu wajah baru pariwisata kota Medan. Apalagi kota Medan terkenal sebagai kota majemuk dengan beragam kepercayaan serta tingkat toleransi yang tinggi.