Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Dokter Juga Punya Rasa Takut

192

Medan, Kovermagz – Menjadi orang terdepan untuk menghadapi pandemi yang menyerang seluruh dunia memang bukan tanggung jawab kecil.Terbukti, hingga saat ini banyak tim medis yang meregang nyawa akibat berjuang melawan pandemi.

Dr. Budianto Sigalingging, salah satu dokter spesialis penyakit dalam ini dipercaya menjadi salah satu dokter yang menangani pasien positif terpapar covid-19.

Selain Dr. Budi, ada juga Dr. Noni Suroso dan mereka juga dibantu beberapa dokter spesialis yang lain, seperti dokter spesialis jantung, saraf, dokter fisioterapi, dan dokter bedah.

Berjuang sejak Maret 2020

Memang, sejak awal Maret lalu rasanya kehidupan rumah sakit selalu dihantui oleh rasa takut dan cemas akan virus mematikan yang berasal Wuhan, China ini.

Dikutip pada laman HMStimes, Dr Budi menerangkan “untuk pasien mungkin sudah lebih 300 pasien yang sudah ditangani dirumah sakit ini saja, itu dari berbagai daerah, silih berganti, dan 90 persen pasien itu sembuh, salah satunya Boydo Panjaitan dan Istrinya, beserta ibu mertuanya yang sudah 70 tahun,” ucapnya.

Dr. Budi juga menerangkan, umumnya pasien yang terkena covid-19 diatas 60 tahun biasanya sudah memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, sakit jantung, ginjal, dan hipertensi. “Lebih berat, tidak menutup kemungkinan susah sembuh,” tambahnya.

Sempat mengalami kendala pada awal penanganan, kini fasilitas serta pelayanan dan prasarana untuk kasus covid-19 saat ini sudah semakin membaik. Meski demikian, ia sempat mengutarakan bahwa rumah sakit sempat “tercoreng” ketika muncul istilah “di-covid-kan”, yaitu pasien meninggal yang diduga tidak terpapar covid-19 tetapi dimakamkan secara protokol covid-19.

Baca Juga:  ALBUM "KOMPILASI SATU DEKADE MEDAN BLUES SOCIETY” IS OUT!!

Menurut Dr. Budi tim medis dan pemerintah sudah bener-benar serius dalam menghadapi covid-19. “Karena itu kalau ada anggota keluarga yang memungkinkan terpapar covid-19 jangan ragu untuk berobat, jangan terpengaruh oleh istilah masyarakat di-covid-kan, penyakit ini dapat disembuhkan kalau cepat ditangani,” pungkas Dr. Budi.

Jika dilihat lebih jauh, kasus ini memang cukup menakutkan. Banyaknya korban jiwa akibat virus ini membuat kita harus semakin mawas diri dalam menjaga kesehata diri dan keluarga. “Pasti ada rasa takut, apalagi saat pertama, pada saat covid-19 merebak di Indonesia. Pada saat itu fasilitas masih sangat minim dan terbatas. Rasa takut pasti selalu muncul apalagi ketika melihat banyak sejawat kita yang terkena dan meninggal,” ucapnya.

Meski begitu, ia tetap semangat dan optimis dalam menjalani pekerjaannya ini. Karena pada dasarnya tugas seorang dokter adalah menolong pasiennya yang membutuhkan pertolongan.

Dr. Budi juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah, seperti rajin untuk mencuci tangan, jaga jarak dengan orang dan tetap memakai masker untuk mencegah penularan virus ini semakin jauh.

Sumber: hmstimes