Jong Bataks Arts Festival 7 Usung Keberagaman

42
Medan, Kovermagz – Apa arti kata Pemuda Menurutmu? Mungkin adalah Kreatif, produktif, sensiti, pelopor, berdikari, dan berani bilang tidak.
Itulah inti terpenting dari arti “Pemuda” menurut beberapa kalangan pemuda-pemudi di medan menyebutkannya.
Pada Rabu,28 Oktober 2020 lalu, Jong Bataks Arts Festival dibuka secara virtual melalui Live di akun Youtube RKI Project dipandu Novita Adriani Butar-butar selaku MC di kegiatan ini dibuka dengan pembacaan.
Jong Bataks Arts Festival tahun ini merupakan tahun ke-7 dan ditayangkan secara virtual dari tanggal 28-31 oktober 2020 dengan mengusung keberagaman sebagai konsepnya.
Audrin Manurung selaku Direktur Jong Bataks Arts Festival menjelaskan Medan memiliki keberagaman yang melimpah baik suku maupun agama. Perbedaan sering kali menjadi konfilk lantaran rendahnya rasa toleran. Hal inilah yang menjadi alasan bagi Jong Bataks Arts Festival dengan semangat sumpah pemuda membangun rasa toleran antar umat beragama dan berbeda suku.
“Kalau kita tahu kan Istana Maimun identik dengan Melayu, nanti kita akan hadirkan Pertunjukan etnik musik Toba di Istana Maimun,” jelas Audrin.
Jong Bataks Arts Festival mengangkat semua etnik yang ada di Sumatera Utara yang disajikan dalam musik sesuai teman Jong Bataks Arts Festival tahun ini, sesuai tema “Alunan Mantra Kala”.
Selain itu, Jong Bataks Arts Festival juga menjadikan icon-icon yang ada di Medan seperti Kantor Pos Titik Nol Medan, Kesawan, Tugu SIB, Tugu Patimmpus, dan lain sebagainya.
“Kami akan menampilkan atraksi Arts performance di jalanan untuk memberitahu kepada masyarakat, beginilah Medan itu sebenarnya.”
Adapun para pengisi acara yang ikut serta dalam acara yang dipadukan dalam musik etnik ini ialah: Musikolog, Parakustik, T-Sniper, Air Ethniccity, Hana Pagit, dan di awal acara membuka dengan lagu nasional berjudul “Satu Nusa Satu Bangsa”.
Pemain gitar solo ini menyebutkan arti dari “Pemuda” baginya ialah sosok yang seharusnya lebih berani berfikir out of the box terutama di dalam bidang kekreatifitasan agar tidak tertinggal dengan negara-negara yang lebih maju.
Saint Gabriel, sedikit berbeda dalam penyampaiannya arti dari Pemuda, penyanyi belia ini lebih memfokuskan ke perempuan-perempuan yang selama ini masih sering disepelekan dalam hal berkarya.
Seperti lagu-lagu yang mereka bawakan yang semuanya bertemakan “Perjuangan Perempuan” yang diciptakan bersama Lusti dari Komunitas Perempuan Hari Ini. Lagu tersebut ditujukan untuk semua kalangan perempuan termasuk para ibu, anak-anak maupun PSK yang mengalami kekerasan di rumah tangga, pelecehan maupun diskriminasi lainnya.
Ia berharap dengan adanya lagu ini semua perempuan tidak lagi lemah melainkan tegar dan berdiri dengan tegap dalam menghadapai permasalahan hidup.
Kemudian Audrin juga berharap Jong Bataks Arts Festival mampu menghadirkan spirit sumpah pemuda bagi para penonton baik masyarakat Medan maupun di luar Medan. Banyak hal yang terjadi di kehidupan bernegara dan berbudaya sekarang ini. Hendaknya kita yang muda sekarang mengambil peran, tutupnya.
Penulis : Annette Thresia Ginting
Dokumentasi: Dok. Pribadi
Baca Juga:  Resmi Tayang 4 Desember di Indonesia, Ini Sinopsis Singkat Film Disney: Mulan