Dokan Arts Festival#4 – Mendorong Desa Dokan menjadi  Desa Pemajuan Kebudayaan

49

Medan, KoverMagz – Dokan Art Festival#4 merupakan sebuah sebuah festival warga yang berlokasi di Dokan Kabupaten Karo. Dokan Art Festival adalah sebuah pagelaran seni budaya dengan usaha menggali Kearifan lokal  Karo disesuaikan dengan kondisi kekinian pada masyarakat secara umum. Latar belakang Dokan art festival Desa Dokan memiliki kearifan lokal yang luar biasa, terutama tradisi lisan yang tidak semua mengetahuinya terutama generasi penerus.

Kegiatan tersebut dikatakan Direktur  Dokan Arts Festival, Brevin Tarigan sebagai upaya untuk mengali kebudayaan di Tanah Karo dan  meningkatkan pariwisata Karo dan kembali menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Melalui festival ini lah kita mendorong transfer pengetahuan bagaimana tradisi -tradisi  lisan ini bisa diketahui orang banyak. Setiap tahunnya tema Dokan Art Festival berbeda-beda. Sesuai dengan capaian-capaian yang ditargetkan.

Pada Festival Dokan Art Festival-4 tahun ini diadakan pada tanggal 25-26 Mei 2021 yang lalu dengan dua pertunjukan besar yaitu Si Beru Dayang  berupa drama tari dan Penganjak Sitajur Kuda yang berupa pertunjukan musikal atau opera musikal. Siberu Dayang adalah istilah masyarakat  Tanah Karo,Sumatera Utara, untuk menyebut tanaman padi.

Konon, padi atau beras yang kini menjadi makanan pokok masyarakat Tanah Karo merupakan penjelmaan seorang anak yang bernama Si Beru Dayang. Sedangkan Penganjak Kuda Sitajur merupakan sebuah tradisi lisan pada masyarakat Karo yang menceritakan tentang seorang panglima perang bernama Sitajur dengan menunggangi kuda/penganjak Kuda yang pergi berperang unyuk melawan penjajah. Sitajur melawan penjajah atas dasar mendapatkan informasi bahwa kawasan mereka telah diserang.

Saat berada di medan perang,terjadilah pertempuran yang sengit. Hingga pada akhirnya Sitajur harus tunduk kepada penjajah dan harus kehilangan nyawanya akibat ditembak oleh para penjajah.

Baca Juga:  Inovasi Terbaru, Daging Terbuat dari Sayuran Enak dan Sehat

Kegiatan tersebut dikatakan Direktur Dokan Arts Festival, Brevin Tarigan sebagai upaya untuk meningkatkan pariwisata Karo dan kembali menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Melalui festival ini lah kita mendorong transfer pengetahuan bagaimana tradisi -tradisi  lisan ini bisa diketahui orang banyak. Setiap tahunnya tema Dokan Art Festival berbeda-beda. Sesuai dengan capaian-capaian yang ditargetkan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan seperti Arih – Arih Dokan Arts Festival,Workshop Pembuatan Kulcapi, De Tradisi ,ISBI ACEH Siberu Dayang ( Theatrical Musical )

Kepala Desa Dokan Bapak Martinus Sembiring mengatakan Dokan Art Festival diharapkan mampu maju menjadi event tingkat Internasional,karena Desa Dokan mempunyai potensi yang tinggi seperti Desa Adat,Desa Budaya dan Potensi Alamnya yang mendukung untuk meningkatkan wisatawan,karena Desa Dokan merupakan pintu gerbang menuju Danau Toba. Menurut Ojax Manalu Direktur Rumah Karya Indonesia

Tiga tahun yang lalu Dokan Art Festival sempat tidak dilanjutkan karena banyak hal yang perlu dievaluasi kembali.Pada Dokan Art Festival-4 dimulai dengan semangat baru dan generasi-generasi yang baru.Dan festival ini menjadi satu pemicu untuk mengangkat kearifan lokal di desa tersebut.

Sedangkan tantangan yang kita hadapi tentunya pandemi covid-19 yang membatasi jumlah pengunjung yang ingin datang,karena dalam penyelenggaraan Dokan Art Festival ini menerapak protokol kesehatan yang ketat,sehingga masyarakat yang berada diluar desa Dokan menyaksikannya melalui live streaming.Semoga melalui adanya kolaborasi, masyarakat mau berlatih,dan setiap bulannya akan melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang mereka kelola sendiri.