Deretan Tradisi Pemakaman Paling Unik dari Berbagai Negara di dunia

Suku Caviteno – Filipina

Suku Caviteno akan meletakkan mayat di dalam pohon dengan bentuk vertikal yang ditutup. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan suku bahwa manusia yang telah mati akan menyerahkan kembali segalanya kepada alam. Uniknya, orang yang meninggal akan memilih sendiri pohon mana yang hendak digunakan sebelum mereka benar-benar meninggal dunia.

Adapun di wilayah Filipina lainnya, masyarakat menampilkan peti mati yang digantung di tebing guna membawa jiwa orang mati lebih dekat ke surga. Ini merupakan tradisi penguburan kuno yang diyakini sudah ada sejak 2.000 tahun lalu. Sebelum dimasukkan ke dalam peti, jenazah didudukkan di atas kursi yang ditutup selimut. Kemudian diasapi untuk mencegah pembusukan.

Mumi modern Papua Nugini 

Di Mesir, mumifikasi orang yang sudah meninggal adalah tradisi kuno antara abad keempat dan ketujuh Masehi. Tetapi tradisi itu masih hidup dalam masyarakat Anga di Papua Nugini. Dengan dimumikan, jenazah keluarganya dapat lebih mudah diingat daripada dikubur

Berbeda dengan teknik Mesir kuno, suku Anga justru melakukan mumifikasi jenazah dengan proses pengasapan selama tiga bulan, untuk mencegah pembusukan.

Kushinbutsu di Jepang

Pemakaman unik di dunia lain yang wajib Anda ketahui adalah cara mumifikasi para biksu atau biarawan Jepang. Tradisi Sokushinbutsu merupakan proses panjang nan keras yang mengantarkan para biksu menuju alam kematian. Para biksu yang hendak meninggal akan melakukan proses keras seperti diet kacang-kacangan dan buah, kehilangan cairan tubuh, melakukan aktivitas keras dan meracuni tubuh sendiri guna menghilangkan risiko tubuh diserang belatung.

Selanjutnya para biksu akan menunggu kematian di makam batu. Mereka akan membunyikan lonceng setiap hari sampai lonceng tersebut terhenti yang menandakan bahwa mereka tak lagi bernapas. Makam batu akan ditutup hingga kurun waktu seribu hari sebelum dibuka untuk proses verifikasi mumifikasi.

Jasad Diarak dalam Parade

Mengutip dari Britannica, sebuah tradisi unik dari Varanasi, India yang mengarak orang meninggal di jalan sebelum dikremasi. Jasad dipakaikan pakaian berwarna yang menjadi simbol dari kebaikan semasa hidup, seperti merah untuk kemurnian atau kuning untuk pengetahuan. 

Selain itu, tubuh jenazah juga diperciki dengan air dari sungai Gangga untuk mendorong jiwa mencapai keselamatan dan mengakhiri siklus reinkarnasi. Selanjutnya, barulah jenazah itu akan dikremasi di tempat kremasi utama kota.

Perayaan kematian di Ghana

Kalau Anda berkunjung ke Ghana, bisa saja mendapatkan kesempatan menyaksikan ritual pemakaman unik di dunia. Mereka membuat peti mati fantasi atau memiliki bentuk sesuai profesi yang dimiliki orang yag meninggal semasa hidup.

Tak heran kalau peti mati fantasi bisa berbentuk kapal, pesawat terbang dan lain-lain sesuai dengan cita-cita, profesi, keinginan orang yang meninggal. Pemakaman unik di dunia ini menggambarkan cara masyarakat Ghana menunjukkan cinta kasih pada keluarga yang telah pergi. Mereka ingin mengantarkan orang terkasih yang telah meninggal ke alam kubur dengan penuh gaya.