
Color corrector semakin populer karena mampu mengatasi masalah warna kulit yang tidak merata, mulai dari kemerahan, lingkaran hitam, hingga kulit kusam yang sering kali tidak bisa ditutupi hanya dengan concealer. Teknik ini bekerja berdasarkan teori warna, yaitu warna-warna yang saling berlawanan mampu menetralisir satu sama lain. Saat dipilih dengan benar, color corrector membuat foundation dan concealer bekerja lebih optimal dan hasil makeup tampak lebih halus.
Namun, banyak orang masih bingung harus memakai warna apa. Padahal, tiap shade color corrector punya fungsi berbeda untuk berbagai jenis masalah kulit, dari hijau, peach, hingga ungu. Kesalahan memilih warna bisa membuat hasil makeup tampak abu-abu, tidak rata, bahkan justru menonjolkan area yang ingin ditutupi. Karena itu, memahami karakter setiap warna sangat penting sebelum mengaplikasikannya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis color corrector dan fungsinya supaya kamu bisa menentukan warna yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit. keep scrolling, Sobat Kovermagz!
1. Hijau
Kalau masalah utama kulitmu adalah jerawat yang sedang meradang, bekas jerawat kemerahan, atau kondisi kulit seperti rosacea, color corrector warna hijau adalah sahabat terbaikmu.
Di roda warna, hijau berhadapan langsung dengan merah. Jadi, warna hijau akan langsung menetralkan rona merah yang menyala di kulitmu.
Cara Pakai: Jangan oleskan ke seluruh wajah seperti foundation! Cukup totolkan green color corrector tipis-tipis saja pas di atas jerawat atau area yang merah. Tap-tap perlahan menggunakan jari atau brush kecil agar menyatu, diamkan sebentar, lalu tumpuk dengan concealer warna kulitmu atau foundation.
2. Peach, Orange, atau Merah
Lingkaran hitam di bawah mata alias mata panda biasanya punya undertone biru, ungu, atau keabuan yang bikin wajah kelihatan capek dan kurang tidur. Kalau kamu langsung timpa pakai concealer warna terang, area bawah mata malah akan terlihat abu-abu seperti asbak.
Pilih Sesuai Skintone:
- Peach/Salmon: Cocok untuk kamu yang punya kulit fair hingga light-medium. Warna peach yang lembut cukup untuk menetralkan warna kebiruan di bawah mata tanpa membuatnya terlihat too much.
- Orange: Nah, kalau kulitmu sawo matang atau tan, orange concealer adalah jawabannya. Pigmen orange lebih kuat untuk menetralkan kegelapan di bawah mata pada kulit yang lebih gelap.
- Merah: Untuk kamu yang punya deep skintone dengan mata panda yang sangat gelap, color corrector warna merah bisa diandalkan.
Cara Pakai: Aplikasikan hanya pada area yang gelap (biasanya di sudut dalam mata dan cekungan bawah mata). Baurkan perlahan, lalu aplikasikan concealer warna kulit untuk menyamarkan warna corrector-nya.
3. Ungu/Lavender
Pernah merasa wajah terlihat kusam, pucat, atau ada bagian wajah yang terlalu kuning? Color corrector warna ungu muda (lavender) bisa mengembalikan kecerahan wajahmu.
Ungu adalah warna yang berseberangan dengan kuning. Jadi, warna ini sangat efektif untuk menetralisir rona kuning yang berlebihan dan memberi efek brightening pada kulit yang kusam.
Cara Pakai: Biasanya color corrector ungu diaplikasikan di area dahi, tulang pipi, atau di sepanjang rahang untuk mencerahkan. Kalau kusamnya di seluruh wajah, akan lebih efektif jika kamu menggunakan primer berwarna ungu sebelum memakai makeup complexion.
4. Kuning
Kalau kamu punya masalah bekas jerawat yang menghitam atau lebam ringan, color corrector kuning adalah solusinya.
Warna kuning bagus banget untuk meratakan warna kulit yang tidak merata dan menetralkan rona keunguan atau kecokelatan yang ringan. Selain itu, color corrector kuning juga sering dipakai sebagai highlight natural di area T-zone (dahi, hidung, dagu).
Cara Pakai: Aplikasikan pada noda hitam, ratakan, dan tutup dengan foundation.


