Catat! Ini Penyebab Sulit Tidur Meski Badan Lelah

Sulit tidur meskipun seharian lelah beraktivitas dan lelah pastinya pernah Sobat Kovermagz alami. Situasi ini sering membuat bingung karena tubuh terasa kehabisan energi, tetapi pikiran tetap aktif. Kondisi tersebut kerap berkaitan dengan kualitas tidur yang kurang baik, bukan semata soal kurangnya durasi istirahat.

Sebenarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang, mulai dari kebiasaan harian hingga kondisi kesehatan tertentu. Memahami penyebab-penyebab ini penting supaya Anda bisa memperbaiki pola tidur.

Mengenali pemicunya menjadi langkah awal untuk membantu tubuh kembali mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Dengan begitu, rasa lelah di siang hari tidak terus berulang. Apa saja penyebabnya? langsung saja simak penjelasan di bawah ini: 

Kecemasan dan kualitas tidur

Rasa cemas membuat pikiran terus berpacu, sehingga sulit untuk benar-benar rileks. Kondisi ini tidak kondusif untuk memulai tidur yang tenang dan nyenyak.

Tak heran jika adanya gangguan tidur menjadi salah satu gejala umum untuk menjadi gangguan kecemasan. Kecemasan juga dapat meningkatkan kewaspadaan tubuh, sehingga waktu untuk terlelap menjadi lebih lama.

Konsumsi Kafein

Penelitian menunjukkan bahwa 200 mg kafein atau sekitar 16 ons kopi seduh yang dikonsumsi 16 jam sebelum tidur, dapat memengaruhi kualitas tidur. Mengonsumsi kafein sebanyak 400 mg dalam enam jam atau kurang sebelum tidur, secara signifikan menurunkan kualitas tidur.

Usahakan tidak mengonsumsi kafein dalam 4-6 jam sebelum tidur. Sebagai contoh, jika ingin tidur jam 10 malam, maka pukul 4 sore adalah batas waktu yang baik untuk minum kopi.

Stres Berkepanjangan

Ketika kamu mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Masalahnya, kortisol ini mempersiapkan tubuh untuk “bertarung atau lari”, bukan untuk tidur. Maka wajar kalau tubuhmu tetap siaga walaupun lelah.

Menurut American Psychological Association, stres kronis bisa menyebabkan gangguan tidur jangka panjang, termasuk insomnia.

Tidur siang

Pada dasarnya, tidur siang tidaklah buruk. Bahkan, tidur siang memiliki beberapa manfaat kesehatan. Namun, tidur siang terlalu lama dan tidak konsisten dapat membuat kita sulit terlelap di malam hari.

Penelitian menunjukkan, tidur siang terlalu lama dan tidur siang menjelang sore dapat membuat sulit tidur pada malam hari, kualitas tidur menjadi buruk, dan menjadi sering terbangun. Agar tidur siang memberikan manfaat, cobalah tidur selama 20-30 menit dan lakukan pada waktu yang sama setiap harinya.

Makan Sebelum Tidur Malam

Kalau Anda suka makan besar sebelum tidur, ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa susah tidur malam padahal ngantuk. Perut yang penuh dapat menyebabkan heartburn atau rasa panas di dada saat berbaring. Kondisi ini membuat tubuh terasa tidak nyaman, sehingga sulit untuk tertidur nyenyak. Sebaiknya, beri jarak minimal 3 jam antara makan malam dengan waktu tidur. Dengan begitu, tubuh punya waktu untuk mencerna makanan sebelum beristirahat.

Merokok dan Minum Alkohol

Banyak orang berpikir alkohol bisa membantu tidur, padahal justru sebaliknya. Alkohol memang membuat Anda cepat mengantuk, tapi kemudian mengganggu siklus tidur normal dan menyebabkan tidur tidak nyenyak. Merokok juga memperburuk keadaan karena nikotin adalah zat stimulan, terutama jika merokok atau minum alkohol menjelang tidur. Lebih baik hindari keduanya untuk menjaga kualitas tidur.

 Menggunakan Gadget Sebelum Tidur

Terlalu lama menatap layar gadget di malam hari dapat membuat otak tetap aktif dan sulit “tenang”. Cahaya biru dari layar gadget menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, otak tetap merasa “terjaga” meski tubuh sebenarnya sudah lelah. Usahakan berhenti menggunakan gadget setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur.

Baca Juga:  5 Penyakit Lain yang Ditularkan Tikus, Bukan Hanya Hantavirus