Tren lari jarak jauh semakin diminati oleh kaum muda, seiring maraknya running event di berbagai kota Indonesia. Apalagi di kalangan pekerja muda dan komunitas lari. Namun dibalik euforia garis finis dan catatan waktu pribadi, ada ancaman serius yang kerap luput disadari pelari, yaitu heatstroke.
Heat stroke adalah bentuk paling berat dari penyakit terkait dengan panas (heat-related illness), yaitu kondisi ketika tubuh tak dapat menurunkan suhu sendiri. Spektrum penyakit ini berawal dari kram panas ringan, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga akhirnya sengatan panas yang membahayakan jiwa.
Penasaran lebih jauh mengenai heatstroke? langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Heatstroke?
Panas ekstrem (heat stroke) adalah penyakit yang berhubungan dengan panas yang ditandai peningkatan suhu tubuh dengan cepat yang mencapai ≥40°C. Pasien memiliki tanda-tanda klinis disfungsi sistem saraf pusat berupa kebingungan, ataksia, delirium, atau kejang yang terjadi setelah aktivitas fisik yang berat atau paparan cuaca panas.
Ada dua bentuk panas ekstrem, classic dan exertional. Classic heat stroke yang disebabkan oleh paparan panas tanpa adanya aktivitas fisik, sedangkan exertional heat stroke disebabkan oleh aktivitas fisik berat yang dilakukan secara normal, dalam cuaca panas atau lembab.
Gejala Heat Stroke
Gejala heat stroke bisa berkembang dengan cepat dan sebaiknya mendapat penanganan medis secepatnya. Gejala itu bisa bervariasi, umumnya:
- Suhu tubuh melonjak tinggi hingga 40 derajat Celsius atau lebih
- Perubahan status mental, dari kebingungan ringan, disorientasi, gelisah, halusinasi,kejang, hingga koma dalam kasus yang parah
- Kulit panas dan kering karena kegagalan produksi keringat, kecuali pada orang yang sedang melakukan aktivitas fisik berat yang kulitnya mungkin masih terasa lembap
- Mual dan muntah
- Detak jantung cepat dan kuat
- Napas cepat atau hiperventilasi
- Sakit kepala hebat dengan denyut, terutama pada bagian frontal(depan)
- Kram otot dan kelemahan
- Penurunan produksi urine
Pencegahan Heatstroke
Heatstroke dapat diprediksi dan dicegah. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah sengatan panas saat cuaca panas:
- Kenakan pakaian yang longgar dan ringan. Mengenakan pakaian berlebih atau pakaian yang terlalu ketat tidak akan membantu kondisi tubuh menjadi lebih baik.
- Melindungi dari sengatan matahari. Lindungi diri di luar ruangan dengan topi lebar dan kacamata hitam, serta gunakan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 15. Oleskan tabir surya secukupnya, dan aplikasikan kembali setiap dua jam.
- Minum banyak cairan. Tetap terhidrasi akan membantu tubuh berkeringat dan menjaga suhu tubuh normal.
Heatstroke jarang datang tanpa tanda. Tubuh biasanya memberi peringatan lebih dulu, mulai dari keringat berlebihan, kacamata yang beruap, hingga tubuh terasa sempoyongan. Itu adalah fase ketika tubuh mulai gagal menyeimbangkan panas, dan suhu inti mendekati titik kritis.
Jika dipaksakan, dampaknya bisa fatal. Respon terbaik saat gejala muncul justru bertolak belakang dengan insting kompetitif. Berhenti mendadak bukan solusi, karena bisa berdampak buruk pada jantung. Langkah yang disarankan adalah menurunkan intensitas secara bertahap.
Untuk yang suka lari sebaiknya mengurangi pace, berjalan jika perlu, dan segera menuju water station untuk menghidrasi tubuh, mengisi elektrolit, serta menurunkan suhu. Jika kondisi tak kunjung membaik, satu-satunya pilihan adalah menuju bagian medis.


