Catat! 7 Cara Efektif untuk Menghilangkan Bau Kaki yang Mengganggu

xr:d:DAFziyaZMPc:2,j:7017016738261479948,t:23110803

Bau kaki tentu menjadi salah satu hal yang membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Maka dari itu, sangat penting bagi orang yang mengalami masalah tersebut untuk mengetahui cara menghilangkan bau kaki.

Sebab, apabila terus dibiarkan, maka bukan hanya diri sendiri saja yang merasa terganggu dan tidak percaya diri. Namun, juga orang di sekitarnya yang mencium aroma tidak sedap tersebut.

Kovermagz sudah merangkum beberapa cara ampuh menghilangkan bau kaki yang bisa kamu coba. Yuk, simak tips selengkapnya berikut ini!

1. Jaga Kebersihan Kaki dengan Beberapa Tips

Menjaga kebersihan kaki adalah langkah pertama dalam mencegah bau tidak sedap. Dr. Nicole Brouyette, seorang podiatris di Henry Ford Health, merekomendasikan untuk mencuci kaki setiap hari dengan sabun antibakteri dan air hangat.

Setelah mencuci, pastikan kaki benar-benar kering, terutama di antara jari-jari, karena area lembap dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau. Selain itu, menjaga kebersihan kuku kaki dan menghilangkan kulit mati dengan batu apung atau foot file dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri.

Mengutip University Hospitals, penggunaan batu apung atau foot file secara teratur dapat membantu menjaga kebersihan kaki dan mencegah bau. ​

2. Gunakan Kaos Kaki yang Menyerap Keringat

Pemilihan kaos kaki yang tepat dapat membantu mengontrol kelembapan pada kaki. Dr. Paul Langer, seorang ahli penyakit kaki yang dikutip oleh Prevention, menyarankan untuk menggunakan kaos kaki berbahan wol atau serat sintetis dengan kemampuan menyerap keringat lebih baik daripada katun. Kaos kaki dengan serat tembaga atau perak juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri. ​

Gantilah kaos kaki secara teratur, terutama jika kaki kamu mudah berkeringat. Dr. Nicole Brouyette juga menyarankan untuk mengganti kaos kaki setidaknya sekali sehari, dan lebih sering jika kamu berkeringat banyak, serta memilih kaos kaki dengan bahan yang dapat menyerap kelembapan.

3. Pilih Sepatu yang Bernapas dan Bergantian

Sepatu yang terbuat dari bahan bernapas seperti kulit atau kanvas dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam sepatu. Mengutip Prevention, Dr. Rebecca Baxt, seorang dokter kulit, menyarankan untuk menghindari sepatu berbahan plastik atau karet yang dapat menjebak keringat. Selain itu, hindari memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut untuk memberi waktu agar sepatu kering sepenuhnya. ​

Menggunakan semprotan disinfektan pada sepatu juga dapat membantu membunuh bakteri penyebab bau. Menurut informasi dari University Hospitals, menyemprotkan disinfektan seperti Lysol ke dalam sepatu dan membiarkannya kering sepenuhnya sebelum digunakan kembali dapat membantu mengurangi bau.

Baca Juga:  Jangan Sepele! Ini 5 Tanda Tubuh Butuh Lebih Banyak Air

4. Gunakan Antiperspirant Khusus Kaki

Antiperspirant tidak hanya untuk ketiak, tetapi juga bisa sebagai produk khusus kaki yang dapat membantu mengurangi keringat berlebih. Menurut laman Byrdie, antiperspirant yang mengandung aluminium klorida dapat efektif dalam mengendalikan keringat pada kaki. Untuk kasus yang lebih parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan resep antiperspirant yang lebih kuat atau perawatan lain seperti iontophoresis. ​

Penggunaan antiperspirant kaki secara teratur dapat membantu menjaga kaki tetap kering dan bebas bau sepanjang hari. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk dan berkonsultasi dengan dokter jika kamu memiliki kulit sensitif atau kondisi medis tertentu.

5. Lakukan Perendaman Kaki Secara Teratur

Merendam kaki dalam larutan tertentu dapat membantu mengurangi bau. Dr. Diana Bihova merekomendasikan perendaman kaki dalam larutan teh karena kandungan tanin yang dapat mengurangi keringat. Alternatif lain adalah merendam kaki dalam larutan cuka atau baking soda yang dapat membantu menyeimbangkan pH kulit dan mengurangi pertumbuhan bakteri. ​

Lakukan perendaman ini beberapa kali seminggu untuk hasil optimal. Pastikan untuk mengeringkan kaki dengan baik setelah perendaman dan menghindari perendaman jika kamu memiliki luka terbuka atau infeksi pada kaki.

6. Perhatikan Kebersihan dan Kondisi Sepatu

Sepatu yang kotor, lembap, atau tidak pernah diganti sol-nya bisa jadi penyebab utama bau kaki. Menurut Dr. Tracey Vlahovic, seorang ahli penyakit kaki dari Temple University School of Podiatric Medicine, mengutip WebMD, sepatu yang lembap merupakan tempat sempurna bagi bakteri berkembang biak. Ia menyarankan agar kamu selalu memastikan sepatu benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Selain itu, American Podiatric Medical Association menyarankan untuk tidak memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut dan rutin mencuci sepatu yang bisa dicuci. Kamu juga bisa menggunakan semprotan disinfektan atau menaruh kantong silica gel atau soda kue di dalam sepatu semalaman untuk menyerap kelembapan berlebih.

7. Konsultasi Medis Bila Bau Tak Kunjung Hilang

Jika semua upaya telah kamu lakukan dan bau kaki tetap membandel, bisa jadi itu tanda kondisi medis lain yang lebih serius. Dr. Jabeen Begum, seorang dokter kulit dari Texas Health Arlington Memorial Hospital, menyebut dalam wawancaranya dengan Healthline bahwa kondisi seperti pitted keratolysis—infeksi bakteri yang menyebabkan lubang kecil di telapak kaki—dapat menyebabkan bau menyengat dan memerlukan antibiotik topikal atau oral.