
Liburan ke Jepang memang jadi favorit banyak orang. tidak hanya dikenal dengan teknologinya yang canggih, keindahan alam, sejarah dan budayanya juga sangat memukau. Jepang juga dikenal sebagai negara yang disiplin dan taat pada peraturan.
Merencanakan perjalanan ke Jepang? Artikel ini akan memandu kamu melalui aturan-aturan penting di Jepang yang perlu diketahui setiap wisatawan. Sobat Kover akan mempelajari tentang norma budaya, tata krama di restoran, dan kebiasaan dasar. Hindari kesalahan umum dan jadikan liburan lancar dan menyenangkan!
Ada banyak peraturan tertulis dan tidak tertulis yang wajib dipatuhi, diantaranya :
Jangan Buang Sampah Sembarangan
Orang Jepang terkenal dengan kebersihan jalan nya, Jepang adalah negara yang bebas sampah dan sulit menemukan tempat sampah. Orang Jepang biasanya akan menyimpan sampah mereka sampai menemukan tempat sampah atau ketika sampai di rumah. Jika menemukan tempat sampah umum di Jepang, biasanya itu adalah tempat sampah minimarket atau di toilet umum.
Etika Saat Makan
Saat makan di restoran dan tempat makan, kamu bisa mengucapkan “itadakimasu” sebagai rasa syukur menikmati makanan. Kamu boleh mengangkat mangkuk nasi, piring kecil, dan mangkuk mie untuk memudahkan saat makan dengan sumpit.
Kamu tidak boleh bersendawa di meja makan karena dianggap tidak sopan. Hindari mengangkat piring besar dan pindahkan makanan ke piring atau mangkuk yang lebih kecil jika ingin mengangkatnya.
Dilarang merokok di sembarangan tempat
Peraturan ini wajib kamu patuhi ya, karena kalau dilanggar, kamu bisa kena denda yang lumayan besar yaitu sebesar 300.000 Yen atau sekitar Rp 32 jutaan. Beda banget dengan di Indonesia, Jepang melarang para perokok untuk merokok di dalam ruangan termasuk juga di jalanan. Biasanya mereka nyediain sudut khusus untuk para perokok supaya tidak merokok di sembarang tempat lagi.
Dilarang menyeberang jalan sembarangan
Tertib adalah salah satu budaya Jepang yang bisa kita contoh. Kalau liburan ke Jepang, kamu akan ngeliat sendiri betapa tertibnya penyeberang jalan. Setiap penyeberang jalan akan menyebrang melalui zebra cross, ngga boleh di sembarangan tempat.
Meski jalanan sepi, asalkan lampu untuk menyeberang belum menyala, mereka akan tetap berdiri di tempat dan menunggu sampai lampu menyala. Ini beda banget dengan etika di negara kita. Jadi, kalau kamu melanggar peraturan ini dan menyeberang jalan sembarangan, kamu bisa didenda sebesar 50.000 Yen atau setara dengan Rp 6 juta.
Dilarang foto sembarangan
Jepang melarang pengambilan foto sembarangan, seperti mengambil foto orang di kerumunan yang menampakkan wajah, atau mengambil foto bangunan pribadi dan sebagainya. Ini karena Jepang sangat menjaga privasi masing – masing orang.
Kamu harus hati – hati dan wajib ijin sebelum mengabadikan sesuatu dalam sebuah foto. Karena dalam peraturan yang diluncurkan baru – baru ini, Jepang akan memberikan denda pada pelaku yang mengambil foto sembarangan sebesar 3.000.000 Yen atau setara dengan Rp 325 juta!
Dilarang makan sambil jalan
Sobat kovermagz yang terbiasa makan cemilan sambil jalan, saat berlibur ke Jepang sebaiknya jangan dilakukan. Jepang melarang turis makan sambil jalan, karena beberapa alasan seperti dianggap tidak menghargai makanan.
Hal ini juga akan berpotensi membuang sampah sembarangan jika tidak menemukan tempat sampah. Jadi disarankan untuk makan sambil duduk atau berdiri diam. Melanggar bisa dikenakan denda sebesar 72.000 Yen atau setara Rp 8 juta.
Menyeruput dengan Keras
Jika di banyak negara menyeruput mie dianggap berisik, namun di Jepang semakin keras suaramu menyeruput mie, semakin kamu dianggap menghargai koki dan mensyukuri makanan yang lezat saat disantap. Ingat, jangan menyeruput mi yang tanpa kuah, seperti pasta.


