
Olahan sayuran dengan beragam, seperti digoreng, tumis, kuah bening dan lainnya tentu saja membuat nafsu makan meningkat. Namun ada tiga sayuran yang menjadi favorit warga Indonesia, yang ternyata dilarang untuk disajikan dengan cara digoreng.
Mirisnya, banyak rumah tangga yang justru menyajikan beberapa sayuran goreng sebagai menu andalan. Padahal, akibat dari olahan sayuran digoreng tersebut bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Berikut ini 6 sayuran yang dilarang digoreng dan dampaknya bagi kesehatan:
1. Kol
Kol goreng sering ditemui pada makanan pinggir jalan atau tendaan, biasanya dimakan dengan sambal dan lauknya berupa pecel lele atau ayam goreng.
Sajian ini terbuat dari sayur kol yang digoreng sampai garing dalam minyak panas. Proses penggorengan membuat teksturnya jadi lebih renyah dan mudah dikunyah. Tak heran kalau sebagian orang mampu menyantapnya dalam jumlah banyak.
Namun, di balik rasanya yang enak, kol goreng justru menyimpan bahaya bagi kesehatan. Mengonsumsinya secara terus menerus, apalagi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan beragam masalah kesehatan seperti meningkatkan risiko kanker, kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh zat-zat yang terbentuk saat kol digoreng, seperti akrilamida dan amina heterosiklik (HCA).
Untuk itu, Beauties disarankan untuk menyantap kol langsung sebagai lalapan, atau ditumis maupun direbus.
2. Terong
Sama seperti kol goreng, terong goreng juga banyak ditemui di tempat makan pecel lele atau penyetan. Namun, tahukah Beauties jika terong termasuk salah satu sayuran yang sebaiknya tidak digoreng untuk dimakan, meskipun rasanya enak.
Selain dapat merusak tekstur dari terong itu sendiri, menggoreng terong juga bisa membuat kandungan minyaknya mengendap di dalam terong. Hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan kolesterol dan berisiko memicu kanker, serta menghilangkan kandungan vitamin dan nutrisi di dalamnya.
Daripada menggorengnya, Beauties bisa mengolah terong dengan cara memanggang sampai lunak atau dijadikan lalapan.
3. Brokoli
Brokoli juga termasuk salah satu bahan makanan yang tidak boleh digoreng karena dapat membentuk senyawa berbahaya bagi kesehatan seperti aldehida dan radikal bebas. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel, peradangan, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan kanker.
Selain itu, menggoreng brokoli juga dapat mengganggu kandungan nutrisinya. Sebaiknya brokoli dimasak dengan cara dikukus atau direbus untuk mempertahankan nutrisi dan mengurangi risiko pembentukan senyawa berbahaya.
4. Bayam
Beberapa waktu terakhir, olahan bayam goreng dan bayam krispy sedang menjadi tren di media sosial. Meskipun enak dan gurih, makanan yang kerap dijadikan lauk pendamping nasi ini bisa jadi tidak sehat.
Hal itu karena bayam goreng mengandung nitrat tinggi yang bisa berubah menjadi nitrosamin saat digoreng, senyawa yang berpontensi menyebabkan kanker.
Selain itu, menggoreng bayam dalam minyak panas juga dapat menurunkan kandungan nutrisi baik di dalamnya seperti vitamin C dan asam folat. Untuk itu, sebaiknya bayam dimasak dengan cara lain, seperti direbus, ditumis, atau dijadikan sayur bening, tentunya lebih sehat.
5. Kale
Begitu juga dengan kale goreng. Makanan yang satu ini juga menjadi andalan pelengkap dari nasi dan ayam goreng.
Kale goreng bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara yang tidak tepat. Kale goreng mengandung lemak trans yang tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain itu, proses penggorengan kale dapat merusak nutrisi di dalamnya dan menghasilkan senyawa karsinogenik. Oleh karena itu, Beauties harus membatasi konsumsi dan memilih cara pengolahan kale yang lebih sehat agar dapat meminimalisir bahayanya.
6. Wortel
Wortel goreng juga bisa berbahaya bagi kesehatan apabila dimasak dengan tidak benar atau dikonsumsi berlebihan. Wortel mengandung gula alami yang dapat berinteraksi dengan asam amino ketika dipanaskan pada suhu tinggi, maka dapat membentuk senyawa berbahaya seperti acrylamide.


