
Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama masa kehamilan membawa segudang manfaat, baik untuk ibu maupun perkembangan janin. Olahraga membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan fisik yang terjadi, serta membangun stamina yang krusial untuk menghadapi persalinan.
Namun, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan saat hamil. Ada beberapa aktivitas fisik yang perlu dihindari untuk mencegah risiko cedera atau komplikasi kehamilan. Ayo pahami jenis olahraga yang dilarang untuk ibu hamil untuk bantu jaga kesehatan. Simak selengkapnya di bawah ini!
Bela Diri
Banyak dokter kandungan yang melarang Ibu untuk melakukan olahraga bela diri. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab olahraga bela diri ini memiliki risiko yang cukup besar. Tidak hanya memungkinkan untuk cedera, Ibu juga berpotensi terkena benturan. Gerakan bela diri yang cukup aktif membuat Ibu berisiko kelelahan, terkilir, dan lain sebagainya.
Bersepeda
Naik sepeda sore-sore atau di pagi hari memang menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga menyehatkan. Namun, bagi Ibu yang sedang hamil, sebaiknya berhati-hati. Sebab risiko yang mungkin terjadi ketika Ibu melakukan olahraga ini cukup besar, seperti kehilangan keseimbangan lalu terjatuh atau kelelahan karena bersepeda. Oleh sebab itu, dikhawatirkan olahraga ini bisa berdampak pada Ibu dan juga janin.
Mengangkat beban berat
Mengangkat beban berat tak hanya dapat mencederai punggung maupun pinggul, namun juga meningkatkan risiko bocornya air ketuban serta uterin prolaps (rahim melorot). Kalaupun terpaksa harus melakukannya, maka peluk benda tersebut sehingga dekat dengan tubuh.
Perlahan tekuk kedua lutut dan jangan libatkan punggung atau memelintir tubuh selagi mengangkat. Bagi yang pernah mengalami keguguran, disarankan tidak mengangkat beban berat sama sekali.
Lari
Lari merupakan olahraga sederhana yang memiliki dampak signifikan untuk tubuh kita, namun ternyata tidak disarankan untuk ibu hamil. Sebab Ibu bisa mengalami kelelahan ketika berlari dan bisa berisiko pendarahan. Ibu lebih disarankan untuk berjalan kaki dari pada berlari karena risikonya lebih kecil.
Aerobik high impact
Senam aerobik high impact atau kickboxing dapat meningkatkan risiko jatuh, dan cedera sendi maupun ligamen yang penting untuk keseimbangan tubuh. Jika bunda berpengalaman dalam olahraga ini, maka jangan melakukannya lagi setelah kehamilan masuk trisemester 2 dan 3 karena pada saat ini otot ligamen lebih kendor sehingga risiko cedera meningkat.
Itulah penjelasan mengenai olahraga yang dilarang untuk ibu hamil. Untuk mengurangi gangguan selama kehamilan, lakukan beragam olahraga yang aman. Semoga artikel ini bermanfaat.


