
Seperti yang telah diketahui secara umum, fungsi ginjal bagi tubuh manusia sangatlah penting, mengingat perannya dalam menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal menjadi suatu hal yang tak terelakkan untuk menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa merusak ginjal secara perlahan. Beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat juga dapat membebani dan merusak ginjal secara perlahan tanpa disadari.
Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat namun diam-diam dapat merusak ginjal. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Mengonsumsi Protein Secara Berlebihan
Mengonsumsi protein secara berlebihan dapat berpotensi membahayakan ginjal. Hal ini sering terjadi pada orang yang mengandalkan minuman atau suplemen protein dalam jumlah besar sebagai bagian dari program kebugaran mereka.
Shusterman menjelaskan, bahwa mengonsumsi protein hingga dua atau tiga kali lebih banyak dari kebutuhan harian tidak akan membuat otot bertambah lebih cepat. Tetapi akan membuat ginjal bekerja lebih keras.
Sementara itu, dokter spesialis ginjal Tim Pflederer, MD, yang juga menjabat sebagai Chief Medical Officer di Evergreen Nephrology menambahkan, bahwa protein yang berasal dari daging hewan dapat memberikan beban yang lebih besar pada ginjal, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis.
Protein yang merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh memang tidak perlu dihindari sepenuhnya. Namun, Pflederer menyarankan untuk lebih banyak memilih sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, quinoa, dan lentil.
Shusterman juga menyarankan untuk menjaga asupan protein dalam batas yang wajar, yaitu sekitar 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan per hari, kecuali jika dokter memberikan rekomendasi yang berbeda.
Terlalu Banyak Minum Air
Jika kamu minum air dengan jumlah yang sangat banyak dalam waktu singkat, maka hal ini bisa menyebabkan kelebihan hidrasi. Menurut Calm.com, ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, seperti natrium, dalam tubuh. Namun, ginjal hanya mampu memproses sekitar 0,8-1 liter air per jam. Jika kamu minum lebih cepat dari kemampuan ginjal untuk menyaringnya, kadar elektrolit dalam darah dapat menjadi terlalu encer.
Kondisi tersebut dapat menurunkan kadar natrium dalam tubuh. Padahal, natrium berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel. Ketika kadar natrium terlalu rendah, sel-sel tubuh dapat membengkak, termasuk sel-sel otak. Hal ini dapat memicu berbagai gejala yang serius.
Bersantai terlalu lama
Kebanyakan duduk ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan ginjal. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dengan penyakit ginjal lanjut yang beraktivitas atau olahraga teratur memiliki risiko kematian sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.
Maka dari itu, dianjurkan untuk mulai rutin berolahraga. Sebab, kebiasaan itu dapat membantu orang menjaga berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol yang sehat.
Minum Teh Detoks
Teh detoks sering diklaim dapat membersihkan tubuh dari racun dan limbah berlebih, serta membantu menurunkan berat badan. Namun, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung manfaat tersebut. Bahkan, menurut Shusterman, produk tersebut berpotensi membahayakan kesehatan ginjal.
Penyebabnya adalah karena banyak teh detoks mengandung diuretik, yaitu zat yang meningkatkan produksi urine. Efek ini dapat menyebabkan penurunan berat badan sementara akibat berkurangnya cairan tubuh, bukan karena hilangnya lemak. Jika berlebihan, kondisi tersebut dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang membebani kerja ginjal.
Mengonsumsi Suplemen Tertentu
Para dokter mengingatkan bahwa beberapa suplemen, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat membahayakan kesehatan ginjal. Kunyit, vitamin C dosis tinggi, dan kalsium dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Sementara itu, vitamin D dapat menimbulkan masalah bagi penderita penyakit ginjal kronis.
Suplemen tidak selalu berbahaya dan tetap dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan tepat. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui manfaat, efek samping, dan kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang kamu konsumsi.


