Breaking News! Musisi Dangdut Hamdan ATT Tutup Usia, Kenang Deretan Lagu Populer dan Pencapaiannya

Kabar tak sedap lagi-lagi menyelimuti belantika musik dalam negeri. Usai kehilangan musisi legendaris, Titiek Puspa beberapa bulan yang lalu, kini musik tanah air harus kehilangan salah satu musisi terbaiknya khususnya musisi dangdut. Penyanyi dangdut senior, Hamdan ATT dikabarkan telah meninggal dunia pada hari Selasa, 1 Juli 2025. Ia tutup usia tepat di usianya ke 76 tahun. Informasi ini disampaikan langsung oleh putri beliau, Aisyah. 

“Waalaikumsalam, benar beliau meninggal pada pukul 12.00,” ungkap Aisyah saat dihubungi oleh sejumlah media.

Pada Oktober 2024, penyanyi terkenal dengan lagu “Termiskin di Dunia” ini menjalani operasi pemasangan selang setelah mengalami pecah pembuluh darah di otaknya. Setelah operasi tersebut, kondisi Hamdan ATT sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Sebelumnya, Hamdan ATT juga telah dua kali mengalami serangan stroke, yakni pada tahun 2017 dan 2021. Masalah kesehatan ini terus menghantui perjalanan hidupnya, terutama dengan insiden pecah pembuluh darah yang terjadi pada awal Oktober 2024. 

Pada bulan Ramadan 2025, kesehatannya kembali menurun dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya sejumlah masalah kesehatan pada Hamdan ATT, termasuk penurunan fungsi ginjal dan infeksi.

Kendati demikian, di tengah keterbatasan fisik, Hamdan ATT tetap menunjukkan semangat dan komunikasi yang baik hingga akhir hayatnya. Namun, kondisi keuangan untuk biaya pengobatan sempat disorot karena sistem royalti yang belum sepenuhnya memihak musisi lawas seperti dirinya.

Siapa itu Hamdan ATT?

Hamdan Attamimi alias yang kerap disapa dengan sebutan Hamdan ATT merupakan seorang penyanyi dangdut senior kebanggaan Indonesia. Ia lahir di Aru, Maluku pada 27 Januari 1949. Darah Arab-Ambon yang mengalir di tubuhnya memperkaya warna musikalitasnya, khususnya dalam jalur musik dangdut. Minatnya pada musik muncul sejak masa remaja, terinspirasi oleh gitaris Hank Marvin dari grup The Shadows.

Pada 1964, ia mendirikan grup musik Quinta Bayangan dan kemudian bergabung dengan band Nada Buana yang tampil di TVRI pada 1968 ketika memutuskan untuk terjun lebih dalam ke dalam industri tarik suara. Pada saat itu, dia mengisi  posisi sebagai vokal.

Penampilannya di layar televisi itu juga membuat wajahnya kian akrab di mata masyarakat. Akan tetapi, sang penyanyi hanya sekitar 1 tahun bersama dengan Nada Buana. Pada 1949, ia juga memutuskan sejenak berhenti dari industri hiburan tanah air untuk kuliah. Setelah menamatkan pendidikan tinggi pada 1975, Hamdan ATT memantapkan langkahnya di jalur musik dangdut, yang kemudian mengantarnya ke puncak popularitas pada tahun 1980. 

Popularitas melejit lewat lagu “Termiskin di Dunia”

Lagu Termiskin di Dunia menjadi titik balik karier Hamdan ATT. Kala itu, lagu tersebut mendapat sambutan hangat dari para penikmat musik lokal. Bagaimana tidak? Karya terbaiknya ini bercerita tentang seseorang yang menolak cinta pasangannya lantaran tidak yakin mampu membahagiakan sang kekasih dengan kondisi ekonominya. 

Dari lirik lagunya, bisa diketahui kepiawaian sang musisi dalam membuat karya dengan lugas, sederhana, dan begitu mudah dipahami. Tidak hanya itu, penyematan simbol-simbol dalam liriknya juga begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Tak heran bila lagu Termiskin di Dunia melejit pesat dan membawanya ke dalam kepopularitasan yang luar biasa. Bahkan hingga sekarang, lagu ini tetap terus dinikmati lintas generasi. 

Selain Termiskin di Dunia, Hamdan ATT juga populer lewat lagu-lagu hit seperti Berkawan Dalam Duka, Jangan Cintai Aku, Petualangan Cinta, Nurlela, Dingin, Bekas Pacar, Sakit Hati, Mabuk Judi, Emas Menjadi Tembaga, dan Memory di Kereta. Lirik yang puitis dan gaya bermusik khas menjadikan karya Hamdan ATT tetap relevan di hati penikmat musik dangdut.

Gaya musik merupakan hasil perpaduan Arab-Ambon

Selain kondang berkat karya-karyanya, sang penyanyi juga dikenal oleh pencinta lagu dangdut dengan suaranya yang khas, seperti serak bergetar. Tidak hanya itu, dia juga mampu menghayati setiap karya yang dibawakannya dengan hangat dan syahdu. 

Keunikan lainnya yang dimiliki Hamdan ATT terletak pada kemampuannya memadukan unsur musik Arab dan Ambon. Karakter vokalnya yang merdu berpadu dengan instrumen dangdut tradisional membuat lagunya memiliki identitas kuat. Tak heran, sejumlah karya miliknya terdaftar di PAPPRI dan RAI untuk perlindungan hak cipta dan royalti.

Penghargaan dan dedikasinya untuk musik dangdut

Sepanjang perjalanan kariernya, Hamdan ATT tercatat pernah beberapa kali menjadi nominasi dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Pada 2001 atau ajang AMI Awards ke-5, dia masuk nominasi kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. 

Pada tahun tersebut, sang musisi bersaing dengan Caca Handika, Irvan Mansyur S, dan Mansyur S. Hamdan masuk nominasi melalui karya berjudul “Dingin”. Sayangnya, sang musisi tidak menjadi pemenang.

Setelah itu, dia kembali masuk nominasi AMI Awards pada edisi ke-8 atau 2004 untuk kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. Pada edisi tersebut, Hamdan berhasil menjadi pemenang melalui karya berjudul Ada Rasa. Di ajang AMI Awards edisi ke-14 atau 2011, nama Hamdan ATT kembali masuk nominasi untuk kategori Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik. Pada kali ini, dia tidak membawa pulang piala tersebut.

Pada 2015 atau ajang AMI Awards ke-18, sang penyanyi berhasil masuk menjadi nominasi 3 kategori, yakni Artis Solo Pria Dangdut Terbaik, Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik, dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik.

Dari 3 kategori tersebut, Hamdan ATT berhasil memenangkan kategori Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik. Dia membawa pulang piala Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik melalui karya Ilus Cinta.

Sementara itu, piala kategori Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik melalui Best Hamdan ATT & Monata. Selain itu, pada 2021, sang musisi juga membawa pulang penghargaan Lifetime Achievement Indonesian Dangdut Awards. Dalam momen tersebut, ia hadir dengan kondisi duduk di kursi roda, menegaskan perjuangan dan kecintaannya pada dunia musik meski kondisi kesehatan sudah mulai menurun.

Selain berkarya di panggung, Hamdan ATT juga dikenal sebagai pelatih vokal di ajang pencarian bakat dangdut di televisi. Ia aktif membimbing generasi baru untuk mengenal dan mencintai musik dangdut, membuktikan kontribusinya tidak hanya sebagai penyanyi tetapi juga pendidik.

Kenangan dan warisan musik

Hamdan ATT menjadi salah satu musisi dangdut legendaris Indonesia yang telah melalui beberapa generasi. Gaya bermusik, dedikasi, serta semangatnya menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda di Tanah Air.

Kepergiannya pada 1 Juli 2025 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar setia. Namun, karya-karyanya tetap abadi, menegaskan bahwa Hamdan ATT adalah legenda yang namanya akan selalu hidup dalam setiap lantunan lagu dangdut Indonesia.