Bitcoin Anjlok, 40 Investor Alami Kondisi Terpuruk

Kovermagz – Kabar tak sedap datang dari dunia Crypto, dimana Bitcoin telah mengalami penurunan 55 persen dari klasemen puncaknya sejak November 2021. Sampai saat ini dikabarkan 40 investor alami kondisi terpuruk dihantam investasi milik mereka.

Menurut data baru dari Glassnode, pada bulan lalu, 15,5 persen dari semua dompet Bitcoin jatuh ke dalam kerugian yang belum direalisasi, karena cryptocurrency paling populer di dunia itu jatuh ke level USD 31.000 atau sekitar Rp 451,5 juta.

Data tersebut menunjukkan kejatuhan Bitcoin tersebut seiring dengan penurunan ekuitas Wall Street dimana saham – saham teknologi yang tergabung dalam Nasdaq berada dalam tekanan.

Glassnode juga menganalisis telah terjadi “transaksi panik” atau panic selling dimana para investor -investor tersebut rela mengeluarkan biaya besar sebagai pembuktian mereka bersedia membayar premi untuk mempercepat waktu transaksi.

Tercatat biaya on-chain yang dibayarkan mencapai di angka 3,07 Bitcoin selama sepekan terakhir, yang menandakan ke urgensian seperti isi laporan yang dikutip dari CNBC, pada Selasa (10/5/2022). Para investor Bitcoin pun berusaha untuk mengurangi risiko, dengan cara menjual aset kripto milik mereka, dan menambahkan jaminan ke posisi margin mereka.

Belum sampai 24 jam, kabar terakhir dari situs Coinmarketcap pada Rabu siang (11/5/2022), delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil naik sedikit.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan fenomena pasar kripto yang mulai naik disebabkan oleh aksi buy the dip investor untuk mengakumulasi keuntungan lebih. Namun, secara keseluruhan pasar masih berpotensi terus mengalami penurunan, mungkin akan ada sedikit pullback di pasar, khususnya BTC.

“Para investor ini mulai terpengaruh saran untuk melakukan aksi buy the dip, sehingga merasa bahwa beberapa aset kripto sudah bisa kembali diakumulasi. Sebagian kripto sudah mengalami fase jenuh jual atau oversold, jika dikaji menggunakan analisis teknikal,” kata Afid dalam keterangan tertulis, (11/5)

Harga aset kripto yang merosot, mencerminkan penurunan saham di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif di seluruh dunia untuk mencegah inflasi yang tinggi. Menanggapi  itu Fundstrat Global Advisors menyarankan pemain crypto untuk mengambil posisi untuk membeli Bitcoin dalam satu hingga tiga bulan ke depan, dengan target untuk mengurangi risiko kerugian yang ada.