
Seperti kita tahu bahwa Piala Dunia FIFA 2026 adalah salah satu ajang yang paling bergengsi yang sedang dinantikan para penggemar sepak bola dunia. Selain perjalanan tim nasional Indonesia yang berupaya lolos ke turnamen tersebut, perhatian juga tertuju pada Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026 yang hadir dengan teknologi paling canggih dari Adidas yang mendukung pertandingan lebih efektif dan efisien.
Dikutip dari laman Adidas, bola ini menggunakan versi terbaru Connected Ball Technology dengan sistem chip inovatif berisi sensor gerak unit pengukuran inersia (IMU) 500Hz. Berbeda dari versi sebelumnya, chip kini ditempatkan di salah satu dari empat panel bola, bukan di bagian tengah.
Chip ini tertanam di lapisan khusus yang dirancang presisi, sementara tiga panel lainnya dilengkapi penyeimbang untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan penerbangan bola sepanjang pertandingan.
Teknologi ini mampu mengirimkan data pergerakan bola secara real-time ke sistem Video Assistant Referee (VAR). Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan data posisi pemain, wasit dapat mengambil keputusan offside lebih cepat dan akurat. Bekerja sama dengan Kinexon, teknologi ini juga membantu mengidentifikasi setiap sentuhan bola, sehingga mempercepat penanganan insiden seperti handball dan mengurangi waktu jeda pertandingan.
Selain unggul secara teknologi, Trionda juga menonjol dari sisi desain. Bola ini menggunakan konstruksi empat panel baru untuk performa tinggi dengan geometri desain cair yang mereplikasi gelombang sesuai makna namanya — “Tri” berarti tiga dan “Onda” berarti gelombang.
Setiap panel menampilkan warna merah, biru, dan hijau yang membentuk segitiga di tengahnya, melambangkan tiga negara tuan rumah: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Ketiga negara tersebut juga diwakili oleh ikon khas — bintang untuk Amerika Serikat, daun maple untuk Kanada, dan elang untuk Meksiko. Ikon ini tampil dalam grafis berani dan embosan halus di permukaan matte bola, menghadirkan tekstur rumit yang menonjol dari dekat. Sentuhan warna emas juga ditambahkan sebagai penghormatan terhadap trofi Piala Dunia FIFA.
Dari sisi performa, desain empat panel ini menggunakan jahitan dalam dan garis timbul strategis untuk menjaga stabilitas bola saat terbang. Permukaan bola juga memberikan cengkeraman lebih tinggi saat digiring atau ditendang, bahkan dalam kondisi basah.
Untuk diketahui, Trionda merupakan bola resmi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah bola resmi ajang tersebut juga sudah banyak diciptakan. Dalam laman FIFA, total sudah ada 23 jenis bola untuk kompetisi tertinggi di ajang olahraga sepak bola tersebut.
Bola resmi pertama adalah T-Model, yakni 1930. Model T dinamai dari sebelas strip kulit berbentuk huruf T yang dijahit tangan. Bola ini digunakan di beberapa pertandingan Piala Dunia pertama dan sebelumnya di Olimpiade Paris 1924 serta Amsterdam 1928, sehingga dianggap andal.
Pada final Piala Dunia pertama, wasit John Langenus meminta kapten Uruguay dan Argentina memilih bola. Uruguay ingin memakai model T, sedangkan Argentina memilih Tiento yang terdiri dari 12 panel panjang. Karena tidak ada kesepakatan, akhirnya dua bola berbeda digunakan untuk tiap babak pertandingan.


