Begini Cerita Salah Satu Pasien Yang Sembuh dari Virus Corona di Medan

27

Setelah ditetapkannya kota Medan sebagai zona merah penularan Covid-19 beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun mengumumkan melalui akun instagram resminya @humassumut bahwa sudah 87 orang yang positif Corona, Pasien Dalam Pantauan (PDP)149, Meninggal Dunia 8 dan Sembuh 8 (data 9 April).

Namun, kabar baik datang dari salah satu pasien yang dinyatakan sembuh yakni Ory Kurniawan yang juga ternyata merupakan ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah. Meskipun awalnya Ory sempat kaget dinyatakan positif Covid-19 , namun ia tetap mencoba agar tidak panik berlebihan.

“Saya sempat kaget. Tapi saya harus tetap tenang. Karena kalau saya panik, makin memperburuk kondisi. Daya tahan tubuh pasti akan menurun. Saya ditelepon sama Pak Wagub. Beliau bilang nanti ada yang menjemput. Mau di bawa ke RSUP Haji Adam Malik,” pungkasnya.

Selama proses isolasi, Ory mengaku pihak  Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan yang menjadi rujukan untuk pasien corona, mendapatkan perawatan dengan sangat baik. Obat-obatan dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh rutin diberikan. Ory juga tidak diinfus, karena termasuk mendapat gejala yang masih ringan.

“Perawatan sangat baik dan bagus. Para tenaga medis terus memberikan semangat kepada saya. Mulai pagi, siang dan sore di cek mulai dari tensi, suhu tubuh hingga oksigen,” kata pria berdarah Aceh ini.

Menjalani isolasi selama 14 hari, tiba-tiba dihari ke 5 Ory mengungkapkan sempat depresi. Pasalnya, bukanlah hal yang mudah menjalani isolasi seorang diri, apalagi lagi selama ini ia orang yang tergolong aktif dan sibuk bekerja bersama Wagub Sumut.

Baca Juga:  Penanggulangan Covid-19 Terkesan Setengah-setengah di Sumatera Utara

“Saya menghabiskan waktu untuk menghubungi orang-orang terdekat. Orang-orang tersayang. Mereka mnyemangati saya. Kemudian saya terus salat, berdoa, nonton sampai main game,” tuturnya.

“Pokoknya gimana caranya di ruang isolasi itu kita jangan sampai depresi, stres, karena antibodi kita menurun. Daya tahan tubuh kita menurun. Jadi tetap harus bahagia,” tambahnya.

Akhirnya Ory dinyatakan sembuh setelah menjalani dua kali pemeriksaan dengan hasil negatif pada Senin (6/4). Tetapi itu pun Ory harus tetap menjalani isolasi mandiri dirumahnya selama 14 hari kedepan. Dia mengapresiasi upaya para tenaga medis yang terus berjuang di garis depan untuk penanganan corona.

“Saya berterima kasih sekali, mereka sangat bagus merawat dan memberikan support pasien. Mereka garda terdepan. Sangat bagus. Masyarakat harus memberikan support para tenaga medis. Jangan sampai mereka dikucilkan,” ucapnya.

Ory juga berharap bagi mereka yang masih di isolasi karena virus Corona masih bisa sembuh. Berpikir positif pikiran merupakan cata untukbmeningkatkan imunitas tubuh melawan corona.

“Jangan panik, kita harus saling mensupport, ini adalah wabah yang sedang dihadapi Indonesia. Kita pasti bisa melewatinya,” tutupnya.

Penulis: Vicky Siregar
Fotografer : Dok. Pribadi