Averiana Barus, Pendiri Rumah Uis Berfikir Global Lewat Konten Lokal

461

MEDAN | Berawal dari kesukaan terhadap sesuatu yang identik dengan budaya wanita yang sempat tinggal di Bandung ini memang sudah jatuh hati terhadap adat Karo. jadi semua hal tentang Karo pun menjadi identity dirinya. Uis adalah yang pertama mencuri perhatiannya, pakaian adat yang digunakan dalam kegiatan adat dan budaya Suku Karo dari Sumatera Utara.

Selain digunakan sebagai pakaian resmi dalam kegiatan adat dan budaya, pakaian ini sebelumnya digunakan pula dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Karo. Kata Uis Gara sendiri berasal dari Bahasa Karo, yaitu Uis yang berarti kain dan Gara yang berarti merah. Disebut sebagai “kain merah” karena pada uis gara warna yang dominan adalah merah, hitam, dan putih, serta dihiasi pula berbagai ragam tenunan dari benang emas dan perak.

Membangun Rumah UIS

Setelah lulus kuliah, ia memutuskan untuk kembali ke Medan, sempat bekerja di salah satu perusahaan media, hingga akhirnya melanjutkan studi di Universitas Sumatera Utara. Ini pula menjadi awal mula ia mendirikan Rumah UIS. Mulanya dari tugas salah satu mata kuliah, untuk membuat sebuah company.