Akbar Himawan Buchari Titik Awal Kesuksesan Bangkit dari Masa Kritis

165

Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para pengusaha muda. Di usia 30 tahun, sosoknya sangat layak diperhitungkan di dunia bisnis dan politik untuk melenggang sebagai pemimpin. Akbar Himawan Buchari, pria kelahiran Medan, 25 November 1988 ini telah lama menekuni dunia bisnis terutama properti sejak dirinya berada di bangku sekolah.

Ditinggalkan sang ayah sejak usia 10 tahun, Akbar sudah belajar untuk mandiri sejak kecil dan menekuni usaha peninggalan orangtuanya berupa perusahaan transportasi. Melalui bantuan saudara ayahnya, dirinya banyak diajarkan bagaimana mengelola perusahaan dan belajar mengenai dunia bisnis.

Perusahaan transportasi yang merupakan peninggalan ayahnya adalah modal utama sebelum dirinya menekuni dunia properti. Kuliah di Universitas Islam Sumatera Utara dengan jurusan hukum lantas membuatnya tidak beralih ke dunia hukum namun sebagai bekal untuk dirinya dalam mengelola bisnis dan organisasi yang ditekuninya.

“Saya menggeluti ini sejak tahun 2003 dimana saya masih duduk di bangku sekolah hingga saya kuliah. Modal pertama saya melangkah memasuki dunia bisnis itu perusahaan transportasi keluarga sebelum menjajaki perusahaan properti di tahun 2009.” Pungkasnya.

Menjajaki dunia properti bukanlah hal yang mudah, di masa kuliahnya dia pernah mengalami kegagalan ketika memulai bisnisnya. Saat itu ia mencoba untuk membuat sebuah perumahan dengan sistem keuntungan berbagi dengan temannya. Mengajak teman – temannya untuk bergabung dengan proyeknya bukanlah hal mudah.

Sistem manajemen yang kacau, keterbatasan anggaran, marketing yang kurang baik, dan kekurangpahaman mengenai anggaran menjadi kendala utama dalam memahami bisnis di awal usaha propertinya. Kendala–kendala inilah yang sempat membuat proyek perumahannya vakum selama 1-2 tahun.