Averiana Barus, Pendiri Rumah Uis Berfikir Global Lewat Konten Lokal

“Teman-teman lebih memilih untuk menggunakan photoshop, tapi karena saya kurang mengerti jadi putuskan kenapa tidak buat perusahaan sungguhan,” ujar Averiana Barus. Berawal dari tugas kuliahnya kini malah jadi peluang bisnis yang menghasilkan. Apalagi, Ave panggilan akrabnya, menjadi pelopor produk tradisional berbahan uis Karo. Dan produknya pun kian diminati. Bukan cuma gelang, kalung, clutch dan tas, Ave juga mulai mengenalkan ragam uis Karo lewat busana-busana dress yang ia desain sendiri bersama adiknya.

Melihat peluang yang terbuka lebar, dibumbui dengan semangat melestarikan budaya Karo, Ave pun kian serius menekuni bisnisnya tersebut. Lewat sosial media sebagai alat pemasarannya, permintaan demi permintaan mulai berdatangan, tak hanya dari teman dekat dari berb- agai pelosok daerah di tanah air juga sudah merasakan keindahan buah karyanya.

“Untuk saat ini permintaan terus berdatangan dari beberapa daerah di luar Sumatera Utara,hal tersebut mungkin karena sering ikuti pamer- an di beberapa daerah jadi banyak yang tahu, tapi sosial media tetap paling aktif untuk mempromosikan produk,” tambahnya.

Baca Juga:  Sepatu Running Mahal vs Terjangkau, Apa yang Sebenarnya Perlu Diperhatikan?

Konsumen Rumah Uis sudah ada hampir di setiap kota besar, termasuk beberapa juga sudah ada pesanan dari manca negara. Produk ini pun kebanyakan diproduksi di Rumah Uis Sendiri, sebagian di rumah-rumah perajin. Dengan harapan produk rumah uis ini lebih diterima di pasar nasional.

Jauh sebelum penggunaan nama Rumah Uis, sebelum tempat produksi berpindah ke Jalan Jamin Ginting, dan tentunya sebelum tokoh pluralisme Sofyan Tan menjadi costumer setia, Ave menamakan usahanya ini dengan nama Uis Detail.

“Karena Kata Rumah lebih enak didengar dan lebih mudah untuk dilafazkan, aku ganti menjadi Rumah Uis,” ucap Ave. Bukan hanya persaingan usaha di luar sana, bahkan pada awal buka usaha Rumah Uis ini keluarganya tidak begitu mendukung, apalagi mengingat sebelumnya ia sudah bekerja dan masih menyelesaikan pasca sarjana.