
Pernahkah Sobat Kovermagz merasakan bagaimana putus cinta berpengaruh pada sakit di bagian tubuh Anda, bukan hanya hati Anda? Dada yang terasa berat, perut yang mual, dan kelelahan yang mendalam bukanlah sekadar metafora emosional—itu adalah respons nyata tubuh Anda terhadap kehilangan hubungan.
Kebenaran yang mengejutkan tentang putus cinta yang traumatis adalah bahwa hal itu tidak hanya menghancurkan hati; hal itu juga dapat menghancurkan tubuh untuk sementara waktu.
Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa perasaan bisa sampai memengaruhi tubuh sedalam ini? Jawabannya sederhana tapi sekaligus kompleks, yaitu tubuh dan emosi tidak pernah benar-benar terpisah.
Saat kamu kehilangan seseorang yang pernah menjadi bagian dari rutinitas, rasa aman, dan harapanmu, tubuh ikut merespons kehilangan itu sebagai ancaman nyata. Inilah alasan kenapa putus cinta bisa sakit secara fisik, bukan cuma emosional. Berikut beberapa efek putus cinta terhadap fisik kamu:
Sistem Imun Melemah
Kehilangan hubungan dekat membuat tubuh masuk ke mode bertahan. Penelitian dalam Psychological Science menyebutkan bahwa stres emosional berkepanjangan dapat menurunkan fungsi sistem imun. Akibatnya, kamu jadi lebih mudah sakit, merasa drop, atau butuh waktu lebih lama untuk pulih dari kelelahan.
Nyeri Dada
Melihat foto mantan pacar rupanya bisa mengaktifkan saraf simpatis dan parasimpatis sekaligus. Saraf simpatis yang aktif akan mengencangkan otot sehingga meningkatkan detak jantung.
Sebaliknya, aktifnya saraf parasimpatis akan membuat detak jantung dan sistem pernapasan melambat. Jika seseorang mengalami kedua kondisi tersebut secara bersamaan, mungkin akan timbul gejala berupa rasa nyeri dan tidak nyaman di sekitar dada.
Gangguan Tidur
Gangguan tidur adalah masalah kesehatan lain yang dapat dialami usai putus cinta. Ketidakhadiran pasangan yang dikombinasikan dengan pikiran kecemasan, mampu menciptakan kondisi yang ‘sempurna’ untuk insomnia.
Gangguan tidur ini juga berdampak pada masalah kesehatan lainnya seperti penurunan fungsi kognitif hingga peningkatan hormon stres.
Masalah Pencernaan
Turns out, putus cinta juga bisa berpengaruh pada masalah kesehatan pencernaan kamu, Babes. Mulai dari kondisi kesehatan pencernaan yang menurun, ketidaknyamanan di perut, hingga perubahan nafsu makan.
Beberapa orang bisa kehilangan nafsu makan sepenuhnya, namun beberapa orang lainnya justru memiliki nafsu makan meningkat cenderung berlebihan usai mengalami putus cinta.
Lonjakan Hormon Stres
Putus cinta memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Dikutip dari Journal of Psychosomatic Research, lonjakan kortisol akibat stres emosional dapat menyebabkan gangguan tidur, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Itulah sebabnya kamu bisa merasa mual, sulit makan, atau justru kelelahan meski tidak melakukan aktivitas berat.


