Apa Perbedaan Teflon, Stainless Steel, dan Cast Iron? Cari tahu disini!

Memilih wajan yang tepat kerap menjadi dilema bagi ibu rumah tangga. Sebab, wajan terdiri jadi beberapa jenis, mulai dari teflon, stainless steel, dan cast iron. Masing-masing dari jenis tersebut juga punya kegunaan dan keunggulannya untuk memasak di berbagai jenis makanan.

Bagi banyak orang, perbedaan ketiganya tidak selalu terlihat jelas dari tampilan luar, sehingga membingungkan saat harus memutuskan mana yang paling cocok untuk jenis masakan tertentu. Hal ini dikarenakan masing-masing wajan memiliki karakter unik terkait kemampuan anti lengket, daya tahan panas, berat, dan cara perawatannya. Nah sobat kover, saatnya ketahui perbedaan teflon, stainless steel, dan cast iron supaya kegiatan memasak jadi lebih efisien dan hasilnya optimal.

Teflon

Teflon dilapisi bahan anti lengket yang memungkinkan memasak dengan sedikit minyak, sehingga lebih sehat dan mudah dibersihkan. Wajan ini ringan dan cepat panas, cocok untuk memasak makanan yang mudah gosong seperti telur atau pancake. Namun, wajan teflon tidak tahan panas tinggi dan bisa rusak jika dipanaskan di atas 260°C atau digores alat logam. Umurnya juga relatif terbatas, biasanya beberapa tahun, sehingga perlu diganti ketika lapisan mulai mengelupas. 

Untuk penggunaan optimal, teflon sebaiknya dipanaskan dengan api sedang, menggunakan spatula non-logam, dan tidak dipanaskan kosong terlalu lama.

 Stainless Steel

Wajan stainless steel terbuat dari paduan logam yang tahan karat dan korosi, sehingga sangat tahan lama dan kuat. Wajan ini mampu menahan panas tinggi, sehingga ideal untuk menumis, menggoreng, dan memanggang. 

Selain itu, stainless steel tidak bereaksi dengan makanan asam, sehingga aman untuk masakan berbahan tomat atau lemon. Namun, makanan mudah menempel jika teknik memasak tidak tepat, sehingga wajan perlu dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak sebelum memasak. 

Cast Iron

Cast iron terbuat dari besi cor padat dan dikenal sangat tahan lama, bahkan bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan benar. Wajan ini mampu mendistribusikan panas secara merata, sehingga sangat cocok untuk menggoreng, menumis, atau memanggang makanan seperti daging dan steak. 

Wajan cast iron memiliki kemampuan anti lengket tanpa lapisan kimia tambahan jika rutin dilakukan seasoning, yaitu proses melapisi permukaannya dengan minyak dan memanaskannya sehingga terbentuk lapisan pelindung alami. 

Namun, diperlukan perawatan khusus, yakni tidak boleh dicuci dengan sabun berlebihan karena bisa merusak lapisan minyak alami. Setelah dicuci pun harus segera dikeringkan dan dilapisi minyak agar besi tidak berkarat.