
Perkembangan teknologi telah membuat sepak bola memiliki inovasi baru seperti adanya Video Assistant Referee (VAR), Goal Line Technology, dan hal lain yang menunjang kelancaran pertandingan. Meskipun begitu, peraturan didalamnya tetap pada pakem lama yang telah ditetapkan induk sepak bola dunia atau FIFA.
Berbagai kompetisi baik tingkat klub dan negara memakai peraturan tersebut. Namun saat ini ada sebuah kompetisi yang menggabungkan sepak bola dan hiburan dengan peraturan yang unik, yakni Kings League.
Meskipun Kings League hadir bukan bagian resmi dari FIFA, tetapi kompetisi ini dapat menarik banyak penonton dari berbagai penjuru dunia. Kompetisi ini menabrak pakem lama sepak bola dengan durasi pertandingan yang lebih singkat, aturan tak lazim, hingga keterlibatan para influencer dan mantan bintang lapangan hijau.
Melansir BBC, Kings League diciptakan oleh mantan bek FC Barcelona, Gerrard Pique bersama streamer papan atas Twitch, Ibai. Kompetisi ini memainkan sepak bola tujuh lawan tujuh dan menggunakan unsur gim serta dibalut dengan aturan yang benar-benar berbeda.
Dengan ukuran lapangan yang lebih kecil, kompetisi ini menghadirkan permainan berintensitas tinggi lewat pergantian pemain tanpa batas, penerapan sin bin bagi kartu kuning dan merah, serta pilihan satu golden card berisi bonus sebelum kick-off.
Dirancang untuk menjauh dari format sepak bola konvensional, kompetisi ini menekankan tempo yang lebih cepat sekaligus unsur hiburan guna menjaring audiens baru, khususnya generasi muda. Setiap tim diisi kombinasi pemain aktif, mantan profesional, serta influencer dan streamer.
Kompetisi ini menerapkan aturan layaknya sebuah permainan gim. Sebelum laga dimulai, setiap tim secara acak memilih satu dari lima golden card yang dapat digunakan kapan saja selama pertandingan.
Kartu emas tersebut berisi berbagai efek khusus, mulai dari penalti instan, mengeluarkan pemain lawan selama dua menit, gol bernilai ganda dalam satu menit ke depan, mencuri kartu lawan, hingga kartu joker yang memungkinkan tim memilih salah satu dari empat bonus tersebut. Pilihan golden card tiap tim dirahasiakan sehingga lawan tidak mengetahui kartu yang dimiliki.
Saat kick-off, pertandingan langsung diawali dengan momen unik: kedua tim berlari dari garis gawang masing-masing menuju tengah lapangan untuk berebut bola di titik tengah. Pergantian pemain dalam kompetisi ini dilakukan tanpa batas. Pemain yang menerima kartu kuning atau merah harus menjalani sin bin, yakni meninggalkan lapangan sementara. Kartu kuning berujung sin bin selama dua menit, sementara kartu merah membuat pemain absen selama lima menit.
Tidak ada hasil imbang dalam setiap pertandingan. Jika skor tetap sama hingga waktu berakhir, laga dilanjutkan ke adu penalti dengan format berbeda. Pemain harus menggiring bola dari garis tengah dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper untuk mencetak gol.
Kompetisi ini juga menerapkan VAR, namun penggunaannya berada di tangan tim, bukan wasit. Setiap tim mendapat satu kesempatan meminta VAR. Jika permintaan dikabulkan, hak tersebut tetap dimiliki; jika ditolak, tim kehilangan kesempatan VAR untuk sisa pertandingan.
Kings League memiliki sejumlah beberapa jenis kompetisi seperti Kings World Cup Nations dan Kings Worlod Cup Clubs. Selain itu, Kings League juga terselenggara di beberapa negara yang menghadirkan berbagai tim dari negara tersebut. Di ajang Kings World Cup Nations, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengikuti kompetisi ini.


