AMERIKA SERIKAT KEMBALIKAN 3 ARTEFAK INDONESIA YANG DISELUNDUPKAN

24

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Kebudayaan dan Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan (Sesditjen) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Fitra Arda menyampaikan, ia menerima laporan ada 3 barang milik Indonesia yang berhasil diselamatkan dari perdagangan ilegal di AS. Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kejaksanaan New York dari banyak benda yang ditemukan terdapat 3 di antaranya berasal dari Indonesia,” ujar Fitra, Kamis (29/7/2021). Setelah itu, Jaksa Wilayah Manhattan AS, Cyrus Vance menyerahkan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Konsul Jenderal RI New York, Arifi Saiman. “Tiga arca perunggu dewa dan dewi itu diterima KJRI New York pada Rabu, 21 Juli 2021,” ujar Fitra. Dalam kesempatan itu, pemerintah Indonesia berterima kasih dan sangat menghargai AS atas pengembalian ODCB tersebut.

Lantaran sudah diterima dan dikembalikan ke Tanah Air, Fitra mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap 3 arca itu. “Nantinya, 3 arca itu untuk ditetapkan sebagai cagar budaya,” ujar Fitra. Selanjutnya, pemerintah Indonesia juga akan mendiskusikan mengenai penempatan 3 arca tersebut.

Patung Dewa Ganesha (3×2,5×4,5 inci) bernilai sekitar Rp 596,8 juta.

Dalam rangka repatriasi benda-benda budaya Indonesia yang berada di luar negeri, pihak Kemdikbud pun turut meningkatkan kerja sama dengan berbagai negara utama. Saat dikonfirmasi mengenai banyaknya arca atau artefak milik Indonesia yang ada di luar negeri, Fitra belum menyebut angka pasti dari jumlah artefak. 

Patung Dewi Parwati (5,5×4,5×7,5 inci) bernilai sekitar Rp 467,8 juta,

“Jumlahnya kita belum tahu (ada berapa yang ada di luar negeri), banyak juga yang sudah menjadi koleksi di berbagai museum, yang dibawa di masa penjajahan,” kata dia. Selain itu, Kemdikbud juga bakal meningkatkan pengawasan melalui kerjasama dengan berbagai lembaga terkait seperti imigrasi dan kepolisian/interpol.

Patung Dewa Siwa (6x4x8,25 inci) yang bernilai sekitar Rp 186,3 juta
Penulis: Abram
Sumber: Media Indonesia, Liputan6, Kompas
Baca Juga:  19 Tahun kemudian, Piala Thomas Kembali ke Tanah Air. Rekor Indonesia Belum Terpecahkan