7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

586
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Kata destinasi wisata tak selalu identik dengan pemandangan yang indah ataupun keindahan bawah laut yang menakjubkan. Destinasi wisata juga bisa merujuk pada wisata sejarah. 

Apalagi jika wisata sejarah itu terletak di tanah Batak, yakni di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara tentulah tak boleh anda lewatkan. Menjadi ikon Sumatera Utara dengan menyimpan sejuta keunikan dan kekhasan, turis lokal dan mancanegara pun tidak sedikit yang sangat antusias berwisata sejarah ke sana.

Dengan berwisata sejarah, anda dapat belajar sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Suku Batak Toba. Suku satu ini sangat kental dengan nilai-nilai budaya dan kisah ceritanya yang melegenda. Bahkan, nuansa leluhur kebudayaannya masih tampak terasa. 

Nah, lantas dimana sajakah wisata sejarah tersebut? Berikut ini adalah tempat andalannya yang telah kami rangkum untuk anda!

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

1. Museum Simalungun

Wisata sejarah Tanak Batak pertama yang bisa anda kunjungi ialah Museum Simalungun yang berada di Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat. Pada tahun 1939, museum ini bernama Rumah Pusaka Simalungun. Kemudian berganti menjadi Museum Simalungun pada tahun 1954. Tujuan pembangunannya adalah untuk melestarikan adat dan budaya Suku Simalungun.

Ada sebanyak 975 buah koleksi yang bisa anda saksikan selama berjalan-jalan di Museum Simalungun. Baik itu koleksi etnografi yakni peralatan rumah tangga, koleksi keramikologis berupa porselen, koleksi numismatika berupa mata uang, maupun koleksi kerajinan tangan yang terbuat dari kayu.

2. Museum Batak Balige

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Dari Simalungun kini beralih ke Museum Batak yang didirkan oleh T. B. Silalahi, dan diresmikan di Balige pada tanggal 18 Januari 2011 oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Lokasi wisata satu ini terletak di Jalan Pagar Batu No 88 Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Museum ini dibagi menjadi dua bangunan. Yakni Satu bangunan khusus untuk Museum Batak yang memamerkan koleksi barang antik dan sejarah Batak. Satu bangunan lagi menjadi tempat untuk mengenang Letjen (Purn) DR TB Silalahi.

Saat berkunjung ke tempat ini, anda bisa belajar tentang enam puak atau sub etnis Batak. Anda juga bisa mempelajari sedikit budaya batak, mulai dari koleksi peninggalan bersejarah, kearifan lokal hingga aksara Batak.

Ada miniatur Huta Batak (kampung batak) yang berisi rumah tradisional batak Toba yang sudah berusia ratusan Tahun. Setibanya di tempat ini, akan disambut pula dengan miniatur Danau Toba dan sebuah patung Raja Batak yang terbuat dari perunggu setinggi 7 meter sebagai Ikon Museum.

3. Makam Tua Raja Sidabutar

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Desa Ambarita adalah salah satu destinasi yang harus dikunjungi, jika ingin belajar budaya Batak Toba. Di sini terdapat kuburan batu Raja Sidabutar, tokoh yang dipercaya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir.

Makam ini terbuat dari batu yang tertata sangat rapi, dengan warna merah, hitam dan putih yang mewarnai hampir seluruh area pekuburan. Makam Raja Sidabutar juga tidak dikuburkan di dalam tanah, melainkan diletakkan di permukaan tanah.

Uniknya lagi makam Raja Sidabutar sendiri merupakan makam terbesar di kompleks ini dan sudah berumur sekitar lebih dari 460 tahun.

4. Museum Tomok

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Masih di Pulau Samosir, ada lagi satu museum yang asyik untuk dikunjungi guna mengenal sejarah suku Batak. Namanya adalah Museum Batak Tomok. Lokasinya di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Kalau dari Museum Huta Bolon, jaraknya kurang lebih 21 kilometer. Museum ini buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB. 

Bangunan museum ini menggunakan arsitektur rumah adat tradisional yang bernama Rumah Bolon atau rumah Adat Batak Toba khusus untuk raja dan anggota keluarganya. 

Meski baru dibangun pada tahun 2005, nuansa tradisional dari zaman dulu tetap dapat dirasakan. Ada ukiran-ukiran dan ornamen khas Batak bernama gorga yang menjadi bagian dari bangunan museum. Desain pintu masuk yang dibuat rendah dengan atap rumah yang lebih tinggi di depan daripada bagian belakang serta detail-detail lainnya menjadikan bangunan museum ini sangat cantik dan otentik.

5. Huta Siallagan

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Terletak di Desa Ambarita, Simanindo, Kabupaten Samosir, Anda juga bisa belajar tentang sejarah Batak Toba di Huta Siallagan. Huta Siallagan memiliki luas wilayahnya sekitar 2.400 meter persegi, dan dikelilingi tembok batu setinggi 1,5-2 meter yang disusun bertingkat secara rapi.

Menurut penjelasan masyarakat di sana, tembok tersebut berfungsi untuk menjaga kampung dari gangguan binatang buas maupun serangan suku lain. Perkampungan ini dahulu dibangun oleh seorang raja bernama Raja Laga Siallagan, yang merupakan garis keturunan suku Batak asli.

Seperti di perkampungan lainnya, saat memasuki Huta Siallagan anda akan melihat sejumlah rumah tradisional Batak. di sini banyak terdapat bangku-bangku yang terbuat dari batu. Salah satunya yang disusun melingkar tepat dibawah pohon Hariara, yang merupakan pohon suci bagi masyarakat Batak.

Area ini pun diberi nama Batu Parsidangan, konon dijadikan tempat untuk mengadili perkara kejahatan pada masa itu.

6. Museum Huta Bolon Simanindo

7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!
7 Wisata Sejarah Tanah Batak Yang Patut Dikunjungi!

Museum Huta Bolon Simanindo terletak di Jl. Pelabuhan Simanindo, Simanindo Sangkal, Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Dahulu, Museum Huta Bolon Simanindo merupakan rumah adat warisan Raja Sidauruk. Akan tetapi sejak tahun 1969 bangunan ini beralih sebagai museum terbuka.

Berkunjung ke sini, anda akan mendapati beberapa koleksi peninggalan leluhur Batak Toba dari Samosir. Seperti, parhalaan, pustaha laklak, tunggal panaluan, dan solu bolon. Museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

7. Sopo Guru Tatea Bulan

Terakhir ada Sopo Guru Tatea Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan. Lokasi wisata ini berada di Dusun Arsam Kecamatan Sianjur Mula-mula. Lokasi ini berjarak 13 Km dari Pangururan.

Melansir situsbudaya.id, Sopo Guru Tatea Bulan ini dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya.

Rumah yang berdiri di atas bukit ini berdesainkan dari kayu dan tangga dari batu dan atap ijuk. Sopo Guru Tatea Bulan terdapat patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung Saribu raja bersama istrinya, Patung keturunan Limbong Mulana, Patung Segala Raja serta Patung Silau Raja. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak. 

 

Demikianlah artikel tentang tujuh wisata sejarah tanah Batak. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjunginya? Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berlibur!


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353