
Apakah anda sering melihat video orang Korea mukbang dengan berbagai macam makanan dan porsi yang besar? pasti dari kita banyak bertanya, kenapa orang korea meskipun makannya banyak tetapi badannya tetap kurus dan ideal.
Sementara orang lain kesulitan dan sering merasa frustrasi dengan berat badan mereka. Untuk kondisi berat badan ini, dipengaruhi oleh banyak hal seperti keturunan atau genetik, asupan kalori yang dimakan, aktivitas yang dilakukan, kondisi kesehatan medis tertentu hingga gangguan psikologis seperti stres, depresi dan lainnya. Akan tetapi, ada beberapa alasan di balik orang Korea makan banyak dan berat badannya tetap ideal
1. Mengonsumsi Makanan Fermentasi
Pecinta drama Korea pasti sudah gak asing lagi dengan banyaknya makanan yang disajikan setiap kali makan, terutama dalam bentuk banchan. Salah satu banchan yang paling populer adalah kimchi. Makanan fermentasi khas Korea ini terkenal dengan kandungan probiotik tinggi yang baik untuk pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain kimchi, ada banyak sekali makanan fermentasi khas Korea yang populer di mancanegara seperti doenjang (pasta kedelai), gochujang (pasta cabai), ganjang (kecap asin), hingga jangjorim (telur yang difermentasi dalam kecap asin).
Sebuah studi mengungkap, rutin mengonsumsi makanan fermentasi dapat membantu penurunan berat badan dengan mengurangi massa lemak.
2. Selalu Makan Sayuran
Tak bisa dimungkiri, orang Korea memang terbiasa menyantap berbagai olahan sayur setiap kali makan. Salah satunya adalah kimchi, yang telah menjadi makanan pokok untuk mereka. Kimchi umumnya dibuat dari berbagai sayuran seperti sawi putih, lobak, mentimun, dan wortel.
Selain kimchi, aneka banchan lainnya juga didominasi sayuran seperti namul (sayuran yang ditumis, biasanya bayam atau toge), oi muchim (salad timun pedas), dan hobak bokkeum (zucchini muda yang ditumis).
Mereka juga punya kebiasaan ssam, budaya makan khas Korea dengan membungkus makanan, biasanya daging panggang, dalam sayuran seperti selada, perilla, sawi putih, kubis, collard, hingga daun buah bit. Tradisi makan ini dianggap menyehatkan dan bisa memenuhi asupan serat.
3. Konsumsi Makanan Manis Secukupnya
Meskipun sering nongkrong cantik di kafe-kafe aesthetic nan unik, perempuan Korea ternyata sangat membatasi konsumsi makanan dan minuman manis. Mereka cenderung memilih buah segar sebagai dessert yang lebih sehat.
Namun, bukan berarti mereka tidak mengonsumsi makanan manis sama sekali, ya. Jika mereka ingin makan makanan manis seperti cake, cookies, atau donat, biasanya dibarengi dengan minum tawar atau pahit seperti iced americano.
Bukan tanpa alasan, kopi hitam diketahui memiliki sifat yang dapat menekan nafsu makan sehingga dapat membatasi asupan makanan manis agar tidak berlebihan.
4. Membatasi Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Roti
Tak hanya membatasi asupan makanan manis, kebanyakan perempuan Korea juga membatasi konsumsi makanan cepat saji dan roti. Meski ada banyak sekali restoran fast food di Korea, yang biasanya menawarkan menu ayam goreng, pizza, hingga burger, namun mereka cenderung memilih makanan yang cepat dan praktis, tetapi juga menyehatkan seperti kimbap. Kimbap tergolong makanan sehat karena kaya sayur dan protein.
Mereka juga sangat membatasi konsumsi tepung-tepungan seperti roti. Meski banyak orang yang menganggap roti sebagai sumber karbohidrat yang baik, tetapi orang Korea cenderung tidak memasukkan roti ke dalam menu diet sehat.
Bukan tanpa alasan, melainkan karena makanan ini melalui proses pengolahan cukup panjang, kurang nutrisi, dan tinggi gula. Roti juga mengandung gluten, yang membuatnya sulit dicerna.
5. Pola Makan
Bisa dibilang, asupan kalori yang dikonsumsi orang Korea sehari-hari tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Namun, yang membedakan keduanya adalah pola makannya.
Orang Korea cenderung mengonsumsi banyak sayuran, makanan fermentasi, dan protein rendah lemak seperti daging sapi tanpa lemak, ayam, makanan laut dan telur, yang dapat menyehatkan tubuh. Makanan yang disajikan pun biasanya dimasak dengan metode rebus atau panggang.
6. Sarapan Ringan
Istilah “belum makan kalau belum makan nasi” merupakan hal yang lumrah bagi sebagian besar orang Indonesia. Nasi dianggap sebagai makanan pokok dan sumber karbohidrat yang memberikan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari. Tak heran jika menu sarapan orang Indonesia biasanya berupa nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, maupun lontong sayur.
Namun, berbeda dengan kebiasaan orang Korea yang memilih menu sarapan simpel dan ringan. Meski sama-sama mengonsumsi nasi di pagi hari, mereka cenderung menikmati dengan porsi yang lebih kecil. Menu andalannya adalah nasi dan sup bening yang berisi sayuran serta sedikit daging.
7. Hobi Minum Teh
Sudah menjadi rahasia umum, jika orang Korea hobi minum teh. Beberapa jenis teh dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan, terutama teh hijau dan teh barley. Keduanya dikenal memiliki kandungan antioksidan dan katekin yang dapat membantu pembakaran lemak, serta juga membantu melancarkan pencernaan.
Teh biasa dinikmati tanpa menambahkan gula sehingga bisa dibilang nol kalori. Kebiasaan minum teh yang dilakukan orang Korea merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi asupan kalori dan gula, yang dapat mendukung badan tetap ramping.


