
Pernahkah terlintas di benak sobat kover mengapa uban telah ada padahal usia masih muda bahkan sejak awal 20-an? Tentunya anda penasaran bukan? Melansir dari beberapa sumber menyebutkan bahwa uban biasanya akan muncul saat memasuki usia paruh baya. Namun hal ini bukan berarti tak bisa terjadi di usia muda.
Ada beberapa penyebab yang turut mempengaruhi penyebab uban muncul di usia muda. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Melansir dari laman Health dan USA Today, berikut ini tim kover akan membahasnya dan cara mengatasinya. Simak disini!
Genetika
Faktor genetika memang dapat berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan mengalami uban di usia muda. Karena gen tertentu dapat menyebabkan rambut beruban lebih cepat dari biasanya. Seseorang bisa memiliki risiko 3-5 kali lebih besar mengalami uban dini, jika salah satu atau kedua orang tuanya sudah beruban sebelum usia 30 tahun.
Kekurangan Vitamin Atau Mineral
Tahukah anda bahwa kadar vitamin dan mineral tertentu yang rendah ternyata dapat meningkatkan risiko rambut beruban di usia muda loh. Menurut tinjauan ilmiah, kekurangan nutrisi berikut dapat berhubungan dengan munculnya uban dini, seperti Kalsium, Tembaga, Ferritin, Folat, Zat besi, Selenium, Vitamin B12 dan Seng.
Selain itu, kekurangan protein juga dapat menyebabkan rambut kehilangan pigmen alaminya. Pola makan vegetarian atau vegan juga berpotensi meningkatkan risiko uban dini jika asupan nutrisi penting tidak tercukupi dengan baik.
Stres
Beberapa penelitian menunjukkan, orang dengan rambut beruban cenderung lebih sering melaporkan pengalaman hidup yang penuh stres dibandingkan mereka yang tidak beruban. Dalam penelitian pada hewan, stres terbukti menyebabkan tikus kehilangan sel punca yang berperan dalam menghasilkan melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin sebagai pigmen warna rambut.
Namun, hingga saat ini masih diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk memastikan dan memahami secara jelas hubungan antara stres dan berkurangnya produksi melanosit yang menyebabkan rambut beruban.
Kondisi Kesehatan
Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan rambut beruban atau membuat uban tampak lebih jelas. Pada penderita alopecia areata (kerontokan rambut), rambut beruban bisa muncul dalam bentuk bercak-bercak. Sementara itu, vitiligo, yaitu suatu kondisi ketika kulit kehilangan pigmen di area tertentu, juga dapat menyebabkan rambut di area tersebut berubah menjadi putih atau beruban.
Paparan Sinar UV
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari merupakan salah satu penyebab stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas lebih banyak dibandingkan antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas sendiri adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Paparan sinar UV juga dapat merusak melanin di folikel rambut. Padahal, melanin berfungsi melindungi sel dari dampak buruk sinar UV. Ketika jumlah melanin berkurang, rambut menjadi lebih rentan mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Bahan Kimia dan Panas
Paparan bahan kimia dan panas dapat merusak rambut dan meningkatkan risiko munculnya uban lebih dini. Misalnya, bahan kimia dalam pewarna rambut dapat melemahkan dan merusak struktur rambut. Selain itu, panas dari alat penata rambut seperti pengering rambut dan pelurus rambut juga dapat menyebabkan kerusakan, sehingga rambut menjadi lebih rapuh dan mudah berubah.
Merokok
Uban dini lebih sering terjadi pada perokok dibandingkan orang yang tidak merokok. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penumpukan nikotin di folikel rambut, sehingga mengganggu proses pembentukan pigmen dan mempengaruhi warna rambut.
Cara Mengatasi Uban Dini
Ketika rambut mulai beruban dini, mungkin anda akan bertanya apakah proses ini bisa dihentikan atau dicegah sepenuhnya? Jawabannya, tidak. Uban tidak bisa sepenuhnya dicegah.
Alasannya karena faktor genetik tetap berperan besar. Namun, meski gen tidak dapat diubah, gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi seberapa cepat dan seberapa banyak uban muncul. Beberapa gaya hidup dan kebiasaan yang dapat membantu memperlambat munculnya uban tersebut yaitu:
Konsumsi makanan yang menyehatkan rambut
Mengonsumsi makanan tertentu bisa membantu menghilangkan uban dan mengembalikan kilau rambut. Cara menghilangkan uban ini efektif dilakukan pada uban yang disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti kekurangan vitamin B7 (biotin), vitamin B12, vitamin D, zat besi, selenium, atau tembaga. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi produksi melanin, sehingga rambut lebih cepat beruban. Guna mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghilangkan uban, Anda bisa mengonsumsi jenis makanan ini:
Daging dan jeroan hewan
Daging ayam
Makanan laut, seperti Ikan dan kerang
Telur
Tempe dan tahu
Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kacang merah, kacang hijau, almond, kedelai, serta jelai dan gandum
Susu dan produk olahannya
Buah dan sayuran
Konsumsi suplemen
Sama halnya dengan makanan, konsumsi suplemen juga dapat membantu menyamarkan uban yang disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu. Suplemen berperan dalam menunjang asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan rambut. Contoh suplemen untuk rambut uban adalah biotin. Suplemen ini mampu membantu memperkuat folikel rambut dan meningkatkan produksi keratin, sehingga rambut tampak lebih sehat dan kuat.
Selain biotin, suplemen yang mengandung vitamin B12 atau selenium juga dapat membantu mencegah rambut beruban akibat kekurangan nutrisi.
Gunakan masker rambut dari bahan alami
Masker rambut dari bahan alami cocok untuk mengatasi uban yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, serta kerusakan rambut akibat paparan sinar matahari berlebihan atau radikal bebas. Namun, masker berbahan alami kurang efektif untuk mengatasi uban yang disebabkan oleh faktor genetik atau penuaan.
Salah satu masker alami untuk rambut yang bisa dicoba adalah masker dari daun kari. Masker ini kaya akan antioksidan dan nutrisi yang dapat membantu memperkuat rambut serta menyamarkan uban secara alami. Selain itu, masker rambut dengan minyak kelapa, minyak kemiri, atau minyak rosemary juga diketahui dapat menyamarkan uban secara alami.
Menghindari kebiasaan merokok
Selain itu, ia juga menyarankan untuk membatasi paparan polutan lingkungan, karena zat-zat tersebut dapat memicu stres oksidatif dan menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak rambut atau mempercepat proses beruban. Ada pun jika stres menjadi pemicu uban dini, maka beberapa penelitian dan pendapat ahli menunjukkan bahwa uban yang baru muncul berpotensi berkurang atau melambat ketika tingkat stres berhasil diturunkan.
Hindari stres
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine (2013) mencoba melihat bagaimana luka dan sinar ultraviolet B (UVB) memengaruhi sel folikel (tempat tumbuhnya rambut). Salah satu temuan penelitian ini menunjukkan bahwa stres dapat menipiskan sel induk dari pangkal folikel rambut. Bahkan, stres berkepanjangan bisa mempercepat penuaan dini, termasuk pada rambut, tiga kali lebih cepat.
Nah, untuk mengatasi uban semakin banyak di usia muda sebaiknya kelola stres Anda sebaik mungkin. Jika perlu, Anda dapat menemui psikiater untuk mendapatkan pertolongan medis. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meredam stres, mulai dari mendengarkan musik, pergi jalan-jalan, meditasi untuk mengurangi stres, atau melakukan aktivitas favorit Anda lainnya.
Berhenti merokok
Merokok adalah kebiasaan buruk yang bisa merusak kulit dan rambut dengan cepat. Tidak hanya membuat dada menjadi sesak, merokok juga mempercepat timbulnya penuaan kulit, termasuk pada kulit kepala. Keriput di kulit kepala memang tidak terlalu terlihat, tetapi efek rokok tetap saja dapat menyempitkan pembuluh darah di kepala.
Akibatnya, aliran darah mengandung oksigen menuju folikel rambut jadi berkurang. Rambut Anda pun bukan cuma cepat rontok, tapi juga cepat ubanan di usia yang masih muda. Meskipun memang tidak bisa mengembalikan warna rambut menjadi hitam kembali, berhenti merokok setidaknya bisa membantu menghambat munculnya uban yang lebih banyak pada rambut.
Minum Jus Wortel
Tak hanya baik untuk kesehatan mata saja, wortel juga bisa membantu mengatasi munculnya uban lho! Wortel kaya akan kandungan beta-karoten yang merupakan sumber vitamin A. Nutrisi ini dapat menjaga kesehatan sel-sel di tubuh, termasuk sel-sel pigmen rambut.
Dengan mengonsumsi wortel secara rutin, produksi melanin yang memberi warna pada rambut bisa terjaga, sehingga memperlambat proses munculnya uban. Selain itu, wortel juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi rambut dari kerusakan akibat radikal bebas.
Menggunakan Masker Campuran Jahe dan Madu
Cara mengatasi munculnya uban di usia muda bisa dengan menggunakan masker campuran jahe dan madu secara rutin. Jahe dikenal memiliki sifat yang baik untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kulit kepala yang dapat merangsang pertumbuhan rambut sehat.
Selain itu, jahe juga mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel rambut. Jahe yang dicampur dengan madu dapat membantu menjaga kelembaban rambut dan kulit kepala.


