7 Kebiasaan Kecil Ini Dapat Membuat Mata Cepat Minus

Banyak orang tak sadar bahwa kerap melakukan kebiasaan kecil ini ternyata dapat membuat mata menjadi cepat minus. Apalagi sudah memasuki era digital seperti sekarang ini, membuat mata bekerja lebih keras dibanding sebelumnya. Baik itu bekerja di depan komputer, bermain ponsel maupun menonton video berjam-jam.

Semua aktivitas tersebut membuat mata justru terus terpapar layar dalam waktu lama. Tidak heran jika semakin banyak orang mengalami gangguan penglihatan di usia muda. Meski faktor genetik turut berperan, para ahli menyebut bahwa kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi perkembangan rabun jauh atau miopia. Lalu, apa saja kebiasaan yang diam-diam membuat mata cepat minus? Simak selengkapnya disini!

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan ponsel, tablet, atau komputer dapat membuat mata terus fokus pada jarak dekat. Menurut American Academy of Ophthalmology, aktivitas melihat objek dekat dalam waktu lama dapat meningkatkan ketegangan mata dan berkaitan dengan perkembangan miopia pada sebagian orang.

Selain membuat mata terasa kering dan lelah, kebiasaan ini juga sering membuat seseorang lupa berkedip sehingga permukaan mata menjadi kurang lembap. Karena itu, penting untuk memberi waktu istirahat secara berkala saat menggunakan gadget.

Membaca atau Bermain Ponsel dalam Kondisi Tiduran

Membaca buku atau bermain ponsel sambil tiduran sering terasa nyaman, tetapi posisi ini membuat jarak antara mata dan objek menjadi tidak konsisten. Akibatnya, mata harus terus menyesuaikan fokus untuk melihat dengan jelas. Kebiasaan melihat objek terlalu dekat dalam waktu lama dapat meningkatkan ketegangan pada sistem fokus mata. Beauties, sebaiknya gunakan posisi duduk yang nyaman dengan jarak pandang yang cukup agar mata tidak cepat lelah.

Membaca atau Bermain Gadget dalam Pencahayaan yang Buruk

Membaca di ruangan yang terlalu gelap atau terlalu redup tidak secara langsung menyebabkan mata minus, tetapi dapat membuat mata cepat lelah karena harus bekerja lebih keras untuk menangkap detail tulisan. Pencahayaan yang baik membantu mengurangi ketegangan mata saat membaca atau bekerja. Maka dari itu, gunakan pencahayaan yang cukup agar mata terasa lebih nyaman saat beraktivitas.

Jarang Beraktivitas di Luar Ruangan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan cenderung memiliki risiko miopia yang lebih rendah. Paparan cahaya alami diyakini membantu perkembangan mata yang lebih sehat.

British Journal of Ophthalmology menemukan hubungan antara waktu di luar ruangan dan penurunan risiko perkembangan miopia. Beauties, meluangkan waktu untuk berjalan santai atau berolahraga di luar rumah bisa menjadi kebiasaan baik untuk kesehatan mata.

Sering Begadang

Begadang mungkin tidak secara langsung menyebabkan mata minus, tetapi kebiasaan ini dapat membuat mata bekerja dalam kondisi kurang optimal. Saat tubuh kurang istirahat, produksi air mata bisa berkurang sehingga mata menjadi lebih kering, merah, dan mudah terasa lelah saat melihat layar atau membaca.

Menurut Richard Rosen di American Academy of Ophthalmology, kurang tidur dapat memengaruhi kenyamanan dan fungsi mata sehari-hari. Beauties, jika mata sudah lelah akibat kurang tidur lalu dipaksa menatap layar dalam waktu lama, ketegangan mata akan semakin meningkat dan membuat penglihatan terasa tidak nyaman.

Sering Mengucek Mata

Saat mata terasa gatal atau lelah, banyak orang secara refleks menguceknya. Padahal, tekanan berulang pada mata dapat memengaruhi bentuk kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Kebiasaan mengucek mata terlalu keras dan terlalu sering dapat meningkatkan risiko kerusakan kornea, termasuk kondisi yang dikenal sebagai keratoconus pada sebagian kasus. Beauties, jika mata terasa gatal atau kering, lebih baik menggunakan obat tetes mata yang sesuai anjuran tenaga medis atau mengistirahatkan mata sejenak daripada terus-menerus menguceknya.

Membaca atau Bermain Gadget dengan Mata Terlalu Dekat

Sebagian orang terbiasa membaca buku atau memegang ponsel sangat dekat dengan wajah, bahkan kurang dari 30 sentimeter. Kebiasaan ini membuat otot mata terus bekerja untuk memfokuskan penglihatan pada objek jarak dekat dalam waktu lama. Akibatnya, mata lebih cepat lelah, tegang, dan terasa tidak nyaman setelah beraktivitas.

Aktivitas melihat objek pada jarak dekat dalam waktu lama dapat meningkatkan ketegangan pada sistem fokus mata. Ingat , para ahli umumnya menyarankan jarak baca sekitar 30–40 sentimeter untuk buku atau ponsel, sementara layar komputer sebaiknya berada sekitar satu lengan dari mata.