7 Ikan di Indonesia dengan Gizi Paling Tinggi

Indonesia merupakan salah satu negara produsen ikan terbesar di dunia. Ekosistem bahari Indonesia menjadi rumah dari berbagai jenis ikan yang mengandung protein tinggi. Setidaknya 54% asupan protein hewani masyarakat Indonesia berasal dari ikan. Hal ini membuat ikan-ikan lokal di Indonesia menjadi sumber protein berkualitas tinggi, dan bermanfaat untuk kebutuhan nutrisi.

Saking banyaknya manfaat yang bisa didapat dari ikan, banyak ahli gizi yang menyarankan agar mengkonsumsi ikan minimal 2 kali seminggu. Biasanya, banyak yang langsung menyebut ikan tuna atau salmon sebagai ikan dengan yang memiliki gizi tinggi. Tapi, tahukah kamu  kalau ada 7 ikan lokal yang gizinya tinggi dan tidak kalah dari tuna? Berikut ini daftar 7 ikan lokal bergizi tinggi:

1. Ikan Patin

Ikan patin adalah ikan air tawar yang bergizi dan mudah sekali ditemukan di Indonesia. Dalam setiap 100 gram ikan patin, terdapat sekitar 17 gram protein dan 6,5 gram lemak sehat. Nutrisi lainnya yaitu kalsium, fosfor, zat besi, kalium, beta karoten, serta vitamin B3 (niasin) yang membantu menjaga kesehatan tulang, membantu metabolisme tubuh, dan mendukung fungsi saraf.

2. Ikan Lele

Lezat dan terjangkau, ikan lele termasuk ikan lokal yang paling bergizi. Dalam 100 gram ikan lele, terkandung sekitar 18 gram protein dan asam lemak omega-3 serta omega-6 yang baik untuk menjaga kesehatan otak, jantung, dan mata. Tak hanya itu, lele juga mengandung vitamin B12 yang penting untuk pembentukan sel darah merah.

3. Ikan Teri

100 gram ikan teri mengandung 20-25 gram protein, Beauties. Tak heran kalau ikan teri menjadi salah satu sumber protein tertinggi di antara ikan lokal. Selain protein, ikan teri juga mengandung kalsium, zat besi, vitamin D, kalium, zinc, dan selenium. Kandungan tersebut dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang, memperkuat sistem imun, dan membantu menjaga kesehatan jantung.

4. Ikan Kembung

Ikan kembung juga memiliki kandungan omega-3, yang jumlahnya lebih banyak dari ikan salmon. Menurut penelitian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UGM, kandungan omega-3 ikan kembung adalah 2,6 gram atau 2 kali lipat dari salmon yang sebesar 1,4 gram. Dengan harga yang lebih murah, Buah Hati Ayah dan Bunda bisa mendapatkan manfaat dari kalsium, zat besi, vitamin A, D, E dan vitamin B kompleks, serta fosfor dalam ikan tersebut.

5. Ikan Tongkol dan Cakalang

Baik di pasar modern dan tradisional, ikan tongkol dan cakalang juga termasuk jenis yang gampang ditemukan dengan harga terjangkau. Ikan jenis ini banyak berkembang di Samudera Pasifik, termasuk di perairan Indonesia. Sama seperti contoh sebelumnya, ikan tongkol maupun cakalang merupakan sumber protein, vitamin A, C, zat besi dan kalsium. Omega-3 dan niacin yang ada di dalamnya sangat berguna untuk kesehatan otak Si Kecil.

6. Ikan Mujair

Ikan mujair merupakan salah satu jenis yang berasal dari air tawar. Di dalamnya terkandung protein yang baik untuk perkembangan otot, fosfor untuk menguatkan tulang, selenium yang bisa menangkal radikal bebas, serta asam lemak omega-3 yang bagus untuk perkembangan otak. Olahan ikan ini juga beragam loh Ayah dan Bunda, mulai dari mujair kuah kuning, mujair asam manis, mujair bumbu bali, atau hanya digoreng saja sudah bisa dinikmati. 

7. Lemuru dan Sarden

Sarden kalengan sering menjadi pilihan praktis bagi beberapa orang yang ingin mengkonsumsi ikan. Ikan lemuru, yang menjadi bahan dasar sarden kalengan, biasanya melakukan transmigrasi ke perairan Indonesia di bulan-bulan tertentu dan menjadi rezeki dari para nelayan. Baik sarden segar maupun kalengan, semuanya sama-sama kaya akan vitamin dan mineral, mulai dari kalsium, kalium, fosfor, zat besi, vitamin D dan selenium. Sarden juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang banyak, sehingga bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan merawat kesehatan otak.