7 Hewan Purba Ini Ternyata Masih Ada di Indonesia, Apa saja Itu?

Sobat kover, tahukah anda bahwa Indonesia merupakan salah satu rumah bagi sejumlah hewan purba untuk terus bertahan hidup loh. Bahkan kabarnya hingga saat ini spesies kuno tersebut masih ada dan hidup di Indonesia meskipun kelestariannya terancam punah. 

Ya, hal ini dikarenakan terdapatnya perburuan liar, kerusakan habitat, hingga eksploitasi manusia. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin hewan-hewan purba itu pada akhirnya hanya akan menjadi legenda di masa depan.

Nah, lantas apa sajakah hewan purba tersebut? Tentunya sobat kover penasaran bukan? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tim kovermagz akan membahasnya untuk anda. Simak selengkapnya disini! 

Arwana Super Red (Scleropages formosus)

Ikan arwana memang kerap digadang-gadang sebagai salah satu ikan hias yang paling eksotis di dunia lantaran keindahan yang dimilikinya. Tetapi tahukah anda, di balik keindahannya, arwana ternyata termasuk hewan purba loh. Spesies ini sudah ada sejak lebih dari 150 juta tahun yang lalu.

Arwana Super red yang merupakan salah satu varietas paling langka hanya ditemukan di perairan Kalimantan Barat. Bentuk tubuhnya yang panjang dan sisiknya yang berkilau membuatnya disebut sebagai “ikan naga” oleh masyarakat Tiongkok kuno. Kepercayaan tersebut membuat arwana super red memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Namun, populasinya di alam liar semakin menurun karena perburuan dan perdagangan ilegal.

Belangkas

Mimi atau Belangkas mencakup empat jenis hewan beruas (artropoda) yang menghuni perairan dangkal wilayah paya-paya dan kawasan mangrove. Kesemuanya merupakan anggota suku Limulidae dan menjadi satu-satunya wakil dari bangsa Xiphosurida yang masih sintas di bumi. Cetakan fosil hewan ini tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama.

Orang Jawa menyebut mimi untuk yang berjenis kelamin jantan dan mintuna untuk yang betina. Hewan ini monogamik, sehingga sering dijadikan simbol kelanggengan pasangan suami-isteri. Orang Inggris mengenalnya sebagai horseshoe crab atau “ketam ladam” karena bentuknya yang dianggap seperti ladam kuda. Belangkas merupakan satwa dilindungi di Indonesia.

Buaya Muara (Crocodylus porosus)

Jika di Amerika ada Alligator maka Indonesia punya Buaya muara. Ini adalah salah satu reptil purba terbesar yang diketahui masih hidup hingga saat ini. Diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 200 juta tahun lalu, menjadikannya salah satu spesies yang bertahan sejak zaman dinosaurus. 

Konon, buaya muara diketahui memiliki panjang tubuh hinggamencapai 7 meter dan berat lebih dari 1 ton. Di Indonesia sendiri, buaya muara sebagian besar tersebar di perairan Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara. Sebagai predator puncak, buaya muara memiliki kekuatan gigitan yang luar biasa, bahkan dikenal sebagai salah satu yang terkuat di dunia. Adaptasinya yang luar biasa terhadap berbagai habitat membuatnya mampu bertahan melewati perubahan iklim selama jutaan tahun.

Komodo 

Komodo alias Varanus komodoensis adalah salah satu hewan purba paling populer di Indonesia dan di dunia. Bagaimana tidak? Setiap tahunnya para wisatawan dari berbagai dunia bahkan lokal turut berkunjung demi melihat sang komodo tersebut. Reptil raksasa ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar 4 juta tahun yang lalu. Hidup di kawasan Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, dan Flores, komodo menjadi predator puncak dalam ekosistemnya. Panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter dengan berat lebih dari 70 kilogram.

Selain ukurannya yang besar, komodo memiliki air liur yang mengandung bakteri mematikan, membuatnya menjadi pemburu yang efisien. Keberadaan komodo yang masih bertahan hingga kini menjadikannya ikon hewan purba Indonesia yang mendunia.

Penyu Belimbing 

Memiliki nama Dermochelys coriacea atau yang disebut dengan penyu belimbing merupakan salah satu spesies penyu purba yang telah ada sejak lebih dari 100 juta tahun lalu. Berbeda dengan penyu lainnya, penyu belimbing memiliki tempurung yang lebih lunak dan bertekstur seperti kulit, bukan keras seperti spesies penyu lainnya.

Di Indonesia, penyu belimbing sering ditemukan di perairan Papua, Sulawesi, dan Sumatera. Hewan ini dikenal sebagai perenang ulung yang mampu menempuh jarak ribuan kilometer dalam satu kali migrasi. Namun, populasinya semakin menurun akibat perburuan telur, kerusakan habitat, dan polusi laut, membuatnya masuk ke dalam daftar spesies terancam punah.

Ikan Raja Laut

Pernahkah anda mendengar ikan raja laut? Ikan raja laut atau Coelacanth Indonesia adalah salah satu dari dua spesies hidup coelacanth, sejenis ikan purba, yang masih ada hingga kini. Coelacanth Indonesia memiliki ciri berwarna sisik tubuh kecokelatan. Ikan langka ini masuk ke dalam daftar IUCN Red List dengan kategori rentan. Satu spesies lainnya, yaitu Latimeria chalumnae (Coelacanth Samudra Hindia Barat) masuk dalam daftar terancam kritis.

Habitat ikan purba ini konon katanya berada di sekitar perairan Laut Sulawesi, terutama di sekitar Pulau Manado Tua, perairan Malalayang, Teluk Manado, dan di perairan Talise, Minahasa Utara. Habitat ikan coelacanth berada di kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat celsius.

Di Indonesia, spesimen coelacanth Indonesia awetan kering disimpan dalam peti kaca dan dipamerkan di Seaworld Indonesia, Jakarta. Sedangkan di Indonesia, setidaknya ada dua awetan basah coelacanth Indonesia, yakni yang disimpan di Museum Biologi LIPI di Cibinong dan di Manado.

Trenggiling Sunda (Manis javanica)

Terakhir adalah Trenggiling Sunda. Mamalia bersisik yang satu ini diketahui telah ada sejak sekitar 60 juta tahun lalu. Tubuhnya yang unik dan tertutup dengan sisik keras berfungsi sebagai bentuk pertahanan diri dari predator. Di Indonesia, trenggiling dapat di temukan di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Mereka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengontrol populasi serangga, terutama semut dan rayap. Namun, keberadaannya kini terancam akibat perburuan liar karena daging dan sisiknya dianggap memiliki nilai obat tradisional, membuat trenggiling termasuk ke dalam spesies yang dilindungi.