
Tahukah sobat kover bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan ribuan hewan endemik yang hidup di hutan Indonesia loh. Kendati demikian memiliki banyak hewan endemik, namun hewan-hewan tersebut terancam punah. Ya, berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2022, sebanyak 1.200 spesies hewan di Indonesia terancam punah.
Ratusan jenis mamalia, burung, hingga reptil dan amfibi termasuk dalam kategori rentan atau terancam punah. Nah kali ini, tim kovermagz akan akan mengajak anda untuk mengetahui berbagai hewan endemik Indonesia. Dari Sumatera hingga Papua, hewan endemik yang terkenal dan terancam punah wajib dilindungi. Simak selengkapnya disini!
Harimau Sumatera
Pertama ada Harimau Sumatera. Hewan yang satu ini adalah satu-satunya spesies harimau endemik Indonesia yang masih hidup dan bertahan hingga saat ini. Meski baru-baru ditemukan penelitian dan hasil DNA tentang keberadaan hewan jawa, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, namun keberadaannya belum ditemukan pasti.
Melansir dari Rainforest Action Network, dari data saat ini, harimau Sumatera diperkirakan berjumlah kurang dari 500 ekor, dengan perkiraan 150 pasang yang berkembang biak. Ancaman yang terjadi pada populasi harimau Sumatera adalah perusakan hutan sebagai habitat asli mereka menjadi perkebunan. Para ilmuwan harimau menyatakan bahwa kawasan hutan lindung di Sumatera tidak cukup untuk mempertahankan populasi harimau secara berkelanjutan. Pentingnya, untuk tetap melestarikan hutan agar harimau bisa bertahan hidup.
Gajah Sumatera
Gajah Sumatera terdaftar sebagai hewan endemik yang terancam punah karena hilangnya habitat. Gajah Sumatera ditetapkan kritis terancam punah oleh IUCN. Menurut laporan dari Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) tahun 2022 populasi tersisa sekitar 924-1.359 gajah Sumatera. Sementara, perkiraan Pemerintah pada Agustus 2025 menyebutkan 1.100 ekor yang terbentang di 22 bentang alam Sumatera. Perkiraan konservasi, termasuk WWF Indonesia menyebutkan jumlahnya sekitar 1.300–1.400 ekor pada tahun 2024.
Badak
Badak jawa menjadi hewan endemik langka. Melansir dari World Wild Life (WWF) hanya sekitar 76 badak jawa yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Hal tersebut menjadikan badak Jawa terancam punah. Maka dari itu, pentingnya perlindungan mamalia besar ini dari perburuan liar dan kehilangan habitatnya.
Sementara itu, badak Sumatera juga diambang kepunahan. Saat ini, hanya tersisa 34-47 badak Sumatera di alam liar seperti dikutip dari Yayasan Badak Internasional. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan pakar konservasi lingkungan, total gabungan populasi badak Jawa dan Sumatera di Indonesia kurang dari 100 ekor.
Orangutan
Jumlah orangutan mengalami penurunan drastis akibat defortasi. IUCN menetapkan bahwa orangutan Sumatera berada dalam jumlah yang kritis, karena populasinya yang tingga beberapa ribu. Sementara itu, populasi orangutan Kalimantan juga terancam. PBB pernah menyerukan untuk menyelematkan orangutan Indonesia pada tahun 2017 dan menyebut jumlah orangutan yang tersisa sebagai “darurat konservasi”. Hal tersebut disebabkan oleh perusakan habitat menjadi perkebunan sawit.
Spesies Burung
Indonesia memiliki lebih dari 11.000 spesies burung dan menjadi negara keempat dengan jumlah spesies burung tertinggi di dunia dan lebih dari 500 spesies burung endemik Indonesia. Burung-burung endemik yang terkenal, seperti burung cendrawasih dari Papua, Jalak Bali, hingga Elang Jawa.
Melansir dari laman Burung Indonesia, terdapat 11 burung endemik Indonesia yang masuk dalam kategori red list IUCN pada tahun 2023. Spesies burung memiliki ancaman utama, seperti konversi hutan rawa dataran rendah menjadi perkebunan, degradasi habitat, perburuan liar, dan pengambilan telur. Mentok rimba, salah satu jenis burung yang telah punah di sebagian besar wilayah, dan hanya tersisa di beberapa kawasan Lampung dan Riau, seperti di Taman Nasional Way Kambas dan Semenanjung Kampar.
Komodo
Komodo ditetapkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN pada 2023. Populasi komodo di alam liar diperkirakan berjumlah 3.000-3.500 ekor yang tersebar di lima pulau Nusa Tenggara Timur. Beberapa ancaman yang terjadi seperti perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut, hilangnya habitat alami, bencana alam, dan menurunnya populasi mangsa.
Pesut Mahakam
Pesut Mahakam menjadi hewan endemik yang hanya ada di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Berdasarkan pemantauan terbaru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Yayasan Konservasi RASI, saat ini hanya tersisa 62 ekor pesut Mahakam di alam liar.
Mengutip dari Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Jawa Barat, hewan langka ini terancam punah karena berbagai faktor, seperti perusakan habitat akibat penambangan batu bara, jaring ikan yang menyebabkan banyak pesut terjebak dan mati, polusi air limbah industri dan rumah tangga, hingga lalu lintas kapal yang mengganggu aktivitas pesut itu sendiri.


