
Alzheimer dan demensia adalah gangguan kesehatan yang menyerang fungsi otak, dimana penderitanya mengalami penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir. Meskipun Alzheimer dan demensia seringkali didiagnosis pada orang lanjut usia di atas 60 tahun, namun nyatanya kedua kondisi ini juga dapat menyerang usia muda.
Penyakit Alzheimer sendiri merupakan demensia yang berhubungan dengan adanya perubahan genetik dan protein dalam organ otak. Sedangkan demensia vaskular merupakan jenis demensia yang terjadi akibat adanya gangguan di pembuluh darah otak. Berbeda dengan demensia, pikun merupakan kondisi yang terjadi saat adanya perubahan dalam berpikir dan mengingat yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Adakah langkah mencegah demensia yang dapat dilakukan sejak dini? Jawabannya adalah ada. Kamu dapat mencegah demensia seiring dengan bertambahnya usia dengan melakukan hal-hal berikut ini:
Berolahraga secara teratur
Tahukah Anda bahwa latihan fisik secara teratur dapat mengurangi risiko terkena demensia hingga 50%? Olahraga juga dapat memperlambat kemunduran lebih lanjut pada mereka yang sudah mulai mengalami masalah kognitif.
Berolahragalah setidaknya 30 menit, 5 kali seminggu. Anda dapat berjalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, atau bergabung dengan kelompok dansa. Tambahkan sesi latihan kekuatan atau angkat beban dalam rutinitas mingguan Anda – latihan ini tidak hanya membentuk otot, tetapi juga membantu Anda menjaga kesehatan otak. Latihan beban tidak hanya berarti mengangkat beban – hiking, menari, jogging, dan berjalan kaki juga termasuk di dalamnya!
Seiring bertambahnya usia, Anda mungkin lebih berisiko mengalami cedera kepala akibat jatuh, yang pada gilirannya meningkatkan risiko cedera otak. Latihan keseimbangan dan koordinasi dapat membantu Anda tetap lincah dan terhindar dari jatuh. Latihan keseimbangan dan koordinasi termasuk taichi, yoga, pilates atau latihan menggunakan bola keseimbangan.
Pola Makan Kaya Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli kaya akan vitamin K, lutein, folat, dan beta karoten. Nutrisi ini berperan melindungi sel saraf dari peradangan dan memperkuat daya ingat.
- Peran utama:menjaga kesehatan pembuluh darah otak, menurunkan risiko penumpukan plak yang bisa mengganggu fungsi kognitif.
- Contoh menu:tumis bayam, sup brokoli, salad kale dengan minyak zaitun.
Kelola Gula Darah
Cara mencegah demensia dan Alzheimer juga dapat dilakukan dengan mengelola kadar gula darah.
Kadar gula darah atau glukosa yang lebih tinggi dari normal dapat menyebabkan diabetes dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan kognitif, dan demensia.
Untuk mengelola kadar gula darah, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat, seperti memilih makanan sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan rutin memeriksa kadar glukosa untuk membantu mengelola gula darah.
Melatih Kemampuan Otak Secara Rutin
Pencegahan Alzheimer dan demensia dapat dilakukan dengan melatih kemampuan otak secara rutin.
Kamu bisa meningkatkan kemampuan fungsi otak dengan mempelajari sesuatu hal yang baru, seperti belajar bahasa asing, berlatih alat musik, belajar melukis atau menjahit.
Selain itu, kamu juga bisa melakukan permainan asah otak seperti teka teki silang, atau permainan kata dan angka seperti Scrabble atau Sudoku.
Tingkatkan Asupan Vitamin D
Meningkatkan asupan vitamin D menjadi salah satu langkah mencegah demensia sejak dini. Pasalnya, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penurunan kognitif pada tubuh. Cara yang paling alami dan mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan berjemur. Kamu juga dapat mengonsumsi multivitamin atau suplemen tambahan.
Cukup Istirahat
Kurang istirahat dapat meningkatkan kadar protein yang dapat membentuk plak amiloid, sehingga mengganggu pola tidur seseorang. Kurang tidur juga akan menyebabkan terjadinya gangguan kognitif yang menyebabkan peradangan di sistem saraf pusat, termasuk otak. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup selama 8 jam per malam.
Kelola Stres dengan Baik
Stres kronis atau terus-menerus dapat berdampak buruk pada otak, menyebabkan penyusutan area memori utama, menghambat pertumbuhan sel saraf, dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.
Dalam hal ini, kamu bisa melakukan cara mencegah alzheimer dan demensia dengan mengelola stres seperti melakukan meditasi dan yoga.


