6 Film Religi untuk Menunggu Buka Puasa 2024

121

Menonton film bisa manjadi pilihan Sobat Kovermagz untuk mengisi waktu ngabuburit saat Ramadan. Selain untuk hiburan sembari menanti buka puasa, film religi juga mengandung pesan-pesan tentang Islam dan kehidupan yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi.

Film religi merupakan salah satu jenis film yang digemari masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam, karena sarat dengan pengaruh ajaran agama yang disampaikan menarik melalui tema dari cerita yang diangkat ke layar lebar.

Ada beberapa rekomendasi film religi yang menghadirkan cerita penuh makna dan bisa jadi renungan selama Ramadan. Film-film ini umumnya menampilkan kisah perjuangan manusia yang tak lepas dari nilai-nilai Islami.

Berikut adalah 6 rekomendasi film Indonesia untuk menemani buka puasa pada Ramadan 2024:

1. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai adalah film biografi sekaligus aksi drama yang mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan serta salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, yakni Hadratussyaikh Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Film ini dibintangi oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken.

Film ini terpilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Academy Awards ke-86 itu bercerita tentang penjajahan Jepang pada 1942 yang melarang pengibaran Bendera Merah Putih dan aktivitas lain berkaitan dengan Indonesia. Saat itu, orang Indonesia juga diminta melakukan Seikerei, yakni penghormatan kepada Jepang.

KH Hasyim Asyari (Ikranagara) menolak melakukan Sekerei karena tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Tindakan itu membuatnya ditangkap oleh Jepang. Namun, para santrinya tak terima dan menuntut Jepang segera membebaskan kiai mereka.

 

2. Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)

Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, Di Bawah Lindungan Ka’bah adalah film adaptasi dari novel Buya Hamka dengan judul yang sama pada 1978. Dibintangi oleh Herjunot Ali dan Laudya Cynthia Bella, film yang dirilis pada 2011 kala itu cukup menyedot perhatian publik.

Berlatar belakang perkampungan Minangkabau di Sumatra Barat era 1920-an, Di Bawah Lindungan Ka’bah menceritakan kesetiaan dan pengorbanan cinta seorang pemuda bernama Hamid. Karena perbedaan ekonomi dan dibayangi utang budi, Ibu Hamid melarang anaknya untuk berharap memiliki Zainab. Namun, dia tetap pada keyakinannya yang tulus.

 

3. Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Perempuan Berkalung Sorban bercerita tentang perjalanan hidup seorang wanita bernama Anissa. Dia dibesarkan dari lingkungan dan tradisi Islam yang konservatif. Keluarganya pun adalah pengelola pesantren kecil.

Di sana dia diajarkan kalau seorang perempuan yang harus tunduk pada laki-laki, sehingga dirinya beranggapan bahwa ajaran Islam hanya membela laki-laki dan menempatkan perempuan dalam posisi sangat lemah dan tidak seimbang.

Dia pun berharap suatu hari nanti bisa menjadi perempuan muslimah yang mandiri. Dibumbui dengan romansa, film ini menyuguhkan perjuangan Anissa untuk membela hak-hak perempuan muslim di tengan rintangan keluarga pesantrennya yang konservatif yang asyik diikuti.

 

4. Negeri 5 Menara (2012)

Film Negeri 5 Menara adalah adaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi berjudul sama. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo dan disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Film yang dirilis pada Maret 2012 itu mendapat respons yang positif dari penonton Indonesia.

Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang terpaksa mondok di sebuah pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Namun, lambat laun anak tersebut merasa betah di pondok. Hal ini tak lepas dari dukungan dari teman-teman dekatnya di pondok. Mereka masing-masing lalu memiliki ambisi untuk menaklukan dunia

 

5. 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, film ini diperankan oleh Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, dan beberapa aktor terkenal lain.  Film ini menceritakan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria.

Film ini juga akan menggambarkan proses mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, menemukan sahabat, hingga sebuah perjalanan menuntun mereka kepada jejak-jejak agama Islam di benua Eropa yang dibawa oleh bangsa Turki pada era Merzifonlu Kara Musiitafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah

 

6. Hafalan Shalat Delisa (2011)

Disutradarai oleh Sony Gaokasak, film Hafalan Shalat Delisa dibintangi oleh Chantiq Schagerl, Nirina Zubir, dan Reza Rahadian. Film ini diangkat dari novel laris karya Tere Liye berjudul yang sama yang seluruh pengambilan adegannya dibuat di Aceh.

Film ini banyak mengingatkan penonton pada peristiwa tsunami Aceh 2004. Film ini menceritakan kisah keluarga yang terdampak tsunami. Peristiwa itu membuat Delisa, tokoh utama di film ini, kehilangan tiga saudarinya dan harus menghadapi kenyataan salah satu bagian tubuhnya diamputasi karena terluka akibat kejadian itu.

Selain 6 film tersebut, masih banyak film-film bertema religi dan keagamaan yang dapat dijadikan tontonan selama bulan Ramadan, seperti Sang Pencerah tentang biografi KH Ahmad Dahlan, hingga serial televisi Para Pencari Tuhan yang jenaka namun tetap memiliki pesan keagamaan dalam konteks kehidupan saat ini.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353