6 Destinasi Wisata Arab Saudi di saat Musim Dingin

Arab Saudi identik dengan gurun pasir dan suhu panas ekstrem. Namun, persepsi tersebut berubah drastis saat musim dingin tiba. Pada periode September hingga Maret, negara ini justru menghadirkan suasana sejuk, cahaya matahari keemasan, serta rangkaian festival yang menghidupkan kota dan alamnya.

Transformasi musiman ini menjadikan Arab Saudi sebagai destinasi wisata musim dingin yang menawarkan pengalaman budaya, hiburan, dan petualangan yang berbeda, termasuk bagi wisatawan Indonesia yang mencari alternatif liburan akhir tahun.

  1. Festival Musim Dingin Tantora, AlUla

AlUla menjadi pusat perayaan musim dingin Arab Saudi melalui festival Winter at Tantora. Di tengah lanskap tebing batu pasir raksasa dan situs bersejarah, wisatawan dapat menikmati konser kelas dunia, penerbangan balon udara, serta pertunjukan cahaya yang menerangi gurun.

Festival ini juga menghadirkan tur heritage ke Hegra dan AlUla Old Town, instalasi seni di lembah, serta pengalaman bersantap hasil kurasi chef ternama. AlUla memadukan kekayaan budaya dan keindahan alam dalam harmoni yang menjadi daya tarik utama musim dingin Saudi. 

  1. Musim Dingin di Laut Merah

Musim dingin menjadi waktu ideal untuk menikmati pesisir Laut Merah. Suhu yang lebih sejuk dan air laut yang jernih cocok untuk aktivitas menyelam dan snorkeling di antara terumbu karang berwarna-warni. Wisatawan juga bisa berlayar dengan yacht, hingga bersantai di pantai.

Kawasan ini juga menawarkan pesona kawasan bersejarah Al-Balad di Jeddah serta deretan resort baru di sepanjang garis pantai. Jeddah Winter Wonderland turut melengkapi pengalaman wisata keluarga dengan wahana, permainan, dan pertunjukan dalam rangkaian Jeddah Season. 

  1. Pesona Dataran Tinggi Aseer & Taif 

Di wilayah barat daya, pegunungan Aseer dan Taif menghadirkan sisi Arab Saudi yang menakjubkan. Udara sejuk, ladang bertingkat yang berkilau oleh embun pagi, serta hutan berkabut menciptakan suasana layaknya negeri musim dingin. Wisatawan dapat berjalan menyusuri alam pegunungan, mengunjungi ladang bunga mawar Taif, serta merasakan keramahan masyarakat dataran tinggi.  

  1. Gemerlap Kota Riyadh

Saat suhu di Riyadh menurun, ibu kota Arab Saudi dipenuhi pasar terbuka, instalasi cahaya, konser musik, hingga festival kuliner. Sebagai bagian dari Riyadh Season, berbagai kegiatan ini mengubah kota menjadi pusat budaya dan hiburan.

Mulai dari pameran seni modern, pop-up fesyen, hingga taman keluarga. Wisatawan dapat mengeksplorasi warisan budaya Saudi pada siang hari dan menikmati kehidupan malam yang semarak dalam suasana sejuk.

  1. Menelusuri Sejarah Diriyah

Berjarak hanya beberapa menit dari Riyadh, Diriyah menawarkan perjalanan ke akar sejarah negara Saudi pertama. Dengan latar Situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif, Bujairi Terrace menghadirkan pengalaman bersantap kelas atas, toko-toko menarik, serta musik live di ruang terbuka.

Perpaduan antara nilai sejarah dan sentuhan modern menciptakan suasana hangat yang cocok untuk berjalan santai menikmati budaya maupun makan malam romantis saat matahari terbenam.

  1. Ketenangan di Kota Hail dan Dammam

Musim dingin juga menjadi waktu terbaik menjelajahi kota-kota yang lebih tenang namun kaya pesona. Di Hail, wisatawan dapat menemukan seni cadas berstatus UNESCO, pasar tradisional, serta bentang bukit pasir yang luas.

Sementara itu, Dammam dan Provinsi Timur menawarkan angin lembut Teluk Arab, Corniche yang indah, serta pantai ramah keluarga seperti Half Moon Bay. Destinasi ini menampilkan sisi Arab Saudi yang lebih autentik, hangat, dan sarat keramahan.

Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan ke Arab Saudi kini semakin mudah. Pemegang visa Inggris, Amerika Serikat, atau Schengen yang masih berlaku dan telah digunakan setidaknya satu kali dapat mengajukan e-visa atau Visa on Arrival. Sementara bagi jamaah Umrah, perjalanan juga dapat diperpanjang untuk menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Arab Saudi di luar dua kota suci.