5 Manfaat Junk Journaling untuk Kesehatan Mental

Tren membuat junk journal belakangan ini sedang cukup diminati, terbukti dengan banyaknya konten terkait jenis journaling ini di media sosial. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan junk journaling? 

Junk journaling adalah journaling dengan menggunakan bahan-bahan bekas pakai atau bahasa kasarnya sampah. Junk journaling ini adalah bentuk kreatif serta cara ekspresi diri seseorang atas segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Junk journaling bisa berupa stiker atau benda yang ada di sekitarmu sehari-hari yang ditempelkan di buku polos. Dengan junk journaling, kamu bisa mengenali tempat mana yang kamu kunjungi atau aktivitas yang kamu lakukan ketika membuka buku journaling tersebut.

Tren ini bahkan sedang sangat naik daun di berbagai platform media sosial karena semakin banyak orang yang menemukan efek terapi dari kegiatan ini di tengah kehidupan digital yang serba cepat dan intens. Daripada penasaran, yuk, cari tahu lima manfaatnya bagi kesehatan mental! 

Ekspresi kreatif dan terapi

Junk journal menjadi media bagi banyak orang untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan rasa kepuasan saat melihat hasil kerja tangan sendiri. Terlebih lagi, bagi beberapa orang, journaling ini bisa bersifat terapeutik, membantu mereka menemukan cara untuk meredakan stres dan depresi dengan mengalirkan pikiran dan perasaan ke dalam bentuk yang lebih visual dan konkret.

Menumbuhkan Rasa Syukur dari Hal-Hal Kecil

Tanpa disadari, hobi ini pelan-pelan akan mengubah cara pandangmu terhadap keseharian yang kamu jalani. Anderson memaparkan bahwa kebiasaan mengumpulkan benda-benda yang tampaknya tidak berharga, seperti struk dari kafe tempatmu work from cafe, bunga kering yang jatuh saat kamu jalan sore, atau stiker lucu dari buah yang kamu beli tadi pagi, secara bertahap melatih otak kita untuk lebih fokus menghargai percikan kebahagiaan kecil di sekitar, alih-alih terus-menerus memikirkan pemicu stres.

Dikutip dari CNN, seorang junk journaler bernama Tatyiana Gordon membagikan ceritanya bahwa hobi ini mengajarkannya untuk menemukan keindahan dalam hal-hal yang biasanya langsung dibuang ke tempat sampah. Kunjungan singkat ke kedai kopi bersama orang tersayang di hari Sabtu pun bisa menjadi momen yang sangat berharga untuk diabadikan melalui secarik kertas kartu nama kafe atau potongan pelindung gelas kopinya.

Pengembangan diri dan mindfulness

Proses menciptakan junk journal bisa menjadi praktik mindfulness yang berguna, yang membantu individu untuk lebih terhubung dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar. Dengan melakukan refleksi saat bekerja dengan materi fisik, seseorang dapat menemukan wawasan baru tentang pengalaman mereka. Dalam prosesnya, mereka tidak hanya menciptakan sebuah karya, tetapi juga memahami diri secara lebih mendalam.

Menciptakan Kenangan Nyata yang Bisa Dipegang

Foto-foto di galeri ponsel kita sering kali menumpuk begitu saja, terlupakan, atau bahkan berisiko hilang saat memori penuh. Berbeda dengan itu, sebuah junk journal memberikanmu rekaman fisik dari perjalanan hidupmu yang bisa kamu sentuh, buka kembali lembarannya, dan kamu nikmati hingga bertahun-tahun ke depan.

Selain itu, rasa puas saat memegang sesuatu yang kamu ciptakan sendiri dari nol adalah salah satu pendongkrak suasana hati (mood booster) yang paling nyata. Ada rasa bangga yang hangat di dada saat kamu bisa melihat buku jurnalmu dan membatin, “Ini semua hasil karyaku, dari bahan-bahan yang tadinya mau dibuang.” Di dunia yang serba virtual ini, memiliki sebuah buku fisik yang merangkum ceritamu dengan cara yang paling jujur adalah penyembuh jiwa yang luar biasa.

Memberikan Jeda dari Hp

Junk journaling menawarkan sebuah kemewahan yang mulai langka di zaman sekarang, yaitu aktivitas yang sepenuhnya analog dan nyata. Berdasarkan laporan dari CNN, generasi muda saat ini sebenarnya mulai merindukan kehadiran objek fisik yang bisa disentuh secara langsung, dan tren jurnal ini hadir sebagai jawaban yang sangat kreatif sekaligus bermakna.

Junk journaling dapat membantu kita benar-benar meletakkan ponsel dan komputer sejenak. Pikiran kita memang butuh istirahat dari dunia digital, dan menyibukkan tangan dengan gunting serta lem adalah cara terbaik untuk memulainya.

Baca Juga:  Sederet Sumber Mikroplastik di Rumah yang Jarang Disadari