4. Cirebon
Sejak dulu, Cirebon juga dikenal sebagai salah satu pusat pengrajin batik terbaik di Indonesia. Bahkan, Cirebon juga merupakan sentra batik tertua yang memberikan pengaruh terhadap ragam pola batik di sentra-sentra industri batik lain di Jawa Barat
Salah satu yang populer adalah sentra Batik Trusmi yang terletak di kawasan Plered, atau sekitar 4 kilometer sebelah barat Kota Cirebon. Terletak tak jauh dari jalur utama Pantura, membuat sentra batik ini mudah diakses oleh wisatawan.
Sentra batik Trusmi sendiri merupakan sebuah desa yang dihuni oleh para pengrajin batik di Cirebon. Para pembatik di Trusmi tidak hanya berasal dari Desa Trusmi saja, namun desa-desa di sekelilingnya seperti Desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 3.000 pelaku industri kreatif di sentra batik Trusmi.
Motif batik yang terkenal di kawasan ini adalah motif batik megamendung dan paksi naga liman. Megamendung sebagai motif yang menjadi ikon batik Cirebon melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan.
Sejarah motif ini berkaitan dengan histori kedatangan bangsa Tiongkok di Cirebon, yaitu Sunan Gunung Jati yang menikah dengan wanita Tionghoa bernama Ong Tie. Motif ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus dengan proses pewarnaan yang dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali.
Dari sentra Trusmi, batik dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia termasuk telah diekspor ke sejumlah negara seperti Belanda, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Selain bergerak di industri kriya, wisatawan juga dapat memasuki daerah sentra batik Trusmi dan belajar membatik langsung dari para pengrajin batik.
5. Rembang
Memiliki ragam motif batik yang khas, membuat sentra batik Lasem di Rembang juga sangat populer. Batik Lasem memiliki ciri khas warna merah, biru, dan hijau tua yang menunjukkan kesan berani. Sedangkan motifnya tergolong sangat kompleks dibandingkan jenis batik lainnya.
Berdasarkan informasi dari situs Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, setiap motif batik asal Rembang, merupakan hasil akulturasi budaya China-Jawa. Tak heran, sebab dulunya para pengusaha batik Lasem adalah keturunan China.
Dalam perkembangannya, muncul berbagai motif batik Lasem, seperti motif latohan, Sekar Jagad Tiga Negeri, dan Gunung Ringgit. Berbeda dengan batik lainnya, batik Lasem didominasi warna merah yang merupakan pengaruh dari budaya Tionghoa. Proses pembuatan batik lasem pun tergolong rumit, sehingga membutuhkan waktu minimal sebulan.




