
Sobat kover yang suka keju tapi lagi diet, pasti sempat bingung kan antara harus nurutin lidah atau tetap konsisten jaga kalori. Padahal, kamu tetap bisa, kok, menikmati keju tanpa harus merasa bersalah. Kuncinya ada pada pemilihan jenis keju yang tepat dan porsinya. Nggak semua keju itu tinggi lemak atau bikin dietmu gagal, lho.
Faktanya, beberapa jenis keju justru mengandung protein, kalsium, hingga probiotik yang baik untuk tubuh. Asalkan tahu cara memilihnya, keju bisa jadi pelengkap menu sehat kamu. Supaya kamu tidak lagi, ini 5 jenis keju sehat yang aman dikonsumsi saat diet, dirangkum dari laman Health. Yuk, simak sampai akhir!
Keju Feta
Keju feta adalah keju lembut khas Yunani yang dibuat dari susu kambing atau domba. Rasanya asin, segar, dan kalorinya lebih rendah dibanding keju keras seperti cheddar, hanya sekitar 75 kalori per ons. Kandungan kalsiumnya tinggi, bagus banget buat bantu jaga kekuatan tulang. Bonusnya, ada vitamin B12 yang bermanfaat untuk fungsi otak dan sistem saraf juga, lho!
Keju ini cocok untuk kamu yang menjalani pola makan Mediterania. Bisa banget ditambahkan ke salad, pasta, atau dijadikan topping sehat favoritmu.
Keju Cheddar
Keju cheddar punya rasa gurih khas yang disukai banyak orang. Mulai dari yang ringan sampai rasa kuat, semua bisa dipilih sesuai selera. Dalam satu ons keju, kamu bisa dapat sekitar 115 kalori. Selain itu, keju ini mengandung vitamin A, B12, zat besi, dan kalsium yang baik untuk tubuh.
Kamu bisa menambahkan cheddar ke dalam salad, sandwich, atau camilan diet favorit. Rasanya lezat, nutrisinya pun nggak main-main, lho.
Keju Cottage
Keju cottage adalah pilihan tepat buat kamu yang sedang diet tinggi protein. Dalam satu cangkir, keju ini mengandung 180 kalori dan 24 gram protein. Keju ini membantu menjaga massa otot dan bikin kenyang lebih lama. Ideal untuk sarapan sehat atau snack sebelum olahraga.
Tapi, tetap kontrol porsinya, ya, Beauties. Karena meski sehat, kandungan natriumnya cukup tinggi jika dikonsumsi berlebihan.
Keju Mozzarella
Mozzarella dikenal dengan teksturnya yang lembut dan meleleh. Tapi ternyata, keju ini juga termasuk rendah lemak lho apalagi jika kamu pilih versi low fat. Kandungan gizinya pun cukup lengkap, mulai dari vitamin A, B12, hingga kalsium dan selenium. Cocok banget buat campuran salad atau makanan diet lainnya.
Selain itu, kadar natriumnya relatif rendah dibanding keju lain. Jadi, mozzarella bisa jadi teman sehat saat kamu sedang diet.
Keju Parmesan
Keju parmesan punya cita rasa gurih yang kuat meski hanya digunakan sedikit. Cukup taburkan parutan kecilnya, rasa makanan jadi lebih kaya tanpa banyak kalori. Keju ini juga kaya kalsium dan protein yang baik untuk tulang dan otot. Karena teksturnya keras, parmesan tahan lama dan praktis untuk stok di rumah.
Menurut Harvard Health, parmesan tetap bisa jadi bagian dari pola makan yang ramah untuk jantung. Asalkan dikonsumsi secukupnya, keju ini aman, lezat, dan bergizi.J


