
Berkunjung ke beberapa destinasi wisata di dunia ini tentunya akan membuatmu kagum dan enggan tuk pulang loh sobat kover. Ya, pasalnya destinasi-destinasi wisata ini menawarkan keindahan yang eksotis.
Mulai dari pemandangan alamnya yang menakjubkan hingga suasananya yang tenang dan damai akan membuat wisatawan merasa seperti berada di dimensi lain. Tak heran bila beberapa destinasi wisata di dunia ini kerap kali dijuluki sebagai negeri dunia fantasi.
Nah, tentunya sobat kover penasaran bukan destinasi wisata di dunia apa saja yang terlihat bak seperti di dunia fantasi itu? Melansir dari Wanderlust Storytellers, tim kovermagz akan membawamu menjelajahi tempat-tempat fantastis mirip dunia khayalan. Siap-siap untuk terpukau ya. Yuk simak selengkapnya disini!
Antelope Canyon – Amerika Serikat
Antelope Canyon, AS Diukir oleh kekuatan erosi angin dan air selama jutaan tahun, Antelope Canyon adalah sebuah celah ngarai yang terletak di Barat Daya Amerika, dekat kota Page, Arizona. Ngarai ini terkenal dengan lorong-lorong sempit dan pahatan dinding batu pasir, yang memperlihatkan warna dan tekstur menakjubkan, terutama bila diterangi oleh pancaran sinar matahari yang menyaring dari atas.
Danau Abraham, Canada
Danau Abraham yang terletak di Alberta, Kanada, adalah waduk buatan yang terkenal karena fenomena alam unik, yaitu gelembung-gelembung metana yang membeku di bawah permukaan esnya. Gelembung-gelembung ini terbentuk dari gas metana yang dihasilkan oleh dekomposisi bahan organik di dasar danau.
Saat suhu turun dan danau membeku, gelembung-gelembung metana tersebut terperangkap dalam lapisan es sehingga menciptakan pola-pola lingkaran putih yang menawan. Keindahan fenomena ini makin terpancar dengan latar belakang Pegunungan Rocky yang menjulang sehingga menjadikan Danau Abraham sebagai destinasi wisata yang memikat bagi para fotografer dan pencinta alam.
De Djawatan, Banyuwangi Indonesia
Siapa sangka bahwa di Indonesia juga terdapat tempat destinasi eksotis bak di dunia lain loh. Namanya ialah De Djawatan. Ini merupakan kawasan hutan lindung milik perhutani yang menghadirkan pemandangan pepohonan besar yang dipenuhi tumbuhan hijau yang menempel di setiap dahan pohonnya bak hutan di dunia dongeng.
De Djawatan ini terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Destinasi wisata yang satu ini bahkan sempat viral karena dianggap mirip dengan Hutan Fangorn yang ada di dalam film Lord of The Rings.
Gunung Roraima – Venezuela
Gunung Roraima di Venezuela adalah salah satu destinasi wisata yang menakjubkan di dunia. Terletak di perbatasan antara Venezuela, Brasil, dan Guyana, gunung ini terkenal dengan puncaknya yang datar dan pemandangan alam yang luar biasa.
Puncaknya yang datar, yang mencapai ketinggian lebih dari 2.800 meter, dikelilingi oleh tebing terjal yang menurun drastis, menciptakan lanskap nyata dan terisolasi yang menginspirasi novel The Lost World karya Sir Arthur Conan Doyle. Gunung ini juga menjadi inspirasi bagi banyak cerita fiksi ilmiah karena keunikannya. Bagi para petualang dan pencinta alam, Gunung Roraima menawarkan pengalaman mendaki yang tak terlupakan.
Gua Es di Taman Nasional Vatnajokull, Islandia
Gua-gua es berwarna biru yang terbentuk oleh aliran air lelehan yang mengukir gletser terbesar di Eropa ini menawarkan pengalaman yang luar biasa bagi para pengunjungnya. Dinding-dinding guanya memancarkan kilauan dalam berbagai gradasi warna biru akibat sinar matahari yang masuk dan tersebar sehingga menciptakan suasana yang magis dan membuat pengunjung seolah-olah berada di dunia lain.
Keunikan dari gua-gua ini terletak pada sifatnya yang sementara karena setiap tahun, gua-gua ini terbentuk kembali mengikuti pergerakan gletser. Hal ini membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman yang unik dan tak terlupakan karena pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan karya seni alam yang selalu berubah.
Meteora Monasteries, Yunani
Meteora adalah salah satu tempat paling menarik di dunia, di mana biara-biara kuno bertengger dengan berani di atas pilar-pilar batu yang menjulang tinggi. Situs Warisan Dunia UNESCO ini menggabungkan keindahan alam dengan kecerdikan manusia.
Para biksu membangun struktut-struktur yang tampaknya mustahil ini dalam pencarian mereka akan kesunyian dan peningkatan spiritual. Pemandangan bangunan-bangunan ini, yang tampak seolah melayang di udara, menciptakan lanskap sureal yang membawa pengunjung ke dunia abad pertengahan.
Mu Cang Chai, Vietnam
Mu Cang Chai adalah sebuah distrik di Provinsi Yen Bai, Vietnam, yang dikenal luas karena keindahan alamnya, terutama sawah terasering yang spektakuler. Sawah-sawah ini dibentuk di lereng-lereng pegunungan yang curam oleh suku Hmong, sebuah kelompok etnis minoritas di Vietnam, selama ratusan tahun.
Keunikan dari sawah terasering Mu Cang Chai adalah kemampuannya untuk berubah warna sesuai dengan musim. Pada musim tanam, sawah-sawah ini berwarna hijau zamrud yang subur, sedangkan pada musim panen, warnanya berubah menjadi keemasan.
Pamukkale – Turki
Pamukkale adalah keajaiban alam yang terletak di Provinsi Denizli di barat daya Turki. Tempat ini terkenal dengan teras travertinenya, yang dibentuk oleh mata air panas kaya kalsit yang mengalir menuruni lereng gunung selama ribuan tahun. Terasnya, dipenuhi kolam berwarna biru kehijauan yang berkilauan, menciptakan lanskap nyata dan halus yang indah dan unik.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Budaya dan Pariwisata Turki, Pamukkale dalam bahasa Turki artinya adalah kastil kapas. Bentang alam ini juga dideklarasikan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1988.
Pamukkale sebenarnya merupakan kolam kalsium putih yang menempel di sisi punggung bukit, berbentuk cekungan berisi air hangat. Kolam alami ini terbentuk saat mata air dengan kandungan kalsium bikarbonat yang tinggi mengalir di tepi tebing.
Aliran ini kemudian mendingin dan mengeras hingga menghasilkan endapan kalsium. Ini lah yang akhirnya membuat Pamukkale terbentuk seperti kolam yang terletak di punggung bukit dan membuat pengunjung dapat merasakan air hangat. Di Pamukkale terdapat 17 mata air panas alami dengan beragam suhu mulai dari 35-100° Celcius. Kolam air hangat ini telah menjadi daya tarik wisata populer selama bertahun-tahun
Masyarakat sekitar percaya kandungan mineral yang terdapat pada mata air dapat mengobati berbagai penyakit. Kepercayaan ini sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi kuno.
Petra, Yordania
Petra adalah sebuah kota kuno yang terletak di Yordania dan terkenal karena arsitekturnya yang dipahat langsung ke dalam tebing batu pasir berwarna merah muda. Dibangun oleh bangsa Nabatea lebih dari dua milenium yang lalu, Petra berfungsi sebagai pusat perdagangan penting pada masanya.
Untuk mencapai kota ini, pengunjung harus melewati Siq, sebuah ngarai sempit sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang berakhir di Al-Khazneh atau Treasury, fasad bangunan yang paling terkenal di Petra. Selain Treasury, situs ini juga memiliki ratusan makan yang diukir dengan batu, sebuah teater dengan gaya Romawi yang dapat menampung ribuan penonton, dan berbagai kuil besar yang menunjukkan kemegahan peradaban Nabatea.
Pulau Socotra, Yaman
Pulau Socotra, bagian dari Yaman, terletak di Samudra Hindia dan dikenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa. Pulau ini telah terisolasi selama jutaan tahun sehingga memungkinkan flora dan fauna berkembang secara unik tanpa interaksi dengan daratan lain. Salah satu ciri khasnya adalah pohon darah naga (Dracaena cinnabari), yang memiliki bentuk kanopi menyerupai payung dan getah berwarna merah seperti darAh.
Keunikan tersebut membuat Pulau Socotra sering disebut sebagai “tempat paling mirip dunia alien di Bumi” karena lanskap dan vegetasinya yang tidak biasa itu tidak akan ditemukan di tempat lain. Keanekaragaman hayati yang unik ini menjadikan Socotra sebagai situs Warisan Dunia UNESCO dan tujuan penting bagi para peneliti serta wisatawan yang tertarik pada keajaiban alam.
Salar de Uyuni, Bolivia
Salar de Uyuni terletak di Bolivia dan merupakan dataran garam terbesar di dunia. Selama musim hujan, lapisan tipis air menutupi permukaan garam sehingga menciptakan efek cermin raksasa yang memantulkan langit secara sempurna.
Fenomena ini menghasilkan pemandangan menakjubkan di mana batas antara langit dan tanah tampak menghilang dan memberikan ilusi seolah-olah berjalan di atas awan. Keunikan dan keindahan lanskap ini menjadikannya destinasi impian bagi para fotografer dan wisatawan yang ingin menyaksikan salah satu keajaiban alam paling menakjubkan di dunia secara langsung.
The Wave, Arizona, USA
The Wave adalah formasi batu pasir yang menakjubkan yang terletak di area Coyote Buttes North di Arizona Strip, Amerika Serikat. Formasi ini dikenal karena garis-garis berombaknya yang unik dan terbentuk dari lapisan batu yang berputar dalam berbagai nuansa warna merah, merah muda, kuning, dan oranye.
Proses pembentukan The Wave terjadi selama jutaan tahun melalui erosi oleh angin dan air sehingga menghasilkan struktur halus yang menyerupai gelombang. Keindahan dan keunikan formasi ini menciptakan lanskap yang tampak seperti dari dunia lain.
Trolltunga, Norwegia
Trolltunga, yang berarti “Lidah Troll” dalam bahasa Norwegia, adalah sebuah formasi batu alam yang unik dan menakjubkan di Norwegia. Formasi ini berbentuk seperti lidah yang menjorok keluar secara horizontal dari sisi gunung setinggi 700 meter di atas permukaan Danau Ringedalsvatnet.
Untuk mencapai Trolltunga, pengunjung harus melakukan pendakian yang cukup menantang yang biasanya memakan waktu antara 10 hingga 12 jam pulang-pergi. Sesampainya di Trolltunga, pengunjung dapat berdiri atau duduk di atas formasi batu yang sempit ini dan merasakan sensasi seolah-olah berada di antara bumi dan langit.
Zhangye Danxia Landform, Cina
Zhangye Danzia Landform, yang terletak di Provinsi Gansu, Cina, dikenal karena formasi geologisnya yang unik dan menakjubkan. Disebut “Pegunungan Pelangi” karena perbukitannya menampilkan warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan lainnya.
Fenomena ini terjadi akibat proses geologis selama jutaan tahun, di mana lapisan-lapisan batu pasir merah dan mineral lainnya terendapkan dan tererosi sehingga menciptakan pola warna-warni yang khas. Keindahan lanskap ini berubah-ubah tergantung pada sudut dan intensitas cahaya matahari sehingga memberikan pengalaman visual yang berbeda sepanjang hari bagi para pengunjung.


