10 Tokoh Penemu Indonesia Yang Diakui Dunia

1061

5. Khoirul Anwar

Siapa bilang di Indonesia tidak ada tokoh penemu di bidang teknologi? Khoirul Anwar adalah seorang ilmuwan Indonesia yang menemukan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) loh. Teknologi ini lebih dikenal dengan nama 4G LTE di masyarakat umum.

Ya, Konsep FFT menjadi standar International Telecommunication Union (ITU) yang dipatenkan pada 2005. Lulusan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang ini juga punya hak paten lain, seperti sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai dalam teknologi 5G. Keren banget kan!

6. Randall Hartolaksono

Merupakan ilmuwan lulusan University of London asal Indonesia. Ia berhasil menemukan bahan bakar dari kulit singkong yang banyak digunakan perusahaan otomotif dunia. Bisa dibilang, Bahan bakar temuannya yang anti api dan anti panas ini diakui perusahaan otomotif dunia, seperti Petronas, dan Ford. Bagaimana? Indonesia tak kalah dari negara luar kan sobat kover?

7. Dr Joe Hin Tjio

Selain dalam bidang otomotif,  ternyata di Indonesia juga ada salah seorang penemu pada bidang sains loh. Ya, namanya ialah Dr. Joe Hin Tjio. Ilmuwan kelahiran Pekalongan ini berhasil menemukan fakta jumlah kromosom dalam tubuh manusia. Tiap manusia ternyata memiliki 46 buah alias 23 pasang kromosom yang membawa milyaran DNA.

Baca Juga:  Keren! 3 Wanita Indonesia Ini Masuk Forbes 50 Over 50 Asia 2023 loh!

Penelitiannya dilakukan di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund dan dipublikasikan di Hereditas. Jurnal genetika ini juga telah memiliki kredibilitas yang  cukup diakui dunia.

8. Prof Dr Mezak Arnold Ratag

Adapun tokoh penemu Indonesia yang diakui dunia lainnya, yaitu Prof Dr Mezak Arnold Ratag. Beliau berhasil menemukan lebih dari 100 buah nebula planeter baru. Lahir pada 4 September 1962, Prf Mezak telah mempublikasikan seratus lebih karya ilmiah nasional dan internasional. Namanya Prof Mezak bahkan diabadikan di 120 Planetary Nebula Cluster seperti Ratag-Zijlstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster. Sama seperti ilmuwan lain, hasil riset Prof Mezak mendapat pengakuan nasional dan internasional.