
“Kami mengajarkan yoga utk membantu special needs sudah lima tahun seperti autis, autoimun dan kanker. Itu kemajuan luar biasa dengan catatan kita tidak menerapkan yoga secara sembarangan ya. Paradigma harus benar, tidak diperlukan ketahanan dan fleksibilitas luar biasa. Enggak selalu harus jungkir balik, dahysat, atau bombastis banget, justru orang sakit malah minder dan menarik diri padahal yang membutuhkan yoga ya mereka, bukan orang-orang yang sudah sehat,” tutur Teddy.

Puluhan peserta antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari perkenalan sesama peserta, presentasi materi, praktek yoga bagi pengidap lupus, sesi kuis hingga makan malam bersama.
Yanti selaku founder Cinta Kupu Sumut yang sudah berdiri sejak 2011 ini berharap dengan diadakannya kegiatan ini, para odapus bisa saling mendukung dan menguatkan dalam menjalani hidup. Ia juga menyarankan agar para odapus lainnya bisa bergabung dengan komunitas lupus satu-satunya di kota Medan ini.


