
Telur merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan penting bagi tubuh. Dalam sebutir telur, terkandung sekitar 6 gram protein yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot dan organ-organ lainnya. Selain itu, protein juga penting untuk produksi enzim dan hormon yang menjaga sistem tubuh tetap berjalan dengan baik.
Namun, pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, apa yang terjadi jika mengonsumsi telur setiap hari, bahkan dalam jumlah berlebihan? Meski dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi, konsumsi telur yang terlalu sering juga bisa menimbulkan dampak tertentu bagi tubuh.
Dilansir dari berbagai sumber, ini beberapa risiko yang dapat terjadi jika mengkonsumsi telur setiap hari:
Risiko Penyakit Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada individu dengan diabetes, obesitas, atau riwayat kolesterol tinggi.
Ini bukan berarti telur harus dihindari sepenuhnya, Beauties. Namun, akibat mengonsumsi telur setiap hari tanpa memperhatikan kondisi kesehatan pribadi bisa berdampak kurang baik bagi sistem kardiovaskular.
Meningkatkan Risiko Diabetes
Terdapat kemungkinan bahwa mengkonsumsi telur secara berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes. Menurut studi di tahun 2009 dalam jurnal Diabetes Care, orang yang makan lebih dari tujuh butir telur dalam seminggu berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol dalam darah berpotensi meningkat saat Anda mengonsumsi terlalu banyak telur. Telur merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Penelitian memperlihatkan, konsumsi dua butir telur per hari dapat memicu pembentukan trimetilamina N-oksida (TMAO) dalam tubuh. TMAO merupakan bahan kimia yang terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.
Gangguan pencernaan
Dampak makan telur setiap hari terlalu banyak lainnya adalah gangguan pencernaan seperti perut kembung, gas, hingga sakit perut.
Gejala gastritis umumnya akan terjadi pada orang yang memiliki alergi telur. Dalam kondisi parah, gastritis bisa memicu muntah hingga feses berdarah.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, telur meningkatkan kadar kolesterol jahat yang menjadi salah satu faktor risiko utama masalah jantung.
Studi menemukan, orang yang banyak makan telur memiliki skor kalsium arteri koroner 80 persen lebih tinggi dibandingkan yang sedikit makan telur.
Asupan Nutrisi Bisa Menjadi Tidak Seimbang
Telur memang bergizi, tapi jika kamu terlalu mengandalkan telur sebagai sumber utama protein setiap hari, ada risiko kekurangan nutrisi lain dari makanan berbeda, seperti serat dari sayuran, antioksidan dari buah, atau lemak sehat dari kacang-kacangan.
Salah satu efek mengonsumsi telur setiap hari adalah pola makan yang menjadi monoton dan kurang seimbang. Padahal, tubuh membutuhkan variasi nutrisi agar bisa berfungsi optimal.


