Wajib Tahu! Ini 15 Barang Hotel Yang Boleh dan Tidak Boleh di Bawa Pulang!

Menginap di hotel adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan saat traveling. Pasalnya, anda akan ditawarkan oleh beragam amenities menarik dari kamar hotel. Melansir dari laman Traveloka, amenities atau hotel amenities adalah barang atau item dan layanan tambahan yang disediakan di kamar hotel untuk membuat pengalaman menginap tamu jadi lebih menyenangkan dan berkesan. Item dan layanan itu disediakan tanpa biaya tambahan sehingga tamu pun akan merasa puas dan tidak kecewa.

Sobat kover yang kerap melakukan bepergian, tentu sudah tak asing lagi dengan hotel amenities. Kendati demikian, tunggu dulu, tidak semua barang di kamar hotel itu bisa dibawa loh. Hal ini dikarenakan terdapat aturan mengenai barang di hotel yang boleh dan tidak boleh dibawa pulang oleh tamu. Apabila tamu melanggar aturan tersebut, maka akan ada biaya denda atau biaya tambahan.

Nah, lantas barang mana yang boleh dan tidak boleh dibawa pulang? Kali ini, tim kovermagz akan mengupasnya untuk anda beserta resiko jika nekad membawanya. Simak selengkapnya disini! 

Barang yang Sah/Boleh Dibawa Pulang

Mayoritas hotel menyediakan amenities yang memang ditujukan untuk kenyamanan personal dan hanya digunakan satu kali pakai. Barang-barang ini memang disiapkan untukmu, jadi sah-sah saja jika kamu ingin membawanya pulang. Berikut daftarnya:

Sabun dan Sampo

Sabun, sampo, kondisioner, dan lotion hotel biasanya tersedia dalam kemasan kecil. Barang-barang ini dianggap gratis dan disediakan untuk kita gunakan. Jika sudah dibuka, tidak ada salahnya untuk membawanya pulang. Jika tidak terpakai, pihak hotel cenderung akan membuangnya.

Teh dan Kopi

Teh, kopi, dan semua bahan pelengkapnya seperti gula dan sendok sekali pakai boleh dibawa. Ini adalah barang-barang yang disediakan khusus untuk tamu. Namun, pastikan hanya mengambil yang ada di dalam kamar dan bukan dari area umum.

Kertas dan Pulpen

Banyak hotel menyediakan kertas atau buku catatan kecil dan pulpen. Banyak tamu yang memilih membawa pulang kedua barang tersebut karena dianggap sebagai kenang-kenangan. Pihak hotel pun umumnya memperbolehkan kita untuk membawa pulang barang tersebut. Dengan mencatat di notepad hotel, seseorang bahkan bisa membantu mempromosikan hotel itu sendiri.

Alkitab

Terkadang beberapa hotel masih menyediakan Alkitab di dalam laci meja samping. Biasanya, Alkitab ini disediakan oleh organisasi keagamaan. Tamu diperbolehkan untuk membawanya jika merasa tertarik membacanya, tanpa biaya tambahan.

Sandal Kamar Sekali Pakai

Sandal putih yang dikemas dalam plastik sering kali diperbolehkan untuk dibawa pulang. Hotel tidak akan menggunakan kembali sandal ini setelah dipakai. Oleh karena itu, jika sandal terasa nyaman, membawa pulang adalah pilihan yang umum.

Barang Promosi Lainnya

Hotel sering kali memberikan barang promosi tambahan seperti tas laundry dan rangkaian perawatan pribadi. Barang-barang ini gratis dan biasanya boleh diambil. Beberapa hotel juga memberikan hadiah khusus, seperti sampanye saat check-in, yang juga dapat dibawa pulang.

Barang Tidak Boleh Dibawa Pulang

Nah, ini daftar barang yang kerap disangka gratis, padahal sebenarnya bagian dari inventaris hotel. Membawanya pulang bisa berujung pada denda atau masalah hukum.

Handuk dan Seprai

Baca Juga:  Sederet Kota di Indonesia yang Paling Sering Dikunjungi Turis

Mengambil handuk atau seprai dari hotel adalah hal yang umum terjadi, tetapi sangat tidak diperbolehkan. Barang-barang ini mahal untuk diganti, dan hotel membutuhkan mereka untuk menyiapkan kamar bagi tamu berikutnya. Jika handuk hilang, tamu biasanya akan dikenakan biaya.

Jubah Mandi

Jubah mandi atau handuk kimono sering kali menggoda untuk dibawa pulang karena kenyamanannya. Namun, peraturan hotel sekarang lebih ketat mengenai jubah ini. Hotel akan mengenakan biaya atau denda pada tamu yang melakukannya karena harganya cukup mahal untuk diganti

Gantungan Pakaian

Meskipun gantungan pakaian atau hanger terlihat seperti barang sepele, mengambilnya dari hotel sebaiknya dihindari. Gantungan ini tidak termasuk barang gratis untuk tamu. Mengambilnya dapat menyebabkan biaya tambahan.

Barang Elektronik dan Baterai

Beberapa tamu mungkin tergoda untuk mencuri baterai dari remot TV atau perangkat elektronik lainnya. Ini adalah tindakan yang sangat tidak etis. Jika ditemukan hilang, tamu dapat dikenakan biaya untuk mengganti perangkat yang hilang.

Peralatan Dapur

Sebagian hotel menyediakan fasilitas dapur lengkap dengan peralatan masaknya. Namun, mengambil peralatan seperti gelas, piring, atau sendok tidak diperbolehkan. Barang-barang ini bukan untuk dibawa pulang dan jika hilang, tamu bisa dikenakan biaya untuk penggantian.

Barang Dekoratif

Mengambil barang-barang dekoratif seperti vas bunga atau lukisan juga sangat tidak dianjurkan. Meskipun hotel memiliki gaya yang menarik, lebih baik mengabadikan gambar daripada mencurinya.

Gelas

Gelas yang tersedia di kamar tidak untuk dibawa pulang. Jika mencoba mengambilnya, tamu mungkin akan dikenakan biaya. Tidak hanya gelas, kita juga dilarang membawa pulang barang yang bukan sekali pakai.

Sandal yang Dapat Digunakan Kembali

Sandal sekali pakai mungkin boleh dibawa pulang oleh tamu. Sebaliknya, sandal yang dapat digunakan kembali tidak boleh diambil. Hotel berinvestasi dalam sandal yang nyaman dan sering kali akan menagih tamu jika sandal tersebut hilang.

Isi mini-bar

Kecuali dinyatakan gratis, semua isi mini-bar memiliki harga dan akan ditagihkan jika diambil.

Apa Risikonya Jika Nekat?

Menurut sejumlah laporan, banyak hotel kini sudah menggunakan sistem digital untuk mendeteksi barang yang hilang. Jika anda ketahuan membawa pulang barang yang bukan hakmu:

  • Hotel dapat mengenakan denda langsung ke kartu kredit yang terdaftar.
  • Nama anda bisa masuk daftar hitam hotel atau bahkan jaringan hotel tersebut.
  • Dalam kasus ekstrem, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai pencurian dan berujung ke proses hukum.

 

Itulah daftar barang di hotel yang boleh dan tidak boleh dibawa pulang. Untuk memastikannya. Untuk memastikannya, sebaiknya bertanya langsung kepada staf karena setiap hotel memiliki aturan yang berbeda-beda. Semoga artikel ini bermanfaat!