Turut Berduka! Aktor Veteran Korea Selatan, Ahn Sung-ki Tutup Usia

Kabar tidak sedap datang dari dunia perfilman Korea Selatan. Salah satu aktor terbaiknya bernama Ahn Sung-ki, aktor veteran asal Korea Selatan yang mendapat julukan ”The Nation’s Actor” diketahui telah menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 Januari 2026. Ia berpulang tepat pada usia 74 tahun. 

Melansir dari APNews, Ahn yang telah sejak lama menderita kanker darah, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh agensinya, Artist Company, dan pihak rumah sakit. Ahn meninggalkan seorang istri dan dua putra.

”Kami merasakan duka yang mendalam atas kabar mendadak dan menyedihakan ini, mendoakan ketenangan abadi bagi almarhum, serta menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan,” tulis Artist Company dalam sebuah pernyataan.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, juga menyampaikan pesan belasungkawa. Ia mengatakan bahwa Ahn telah memberikan kenyamanan, kebahagiaan, dan ruang refleksi bagi banyak orang.

”Saya merindukan senyum hangat dan suara lembutnya,” tulisnya di Facebook.

Aktor yang memiliki karier produktif selama 60 tahun dan memiliki citra publik yang positif serta lembut ini menjadi ikon sinema Korea Selatan. Ahn yang lahir di Kota Daegu, Korea Selatan pada 1952 memulai debutnya sebagai aktor cilik di film The Twilight Train pada 1957. Ia pernah meninggalkan industri film setelah tampil dalam sekitar 70 film sebagai aktor cilik.

Pada 1970, Ahn menjadi seorang mahasiswa di Universitas Hankuk of Foreign Studies di Seoul dengan jurusan Bahasa Vietnam. Setelah lulus, ia gagal mendapatkan pekerjaan di berbagai Perusahaan. Hingga pada akhirnya di tahun 1977, Ahn kembali ke industri film. Namanya melejit tiga tahun kemudian berkat peran utama dalam film Good, Windy Days (1980) karya Lee Jang-ho. Ahn meraih penghargaan sebagai aktor pendatang baru terbaik di ajang Grand Bell Awards.

Ahn kemudian membintangi berbagai film yang sukses secara komersial dan mendapat pujian dari kritikus. Ia juga menyapu berbagai penghargaan aktor terbaik dan menjadi aktor terpopuler di Korea Selatan pada medio 1980-1990-an.

Ahn mempunyai beberapa peran ikonik seperti menjadi biksu Buddha dalam Mandara (1981), pengemis dalam Whale Hunting (1984), veteran Perang Vietnam yang menjadi novelis dalam White Bagde (1992), polisi korup dalam Two Cups (1993), pembunuh dalam Nowhere to Hide (1999), pelatih pasukan khusus dalam Silmido (2003), serta manajer selebritas yang setia dalam Radio Star (2006).

Ia berhasil membangun citra selebritas yang positif sehingga sejumlah survei public di masa lalu memilih Ahn sebagai aktor paling dicintai di Korea Selatan. Kemudian ia menyandang julusan ”The Nation’s Actor”.

Pada awalnya, Ahn sempat merasa berat dengan julukan tersebut, namun pada akhirnya ia menyadari bahwa julukan tersebut justru membawanya ke jalan yang benar. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir banyak media lokal yang memberikan julukan serupa kepada aktor lain, namun Ahn tetap menjadi ikon pertama yang mendapat julukan tersebut.

Baca Juga:  Kabar Membahagiakan! Zendaya dan Tom Holland Akhirnya Telah Sah Jadi Pasangan Suami Istri