Program yang diusung di tiap-tiap sopo belajar juga berbeda-beda, tergantung dengan minat anak-anak dan kesepakatan dengan fasilitator. Ada sopo belajar yang anak-anaknya menyukai menari, ada juga yang gemar berkreativitas, ada pula yang suka olahraga. Setiap kegiatan yang diselenggarakan sopo belajar disesuaikan dengan kemauan anak-anak.
Hingga kini, jumlah relawan Yayasan Alusi Tao Toba hanya 13 orang, hal ini masih menjadi kendala yang perlu perhatian khusus. “Mendapatkan orang yang benar-benar fokus di sosial dan kemanusiaan itu susah. 90% relawan biasanya kami ambil dari orang lokal desa di situ,” ucapnya.
Penggalangan Dana Swadaya
Dalam membuat kegiatan donasi untuk Yayasan Alusi Tao Toba, Togu selalu menggunakan cara yang unik. Bukan dari pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan bonafit, bukan dari aksi pengumpulan donasi dari rumah ke rumah atau jalan ke jalan, melainkan dengan “olahraga”.
Pada 30 Maret 2019 lalu, Togu menggelar aksi teranyarnya mengumpulkan dana untuk sahabatnya yang menderita kanker kulit yang juga banyak membantu berdirinya Yayasan Alusi Tao Toba. Togu berlari mengelilingi lapangan sejauh 30,3K dengan 69 putaran dan panjang lintasan 440 meter per putaran.
Togu juga pernah berjalan kaki keliling Danau Toba pada 19-26 November 2018 selama delapan hari melewati tujuh kabupaten sejauh 305 kilometer dan berhasil memperoleh donasi sebesar 110 juta. Aksi penggalangan dana ini sekaligus dalam rangka menyambut ulang tahun Togu yang ke 42.
Sebelumnya, Togu pernah melakukan kegiatan penggalangan dana dengan berenang. Tanggal 21 Juli 2012 dari Parapat ke Tuk-Tuk sejauh 9 kilometer, ia meraih donasi sebanyak 64 juta. Tepat pada hari pendidikan 2 Mei 2015, ia kembali berenang sejauh 18 kilometer dari Onang Runggu ke Balige dan sukses menggaet dana sebesar 121 juta.


