
Baru-baru ini tren overclaim semakin marak. Akun-akun review seperti @dokterdetektif di TikTok mulai bergerak untuk melindungi konsumen, termasuk David Lee Thompson, atau yang akrab disapa DLT. Sebagai seorang ‘Beauty Enthusiast’, DLT mengaku ‘gerah’ terhadap oknum yang melebih-lebihkan kandungan dalam sebuah produk skincare.
Di dalam Industri kecantikan, produk skincare sering kali di promosikan dengan klaim yang menjanjikan hasil instan dan manfaat yang sangat luar biasa bagi kulit konsumen. Namun, banyak diantaranya yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai, sehingga dapat di anggap sebagai produk overclaim. Sejumlah produk kecantikan menawarkan janji-janji yang tak sesuai kenyataan, mulai dari efek instan hingga hasil yang sulit diverifikasi.
Hal ini membuat konsumen, khususnya kaum muda, rentan tertipu dan mengeluarkan biaya tinggi tanpa mendapatkan manfaat yang sesuai. Di tengah gempuran pemasaran yang sering kali tidak transparan, para ahli dan komunitas mulai mengingatkan pentingnya kesadaran dan pengetahuan kritis dalam memilih produk perawatan kulit.
Berikut beberapa tips yang wajib Sobat kovermagz tahu untuk menghindari overclaim skincare yang sedang marak:
1. Pastikan Klaim Teruji Secara Klinis
Mudahnya penjualan produk kecantikan di kanal e-commerce dan social commerce mendorong pertumbuhan brand-brand besar maupun kecil secara masif. Menurut risetnya, sebagian besar brand melakukan strategi marketing overclaim untuk menarik minat pasar. Seringkali brand-brand tersebut tidak melalui prosedur yang tepat, sehingga tidak teruji secara klinis.
Sebagai konsumen, Genhype berhak mendapatkan produk yang transparan dan benar-benar memberikan manfaat sesuai dengan klaimnya.
2. Hindari Produk dengan Gimmick Berlebihan
Saat ini mudah ditemui berbagai produk kecantikan yang kerap kali mematok harga tinggi di pasar, tapi secara rutin memberikan potongan harga di atas 40 persen atau gimmick giveaway seperti emas atau produk-produk premium secara rutin. Hal ini menimbulkan indikasi bahwa tingginya harga produk bukan merupakan biaya produksi produk kecantikan tersebut.
3. Teliti Konten Review
Teliti terhadap rekomendasi orang-orang tertentu, seperti influencer dan brand ambassador. Menurut David, saat ini banyak sekali oknum yang hanya mementingkan benefit komersial yang ditawarkan oleh brand, tanpa memperhatikan kualitas produk sesungguhnya.
David juga mengingatkan para konsumen untuk teliti sebelum membeli. Dia percaya bahwa produk skincare, body care atau kosmetik yang bagus tidak harus mahal.


