Sejarah Lomba Panjat Pinang, Permainan Langganan Saat Hari Kemerdekaan

298

Medan, Kovermagz – Lomba panjat pinang pasti sudah tidak asing dan sudah menjadi pelengkap saat merayakan hari kemerdekaan. Lomba ini memang punya daya tarik tersendiri karena lucu dan menghibur siapapun yang melihatnya.

Dengan berbekal pohon pinang yang tinggi, biasanya dibagian atas batang pohon akan disediakan berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan rumah tangga, alat elektronik, dan hadiah menarik lainnya.

Lomba ini memang tergolong susah, karena karena dibatang pohon akan dilumuri dengan oli agar susah dipanjat.

Pelopor Panjat Pinang Belum diketahui

Sebenarnya belum ada yang mengetahui siapa pelopor panjat pinang. Meski perlombaan ini tidak pernah absen saat perayaan 17 agustus, tapi sampai sekarang masih belum diketahui siapa pencetus lomba yang tergolong sulit ini.

Dilansir dari Kompas.com , lomba ini memang sudah ada dari masa penjajahan Belanda. Dulunya, lomba panjat pinang digunakan sebagai hiburan bagi kaum kolonial.

Sejak dahulu panjat pinang sudah dilakukan di acara-acara penting, hari libur nasional, atau saat perayaan ulangtahun tokoh penting Belanda.

Baca Juga:  ALBUM "KOMPILASI SATU DEKADE MEDAN BLUES SOCIETY” IS OUT!!

Konsepnya pun sama seperti saat ini, dimana pada ujung pohon akan diletakkan berbagai macam hadiah. Yang menjadi pembedanya, pada jaman dahulu hadiahnya adalah bahan pokok seperti beras, gandum, tepung, dan pakaian.

Pro Kontra Panjat Pinang

Ada berbagai orang yang berpendapat bahwa seharusnya lomba ini tidak dijadikan tradisi di acara kemerdekaan karena membawa memori pahit masa lalu.

Pemusik Harry Roesli menuturkan bahwa dia juga kontra terhadap lomba panjat pinang. Karena menurutnya, dalam perayaan hari kemerdekaan terlihat seperti ada kelas sosial di lingkungan masyarakat.

Orang kaya cenderung hanya menyumbang saja dan tidak ikut kegiatan lomba panjat pinang ini. Lalu, pengunaan pohon pinang yang hanya untuk acara sekali setahun ini pun dianggap tidak seimbang dengan nilai lingkungan karena dilakukan penebangan pohon pada saat menjelang hari kemerdekaan.

Penulis: Jehan Erwita

Dokumentasi: Berbagai Sumber