
Perayaan Idul Fitri tidak pernah terlepas dari suguhan makanan khas yang beragam.Di Indonesia sendiri, ketupat dan opor ayam menjadi menu wajib yang harus ada di meja setiap tahunnya. Begitu juga dengan negara-negara lainnya. Beberapa negara mayoritas Muslim pun tentunya memiliki makanan khas Lebaran yang selalu dihidangkan ketika kumpul keluarga.
Tidak hanya berupa sajian makanan berat namun ada pula makanan khas kering berupa kue-kue kering manis dan berkuah lainnya. Nah, dilansir dari berbagai sumber, berikut sederetan sajian khas Lebaran dari berbagai negara. Simak disini!
Baklava
Baklava, hidangan penutup khas Turkiye yang populer disajikan saat Lebaran. Bentuknya berupa pastry berlapis yang renyah, dengan isian kacang-kacangan (pistachio, walnut, hazelnut) dan disiram sirup gula atau madu.
Selain dinikmati sebagai dessert bersama teh atau kopi, kudapan manis ini juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan. Oleh karena itu, baklava sering diberikan sebagai hantaran atau hadiah kepada tetangga atau kerabat menjelang Lebaran.
Kahk
Masyarakat Mesir juga mempunyai makanan yang populer disajikan ketika menjelang Lebaran. Bernama kahk, kue kering tradisional ini terbuat dari adonan tepung, ghee (mentega), dan wijen, dengan isian berupa agameya, yaitu campuran madu dan kacang-kacangan (pistachio, kenari, kurma).
Kue kahk dipercaya sudah ada sejak 1540-an, melambangkan kebahagiaan dan kebersamaan. Sebab itulah, kue kering ini sering disajikan di rumah-rumah warga saat Lebaran.
Sheer Khurma
Sheer khurma, atau dikenal juga sebagai “puding bihun” ini memang selalu tersaji saat perayaan Lebaran di negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Makanan penutup ini terbuat dari bihun (vermicelli) yang dimasak dengan susu kental, kurma, gula, kapulaga, dan kacang-kacangan seperti pistachio dan almond. Perpaduan rasa manis, creamy, dengan aroma khas, membuatnya terasa begitu nikmat di lidah.
Sheer khurma dapat disajikan dalam keadaan panas atau dingin, biasanya disantap saat sarapan pagi.
Lokum
Selain baklava, lokum juga merupakan salah satu makanan penutup khas Turkiye saat Lebaran (Şeker Bayramı). Lokum, atau dikenal juga dengan Turkish Delight berupa manisan kenyal berbahan dasar gel pati dan gula. Teksturnya kenyal dan lembut mirip dodol di Indonesia.
Bentuknya dadu dengan balutan gula halus, serta memiliki beragam varian rasa seperti mawar, lemon, pistachio, atau delima. Kudapan manis ini biasanya dinikmati bersama secangkir teh atau kopi khas Turki.
Musakhan
Musakhan, hidangan tradisional khas Idulfitri yang populer di Palestina, Yordania, dan Lebanon. Hidangan ini terdiri dari ayam panggang yang dimasak menggunakan bumbu sumac (rempah khas berwarna merah keunguan), bawang bomay, dan minyak zaitun.
Penyajiannya dengan meletakkan ayam di atas taboon (roti pipih) dan ditaburi kacang pinus goreng. Semakin nikmat, orang-orang sering menyandingkan dengan sup freekeh atau yogurt untuk menambah kelezatannya.
Mansaf
Sajian khas Lebaran lainnya adalah mansaf. Hidangan yang populer di Yordania dan Palestina ini menyajikan nasi dengan daging domba yang dimasak dalam jameed (yogurt fermentasi) selama berjam-jam hingga teksturnya sangat empuk.
Umumnya, disajikan di atas roti tipis (markook), ditumpuk dengan daging, saus rempah, dan taburan kacang goreng. Makanan ini melambangkan penghormatan dan keramahan, seringkali dinikmati bersama-sama dalam nampan besar.
Maamoul
Maamoul merupakan makanan penutup yang wajib ada di rumah-rumah saat perayaan hari besar, termasuk Idulfitri. Kue ini terbuat dari tepung semolina, dengan isian kurma atau kacang-kacangan. Biasanya, dicetak menggunakan cetakan kayu tradisional untuk memberikan motif unik sebelum dipanggang.
Perpaduan rasa gurih dan manis legit, dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam terasa lumer saat digigit. Kue kering ini sangat populer di wilayah Timur Tengah, terutama Arab Saudi, Lebanon, Suriah, dan Yordania. Saking populernya, kue ini juga sering dijadikan buah tangan setelah ibadah haji atau umroh.
Manti
Makanan khas Idulfitri lainnya adalah manti, yang populer di Asia Tengah, Turki, dan Rusia. Hidangan ini berupa pangsit dengan isian daging cincang, biasanya daging sapi, kambing, atau domba dicampur bawang bombay dan rempah-rempah.
Perpaduan cita rasa gurih dan rempah yang kuat, berpadu dengan tekstur lembut karena diolah dengan dikukus atau direbus. Manti biasanya disajikan hangat dengan saus campuran yogurt, bawang putih, daun mint, cabai bubuk, dan mentega cair.
Bolani
Masyarakat Afghanistan biasa menyajikan bolani sebagai sajian populer saat Idulfitri. Bentuknya sekilas mirip martabak telur di Indonesia, hanya saja bolani terbuat dari roti pipih dengan isian sayuran seperti kentang tumbuk, labu parut, kacang lentil, dan daun bawang. Beberapa variasi bolani juga ada yang berisi daging.
Bolani biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka atau makanan utama, dengan tambahan saus yogurt atau saus sambal sebagai pelengkapnya.
Aseeda
Aseeda merupakan makanan penutup yang sering disantap saat merayakan Lebaran di Afrika dan Timur Tengah. Kudapan manis ini berbahan dasar tepung terigu, gula merah, kayu manis, dan mentega, dengan teksturnya yang lembut, menyerupai paduan antara bubur dan puding. Untuk penyajiannya, sering disajikan dengan tambahan siraman mentega cair, madu, atau sirup buah, dengan dibentuk lubang di bagian atasnya untuk wadah sausnya.
Ketupat
Perayaan Lebaran di Indonesia tak lengkap tanpa menyajikan sajian ikonisnya, yaitu ketupat. Makanan ini terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur (daun kelapa muda). Biasanya, disajikan dengan opor ayam, sambal goreng ati, semur daging, hingga rendang.
Kleicha
Kleicha merupakan kue kering yang berasal dari Irak dan dianggap sebagai kue nasional negara tersebut. Kue ini diisi dengan kurma, kacang-kacangan, atau campuran wijen manis.
Ciri khas kue ini adalah beragam bentuknya, mulai dari bentuk bulan sabit sederhana yang digulung hingga cakram berpola yang dicetak dengan cetakan kayu. Sementara bahan pembuatannya melibatkan adonan dengan tepung, ragi, mentega atau minyak, gula, dan rempah-rempah seperti kapulaga.
Qurabiya
Di kota Tabriz di barat laut Iran, ada versi lain Ghraybeh yang disebut Qurabiya atau Qurabiyeh Tabrizi. Kue kering yang ini berbahan dasar almond yang lembut dan mudah hancur. Biasanya terbuat dari almond giling, putih telur, gula, dan sedikit tepung atau pati untuk memberikan struktur, menghasilkan kue yang lembut, berwarna pucat, dan kaya tekstur.
Sebagai kota yang dipengaruhi oleh tradisi kuliner Persia dan Turki, Tabriz mengembangkan versi Qurabiya yang berbeda dari kue serupa di Turki atau dunia Arab. Meskipun namanya sendiri memiliki akar kata yang sama dengan “kurabiye” dalam bahasa Turki dan varian regional lainnya, sajian Tabriz dicirikan oleh penggunaan almond berkualitas tinggi, bumbu minimal, dan fokus pada teknik pembuatan. Setiap Qurabiya biasanya diberi hiasan berupa sebutir almond, pistachio, atau potongan ceri manisan.


